Blog dapat menampilkan iklan secara random, abaikan jika melihat iklan Binary Options seperti Binomo dan sejenisnya.

3 Indikator Dasar dalam Trading Forex

Published at April 2019
Category : Forex

Dibawah ini adalah 3 indikator yang akan sering anda temukan ketika mempelajari penggunaan Indikator dalam Trading Forex :
1. Moving Averages : Indikator yang sangat mendasar dan digunakan oleh Trader Pemula ataupun Professional, kesederhanaan dalam penggunaanya adalah alasan utama mengapa Indikator ini menjadi pilihan favorit.

Cara menggunakan Moving Average (MA) ini terbagi dalam beberapa cara sesuai gaya trading :

2 Jenis MA yang umum digunakan adalah :
    • SMA (Simple Moving Average)
    • dan EMA (Exponential Moving Average). 

Dibawah ini adalah contoh penggunaan SMA dengan pengaturan : 
    • 1 SMA periode pendek (10) / Garis Biru
    • 1 SMA periode panjang (20) / Garis Merah
    • Saat SMA periode Pendek (Garis Biru) mulai memotong SMA periode panjang (Garis Merah) dari bawah keatas, maka ini merupakan sinyal untuk membuka posisi buy. (berpatokan pada ma periode pendek)
 
    • Periode MA ini sendiri juga perlu disesuaikan dengan durasi atau jangka waktu rencana posisi trading. tidak sembarangan guna menghindari kesalahan sinyal MA. 
    • Untuk Trader Harian, biasanya akan menggunakan EMA 200 dengan 3 Timeframe, yaitu H1, H4 dan D1. dimana Trader akan menunggu Trend searah pada 3 Timeframe ini untuk membuka posisi sesuai sinyal EMA 200.

2. MACD (Moving Averages Convergence Divergence) : Turunan dari Moving Averages ini secara default akan menggunakan :
    • 1 EMA 12 / Garis Biru
    • 1 EMA 26 / Garis Merah
    • 1 EMA 9 (Konfirmator)


    • Saat EMA 12 memotong EMA 26 dari bawah keatas, maka menandakan sinyal untuk membuka posisi buy. dan sebaliknya menandakan sinyal untuk membuka posisi sell jika EMA 12 memotong EMA 26 dari atas kebawah

3. RSI (Relative Strength Index) : Indikator yang digunakan untuk menentukan kondisi Pasar sedang Overbought atau Oversold. dengan Skala dari range 0 sampai 100, di mana saat garis menyentuh skala 70 ke atas maka bisa disimpulkan bahwa kondisi pasar sedang overbought., sebaliknya saat garis menyentuh skala 30 ke bawah maka pasar dalam kondisi oversold.

Contoh : Saat Kondisi pasar sedang uptrend, di mana garis akan berada di sekitar range 70 keatas selama waktu berkelanjutan cukup panjang. garis bergerak turun ke range 50 lalu kembali merangkak naik, maka merupakan sinyal untuk membuka posisi Buy.
 
Semakin kecil pengaturan periode RSI, maka semakin sering sinyal yang dihasilkan, nilai default bawaan adalah 12. biasanya trader harian dengan timeframe H1 dan H4 akan menggunakan RSI 9, sedangkan Scalper menggunakan timeframe M5 s/d M15 akan menggunakan RSI 7, dan Trader jangka menengah dan panjang akan menggunakan periode 12 s/d 25.


Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

Trading di Akhir Pekan dengan Exness
Beli Kripto pakai Kartu Kredit
Beli Kripto pakai Gopay
Beli Kripto pakai OVO
Beli Kripto dengan Paypal dan 350+ Metode Pembayaran lainnya

CONVERSATION