image3

welcome to my blog|hope be useful

Apa itu Metatrader dan Dasar-Dasar Penggunaannya

Panduan dan penjelasan ini akan menggunakan contoh dengan Metatrader versi 4, yang masih paling banyak digunakan oleh kalangan Trader secara Global.

Dan akan dijelaskan secara singkat pada bagian penting seperti mengatur tampilan Chart, menggunakan indikator, memasukkan script, melakukan eksekusi order beserta pengaturannya.

Adapun masih sangat banyak hal penting yang bisa diexplore pada penggunaan metatrader akan dibahas pada artikel selanjutnya.




Pertama, Apa itu Metatrader ?

Metatrader adalah sebuah Software atau Applikasi yang merupakan terminal atau penghubung antara Trader dan Sistem Server Broker secara online.

Dengan Metatrader, proses trading akan jauh sangat lebih mudah dan cepat, serta berbagai fitur canggih untuk melakukan analisa maupun eksekusi order.

Dibandingkan dengan Software terminal lainnya, Metatrader ini adalah yang terbaik karena memiliki keunggulan dengan memberikan fasilitas bagi trader untuk dapat menambah dan membuat script-script khusus (Custom Indicator, Robot / Expert Advisor, dsb.)

Softaware Metatrader ini bukan buatan Broker Forex tertentu, melainkan oleh perusahaan pengembang perangkat khusus untuk perdagangan forex, yaitu Metaquotes.

Situs Resmi : 

Software Metatrader ini mendukung semua jenis operating system (OS), baik untuk Windows maupun MAC. bahkan mencakup OS Smartphone seperti ios dan Android. serta tetap tersedia juga dalam versi Web Based (tidak perlu install / web akses), sehingga tidak heran jika trading bisa dilakukan dimana saja.

Kali ini akan menggunakan gambar pada Metatrader di Windows.

Saat ini Metatrader tersedia dalam 2 Versi, yaitu Metatrader 4 (MT4) dan Metatrader 5 (MT5). MT5 bukanlah merupakan upgrade dari MT4. maka dari itu script yang dibuat untuk MT4 tidak dapat berjalan di MT5.

  • Metatrader 4 (MT4) : Dirilis pada tahun 2005 dan dirancang khusus untuk trading forex, future, dan CFD. Popularitasnya terus meluas hingga menjadi platform trading favorit yang paling banyak digunakan oleh kalangan trader di dunia. awal tahun 2018, Metaquotes menghentikan penjualan lisensi MT4 dan tidak akan merilis update baru untuk platform trading ini. Ke depan, Metaquotes hanya akan mengimplementasikan fungsi baru dan perbaikan di Metatrader 5.
  • Metatrader 5 (MT5) : Dirilis pada tahun 2010 sesuai dengan perkembangan terkini dalam teknologi forex. banyak yang mengira kalau MT5 ini adalah versi terbaru dari MT4 (upgrade), padahal MT5 dirancang untuk melakukan berbagai hal yang tidak dapat dilakukan MT4.
    • MT5 sudah memiliki kalender forex terintegrasi
    • Terhubung langsung dengan bursa sinyal trading MQL5
    • Serta bisa juga digunakan untuk trading saham dan komoditas.
    • Selain itu, bahasa pemrograman untuk indikator dan robot pada MT5 mempergunakan MQL5 yang berbeda dengan MT4.

Dasar-Dasar Penggunaan Metatrader :

Tiap Broker biasanya akan menyediakan Metatrader dengan brandingnya masing-masing, seperti MT4 FBS, MT4 XM, MT4 Exness, dsb. Sudah dipandu saat melakukan pendaftaran dan pembuatan akun agar trader pemula tidak bingung harus memulai dari mana.

Anda tidak harus menggunakan metatrader masing-masing dari Broker untuk login dengan akun di Broker lain. itu hanya branding atau penamaan. platform softwarenya sama tetap Metatrader. terkecuali ingin merapikan dengan misalnya menginstall MT4 FBS untuk akun FSB, kemudian menginstall MT4 XM juga untuk akun di XM, dan seterusnya. sekalipun sebenarnya tetap bisa login dengan akun XM di MT4 FBS.

MT4 atau MT5 ini biasanya sudah ditentukan oleh masing-masing Broker sesuai jenis akun yang anda pilih.

Setelah sudah mendownload dan menginstall Software Metatrader. maka akan otomastis diarahkan untuk  login. dan bersamaan juga diarahkan dengan terbukanya situs MQL5 (bisa dilanjutkan nanti)

Pengertian Terkait salah satu Fungsi MQL5 silahkan Baca :  Cara Mengintegrasikan Notifikasi MetaTrader di PC atau Laptop dengan HP

Silahkan lanjut login dengan data login yang sudah diberikan oleh Broker.

1. Mengatur Market Watch :


Market Watch ini merupakan Daftar Pair atau mata uang untuk memantau kondisi pasar. untuk mengatur pair apa saja yang ingin ditampilkan, klik kanan pada bagian Market Watch dan klik Symbol. Double klik untuk menampilkan dan menyembunyikan. kemudian klik OK.

Jika ingin menampilkan Spread, High (harga tertingi) dan low (harga terendah), klik kanan pada Market Watch >  Columns.

