image3

welcome to my blog|hope be useful

6 Kesalahan Umum memulai Trading Forex

Berikut ini adalah 6 Kesalahan Umum yang paling sering terjadi dalam memulai Trading Forex :

1. Menganggap Trading Forex adalah Jalan Pintas Cepat Kaya





Trading Forex memang merupakan jenis investasi terunggul jika dilihat dari dukungan golongan dan peluang profit, antara lain seperti modal yang sangat kecil, siapa saja, kapan dan dimana saja. tingkat return of investment yang tidak terbatas, serta pasarnya yang terbuka 24 jam selama 5 hari dalam seminggu. sehingga tidak heran jika Trading Forex ini dengan mudahnya menyentuh golongan-golongan dengan modal kecil namun berbekal mindset cepat kaya. terutama yang sedang bingung mau bisnis apa dengan modal kecil.

Benar jika pasti ada saja orang yang mendadak kaya karena Trading Forex, namun sangat jarang terjadi dan perbandingannya sangat besar jika dibandingkan dengan kondisi sebaliknya. Peluang Profit dan Loss dalam Trading Forex ini berbanding lurus. bisa Profit dalam waktu singkat, dan begitupun juga sebaliknya. perlu langkah awal dengan ekspektasi yang masuk akal, terutama mengenai target Profit yang realistis. jika memulai dengan cara pikir cepat kaya, kemungkinan terdekat hanya akan berakhir dengan loss besar-besaran. 


2. Tidak mempelajari Seluk Beluk Trading Forex


Padahal jelas ini merupakan Bagian paling mendasar yang tidak mungkin dilewatkan jika ingin berhasil dalam Trading Forex, dimana sebelum memulai seharusnya mengerti dulu bagaimana Pergerakan Pasar itu Terjadi, siapa saja yang mempengaruhi Pergerakan, dan bagaimana cara menganalisa Pergerakannya. ibarat dalam berperang, tingkat kemampuan perlawanan dan potensi kemenangan hanya bisa diukur jika mengetahui siapa musuh dan apa kelemahannya.

Pergerakan dalam pasar Forex ini dipengaruhi oleh berbagai pihak atau pelaku pasar, mulai dari pemerintah, bank-bank Sentral, Perusahaan-Perusahaan Multinasional, hingga individual tertentu yang memiliki aset besar.


Pergerakan terjadi berdasarkan tingkat Penawaran & Permintaan,  atau disebut Supply & Demand.
 
  • Jika Permintaan atau Demand Naik, dan ketersediaan Barang (Supply) tidak mencukupi, maka kelangkaan barang akan menjadikan harga naik.
  • Jika Permintaan atau Demand turun dan tetap, dan ketersediaan Barang (Supply) menumpuk, maka penumpukan barang akan menjadikan harga turun.

Jadi Pergerakan Forex terjadi berdasarkan 2 hal dari diatas, Contoh : saat EUR/USD (Nilai tukar Euro terhadap USD) sedang turun, maka kebanyakan orang akan beranggapan bahwa USD sedang menguat. padahal nyatanya harga dapat turun karena memang ketersediaan (supply) Euro sedang menumpuk, sedangkan permintaan (demand) untuk Euro menurun.

Secara Mekanisme, Terjadi dari Trader ke Broker, dari Broker diteruskan ke Broker lain yang lebih besar, barulah kemudian diteruskan ke Bank-Bank besar atau institusi keuangan besar dimana harga terbentuk.

Cara menganalisa Pergerakan Pasar saat ini secara umum terbagi dalam 3 Jenis sebagai berikut :

  • Analisa Fundamental : merupakan Analisa yang diberlakukan berdasarkan tingkat suku bunga suatu bank sentral. yang pada prakteknya juga akan berdasarkan faktor lain seperti Gross Domestic Product (GDP), inflasi, iklim bisnis manufaktur, dan data-data lain yang merangkum aktivitas ekonomi dalam suatu negara. misalnya beberapa kejadian seperti bencana alam atau gejolak politik. tidak begitu penting apakah rilis berita terkait tersebut bagus atau mengecewakan. yang penting adalah apa pengaruhnya terhadap prospek suku bunga negara tersebut.
  • Analisa Teknikal : Analisa yang meliputi bentuk-bentuk pola pergerakan harga untuk menentukan probabilitas entry dan exit yang paling tinggi. karena kemudahan penerapannya, jenis analisa ini selalu digunakan oleh hampir semua trader.
  • Analisa Sentimen Pasar : yang akhir-akhir ini sedang sering  digunakan untuk melengkapi analisa Fundamental dan Teknikal. Sentimen pelaku pasar bisa dilihat dengan indikator tertentu misalnya Indeks Sentimen Spekulatif Pasar (Rasio Jual atau Beli) yang biasanya sudah disediakan oleh Broker.

Tidak ada jenis Analisa terbaik, semuanya saling melengkapi.

