Blog dapat menampilkan iklan secara random, abaikan jika melihat iklan Binary Options seperti Binomo dan sejenisnya.

Lebih Bagus Fixed Spread atau Floating Spread ?

Published at February 2019
Category : Forex


Keduanya memiliki Kelebihan dan Kekurangan masing-masing yang harus disesuaikan kembali dengan Gaya Trading.
  • Fixed Spread : adalah Spread yang besarannya tidak terpengaruh oleh kondisi pasar. nilainya besarannya akan tetap sama, baik saat pembukaan pasar, dampak berita penting, pasar sepi, dsb.
  • Sedangkan Floating Spread : adalah Spread yang dapat berubah menyesuaikan Kondisi Pergerakan Pasar.

FIXED SPREAD

Kelebihan Fixed Spread ini adalah :
  • Trading menjadi lebih tenang tanpa perlu mengkhawatirkan terjadinya pelebaran Spread
  • Terhindar dari Spread liar
  • Perhitungan Target Profit dan Resiko akan lebih terukur karena sudah mengetahui besaran Spread secara pasti.

Sedangkan Kekurangan Fixed Spread adalah :
  • Besaran lebih tinggi dibandingkan rata-rata besaran Floating Spread. misal jika Spread minimal EUR/USD adalah 1 Pips, maka Fixed Spread  bisa mencapai hingga 3 Pips atau lebih.
  • Eksekusi Order tidak secepat pada Floating spread, serta rawan terkena Requote.

FLOATING SPREAD

Nah untuk Floating Spread, kelebihannya adalah  : nilai Spread bisa sangat rendah, mulai dari 1 atau bahkan 0, sekian Pips, tergantung Pair dan Broker terkait.

Dan untuk kekurangannya adalah : besaran Spread di sesi pasar yang tenang akan lebih kecil dibandingkan Fixed Spread. namun dapat melebar di angka yang tidak bisa diperkirakan, tepatnya ketika terjadi lonjakan harga, Spread dapat melebar bahkan di tingkat yang mengejutkan pada jam pembukaan Pasar, atau saat berita dirilis.

KESIMPULAN

Jadi, dengan gaya trading tiap trader yang berbeda-beda. jelas tidak bisa dikatakan secara pasti mana yang lebih baik antara Fixed Spread atau Floating Spread.

Pemilihan jenis Spread harus disesuaikan dengan gaya trading yang digunakan

CONTOH:, jika menggunakan gaya bermain dengan mengandalkan pergerakan singkat atau analisa timeframe kecil, maka biasanya trader akan lebih memilih floating spread karena nilai awal yang lebih rendah. sebaliknya jika memiliki gaya bermain dengan analisa timeframe besar, maka trader akan memilih Fixed Spread untuk kondisi dan hasil trading yang lebih stabil.

Kekurangan Floating Spread dapat dihindari dengan menahan diri untuk tidak membuka posisi saat volatilitas pasar sedang tidak menentu, dan untuk Fixed Spread bisa diantisipasi dengan memilih Broker yang memiliki Fixed Spread rendah.

Spread pada pair EUR/USD bisa anda jadikan ukuran dalam menentukan kebijakan Broker menentukan rentang minimal Spread yang diberlakukan

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

Trading di Akhir Pekan dengan Exness
Beli Kripto pakai Kartu Kredit
Beli Kripto pakai Gopay
Beli Kripto pakai OVO
Beli Kripto dengan Paypal dan 350+ Metode Pembayaran lainnya

CONVERSATION