image3

welcome to my blog|hope be useful

3 Indikator Dasar dalam Trading Forex

Apakah Indikator ini Akurat ? : kembali pada bagaimana cara anda menggunakan, perlu penyesuaian Parameter sesuai Gaya Trading.

Apakah Indikator ini bersifat Wajib ? : tidak juga, banyak juga Trader yang bahkan tidak menggunakan Indikator sama sekali, dengan mengandalkan kepiawaiannya dalam membaca pola candle (teknikal) atau trader yang berpatokan pada news atau berita ekonomi (fundamental)

Terkait : 3 Jenis Analisa dalam Trading Forex



Setidaknya Indikator akan membantu anda dalam melakukan Analisa pergerakan, sehingga menjadi acuan dan tidak sembarangan dalam membuka Posisi.

Adapun dibawah ini adalah 3 indikator yang akan sering anda temukan ketika mempelajari penggunaan Indikator dalam Trading Forex :

1. Moving Averages : Indikator yang sangat mendasar dan digunakan oleh Trader Pemula ataupun Professional, kesederhanaan dalam penggunaanya adalah alasan utama mengapa Indikator ini menjadi pilihan favorit. cara menggunakan MA ini sendiri terbagi dalam beberapa cara sesuai gaya trading, seperti misalnya untuk membaca arah trend selanjutnya, konfirmasi kapan waktu yang tepat untuk membuka posisi, dsb.

  • 2 Jenis MA yang umum digunakan Trader adalah :
    • SMA (Simple Moving Average)
    • dan EMA (Exponential Moving Average).   
 
  • Dibawah ini adalah contoh penggunaan SMA dengan pengaturan : 
    • 1 SMA periode pendek (10) / Garis Biru
    • 1 SMA periode panjang (20) / Garis Merah
    • Saat SMA periode Pendek (Garis Biru) mulai memotong SMA periode panjang (Garis Merah) dari bawah keatas, maka ini merupakan sinyal untuk membuka posisi buy. (berpatokan pada ma periode pendek)
 
    • Periode MA ini sendiri juga perlu disesuaikan dengan durasi atau jangka waktu rencana posisi trading. tidak sembarangan guna menghindari kesalahan sinyal MA. 
    • Untuk Trader Harian, biasanya akan menggunakan EMA 200 dengan 3 Timeframe, yaitu H1, H4 dan D1. dimana Trader akan menunggu Trend searah pada 3 Timeframe ini untuk membuka posisi sesuai sinyal EMA 200.

2. MACD (Moving Averages Convergence Divergence) : Turunan dari Moving Averages ini secara default akan menggunakan :

    • 1 EMA 12 / Garis Biru
    • 1 EMA 26 / Garis Merah
    • 1 EMA 9 (Konfirmator)


    • Saat EMA 12 memotong EMA 26 dari bawah keatas, maka menandakan sinyal untuk membuka posisi buy. dan sebaliknya menandakan sinyal untuk membuka posisi sell jika EMA 12 memotong EMA 26 dari atas kebawah

3. RSI (Relative Strength Index) : Indikator yang digunakan untuk menentukan kondisi Pasar sedang Overbought atau Oversold. dengan Skala dari range 0 sampai 100, di mana saat garis menyentuh skala 70 ke atas maka bisa disimpulkan bahwa kondisi pasar sedang overbought., sebaliknya saat garis menyentuh skala 30 ke bawah maka pasar dalam kondisi oversold.

  • Contoh : Saat Kondisi pasar sedang uptrend, di mana garis akan berada di sekitar range 70 keatas selama waktu berkelanjutan cukup panjang. garis bergerak turun ke range 50 lalu kembali merangkak naik, maka merupakan sinyal untuk membuka posisi Buy.

 
  • Semakin kecil pengaturan periode RSI, maka semakin sering sinyal yang dihasilkan. Trader Harian dengan Timeframe H1 dan H4 biasanya akan menggunakan RSI 9, sedangkan Scalper dengan Timeframe M5 s/d M15 akan menggunakan RSI 7. dan Trader jangka menengah dan panjang akan menggunakan periode 14 s/d 25.

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

TAGS : Forex Trading

Share :

Blog ini tidak menyediakan URL / Link Download segala jenis Konten yang Bersifat Ilegal, seperti Crack, Patch, Serial Number, dan Sejenisnya.

PROFIT KONSISTEN DENGAN ROBOT TERBAIK :

FREE Trial Forex EA Trader
Forex Trend Detector
Dynamic Pro Scalper
Forex Diamond EA - Robot Forex Terbaik
WallStreet Forex Robot 2.0 Evolution
Volatility Factor 2.0

CONVERSATION