Contoh :

  • Berdasarkan Analisa Teknikal Anda sudah menemukan Posisi Terbaik untuk melakukan Posisi Buy pada Pair GBP/USD, namun selang beberapa waktu kemudian Bank Central Inggris mengumumkan pemotongan suku bunga secara tiba-tiba. nah kondisi ini tentu akan menyebabkan berbaliknya kondisi yang anda perkirakan berdasarkan analisa teknikal.
  • Namun Jika hanya menggunakan analisa fundamental saja, maka hanya akan mengetahui situasi yang mempengaruhi pergerakan harga, tanpa benar-benar tahu kapan menempatkan posisi Open dan Close Order yang paling ideal. mengetahui dan mengukur posisi Open dan Close Position ini sangat penting, Percuma mengetahui kemana harga akan bergerak dari sudut pandang Fundamental, namun tidak mengetahui kapan sebaiknya posisi Buy dan Sell dilakukan.
  • Dan jika Jika hanya menggunakan analisa Sentimen Pasar, maka pandangan tentang arah pergerakan harga serta perencanaan posisi akan lebih abu-abu lagi. karena hanya akan mengikuti kecenderungan trader lainnnya yang tidak terlalu bisa diandalkan, yang jelas presentasenya berdasarkan seluruh pelaku pasar yang terlibat.

Repot jika harus mempelajari ketiganya ? memang itulah pengorbanan trader yang ingin berhasil. jika  malas belajar, maka jangan heran bila tidak bisa mencapai kondisi Profit yang konsisten. Kunci utama memadukan jenis Analisa adalah memprioritaskan mana yang paling dikuasai, lalu gunakan dua analisa lainnya sebagai konfirmasi.


3. Tidak Menggunakan Perangkat yang Tepat
 

Trading Forex memang Bisa saja dilakukan melalui Smartphone, karena Software yang digunakan memang tersedia untuk OS Android dan ios. namun tidak disarankan dan tidak ideal jika digunakan sebagai perangkat utama. karena cukup banyak fitur penting yang tidak bisa digunakan, serta tampilan chart yang kurang maksimal.

Karena sifatnya yang lebih mobile dibandingkan komputer atau laptop. sebaiknya smartphone ini hanya difungsikan untuk melihat pergerakan harga atau memantau posisi yang sedang terbuka saja, sekalipun urgent hanya untuk menutup posisi saja, bukan untuk membuka posisi.

Perangkat yang dominan dan ideal adalah Komputer atau Laptop. spesifikasi tidak harus tinggi, karena Software yang digunakan (Metatrader) tidak membutuhkan Komputer atau Laptop dengan spesifikasi seperti kebutuhan Desain atau Gaming. bahkan perangkat dengan spesifikasi Prosssesor Dual Core dan RAM 2GB pun sudah cukup. yang penting perangkat tidak sering hang, tidak mati-matian, dan memiliki bagian penghubung koneksi yang stabil (LAN / Wi-fi)


4. Tidak Memiliki Trading Plan


Memulai Trading hanya karena melihat dengan mengikuti Posisi saudara atau teman, Sinyal Gratis di internet, Opini pada Situs-Situs terkait, dsb. Sehingga tidak memiliki Trading Plan yang jelas mencakup Waktu Trading apalagi Strategi.

Trading Forex seharusnya mengandalkan kemampuan diri sendiri, karena akan mempengaruhi banyak hal seperti kemantapan dalam membuka posisi tanpa ragu-ragu. memiliki Target Profit yang jelas, dsb. beda hal jika menggunakan robot atau ea (expert advisor)


5. Tidak Teliti dalam Memilih Broker


Dalam memilih Broker terdapat beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan secara teliti, karena terlepas dari kemampuan analisa dan manajemen modal. Broker ini akan sangat mempengaruhi kondisi Trading. acuan dalam memilih Broker setidaknya harus :

  • Sudah Berumur sudah lebih dari 3 tahun
  • Regulasi Jelas, Minimal Teregulasi di Negaranya Sendiri.
  • Banyak digunakan oleh kalangan Trader Indonesia
  • Kemudahan dan Kecepatan Administrasi (Terutama Deposit, dan Withdraw)
  • Deposit & Withdraw tersedia melalui Bank Lokal
  • Kemudahan Layanan Dukungan (Tersedia Live Chat serta Kontak dan Alamat Jelas)
  • Dan sebaiknya Mendukung Penggunaan Metatrader

Broker yang cukup banyak dikenal dan banyak digunakan oleh trader indonesia saat ini adalah FBS, XM, Exness, JustForex, HotForex, dan InstaForex.


6. Meremehkan Akun Demo


Seringkali Trader pemula akan menganggap Akun Demo ini hanya untuk permulaan sebelum memulai dengan Akun Real. sehingga setelah sudah menggunakan akun real, uji coba analisa-pun dilakukan pada Akun Real, padahal dengan pergerakan pasar pada akun demo ataupun real yang sama dengan pergerakan pasar sesungguhnya, jelas akun demo ini adalah tempat terbaik untuk mengasah Skill dalam melakukan Analisa sebelum menerapkannya di akun real. layaknya Investor yang memiliki Prinsip untuk tidak mengambil Resiko yang tidak Perlu.

Nah, jika anda baru akan memulai Trading Forex, semoga informasi diatas bisa menjadi pertimbangan sebelum anda memulai.

Happy Trading & Good Luck!

TAGS : Forex Trading

Share :

Blog ini tidak menyediakan URL / Link Download segala jenis Konten yang Bersifat Ilegal, seperti Crack, Patch, Serial Number, dan Sejenisnya.

PROFIT KONSISTEN DENGAN ROBOT TERBAIK :

FREE Trial Forex EA Trader
Forex Trend Detector
Dynamic Pro Scalper
Forex Diamond EA - Robot Forex Terbaik
WallStreet Forex Robot 2.0 Evolution
Volatility Factor 2.0

CONVERSATION