Baca : Apa itu Spread


2. Mengatur Tampilan Chart :

Untuk menampilkan pergerakan atau Chart pair tertentu, hanya perlu menarik pair pada Market Watch ke bagian Chart.


Tampilan Chart bisa disesuaikan dengan keinginan dan kenyamanan kita dalam melakukan Trading, klik kanan dan pilih Properties untuk mengatur tampilan Chart.

Pengaturan Tampilan bisa disimpan dengan nama Default agar selanjutnya semua pair terbuka otomatis dengan tampilan yang disukai. klik kanan kemudian pilih Template > Save Template. Tampilan chart ini juga bisa di Export dan Import.

Pergerakan Pair pada Chart adalah pergerakan Real Kondisi Pasar sekalipun anda sedang dalam kondisi akun Demo. inilah kelebihan trading Forex, berlatih langsung pada Pasar Real.

Jenis Chart :

Jenis Chart saat ini terbagi dalam 3 jenis, yaitu. :

  • Line Chart
  • Bar Chart
  • dan Candlestick

Line Chart :


Line Chart merupakan Grafik Pergerakan berbentuk garis, yang hanya memuat data penutupan harga, sangat sederhana dan paling mudah dibaca. namun kurang sesuai untuk melakukan analisa teknikal, karena informasinya yang sangat sedikit (hanya penutupan harga). Analisa teknikal membutuhkan informasi harga pembukaan (open), penutupan (close), tertinggi (high) dan terendah (low) yang bisa dilihat pada Bar Chart & Candlestick.


Bar Chart:


Bar Chart ini merupakan Graphis pergerakan yang menggunakan bar atau garis, memiliki tonjolan kecil di sisi kiri untuk mewakili harga pembukaan (open), dan tonjolan kecil di sisi kanan untuk menunjukkan harga penutupan (close).

Jadi Bar Chart ini menyajikan informasi lebih lengkap dibandingkan dengan Line Chart, dengan menyajikan informasi lebih lengkap : harga pembukaan (open), penutupan (close), tertinggi (high) dan terendah (low). sedangkan Line Chart hanya menampilkan harga penutupan

Warna harga pembukaan (open) dan penutupan (close) pada gambar diatas adalah kondisi default, biasanya Trader akan membedakan warna bar up dan bar down (pada pengaturan properties chart) seperti contoh gambar dibawah ini :



CandleStick :

Merupakan Graphis Chart yang paling banyak digunakan oleh kalangan Trader karena informasinya yang sangat jelas.

Grafik candlestick ini dikembangkan di tahun 1800an, yang pada awalnya digunakan oleh pedagang beras di Jepang (Munehisa Honma) dalam memprediksi harga beras.

Dengan Candlestick, analisa pergerakan harga akan lebih mudah dilakukan karena caranya memberikan informasi yang jelas. bahkan mampu memberikan sinyal perubahan arah dengan lebih cepat dibandingkan 2 jenis graphis chart lainnya (Line Chart & Bar Chart). dengan mudah memberikan sinyal melalui pola atau pattern.

Contoh beberapa Pattern atau Pola Candle :


Selain keunggulan Candlestick, tidak menutup juga tetap memiliki kelemahan, Thomas Bulkowski, dalam bukunya yang berjudul Encyclopedia of Candlestick Charts membahas 105 jenis pola atau pattern Candlestick. menyatakan bahwa ada 7 Candlestick yang memiliki keberhasilan antara 50% hingga 67%, dan sisanya memiliki tingkat keberhasilan di bawah 50%. terlalu banyak, jika dalam trading harus menghafal 105 jenis pattern ini, tentu malah menjadi rumit dan tidak efektif.

Seringkali pattern hanya memberikan akurasi pergerakan hanya dalam jangka pendek. Solusi dari hal ini adalah kepiawaian trader dalam menyesuaikan Timeframe serta bantuan konfirmasi indikator seperti Moving Average (MA), Moving Average Convergence Divergence (MACD), Bollinger band, dsb.

Jika ingin melihat beberapa Chart secara bersamaan,  klik ikon kotak 4 persegi diatas. pastikan sudah membuka lebih dari chart agar fungsi ini berjalan, menambah chart bisa dengan klik kanan pada pair dan klik Chart Windows :


Dan jika ingin melihat 2 atau 3 Chart saja, atau lebih dari 4 Chart. klik menu Windows untuk pilihan jumlah tampilan Chart lainnya.


Untuk melihat pergerakan Harga pada periode tertentu, cukup hanya dengan klik pilihan periode pada deretan menu dibagian atas :


Atau dengan cara klik kanan pada Chart kemudian Timeframe.

Penentuan Periode ini menyesuaikan gaya Trading, jika trader memiliki gaya trading membuka posisi dan melakukan order dalam durasi singkat untuk target penutupan (scalper), maka biasanya akan menggunakan periode M1 s/d M15.

Sedangkan untuk Trader dengan target durasi yang lebih tinggi (harian / daily) akan menggunakan periode  H1 s/d H4. dan trader jangga panjang atau swinger akan menggunakan periode D1, Weekly s/d Monthly.

Namun ada juga yang melakukan analisa pada Periode atau Timeframe besar, namun menggunakan Periode atau Timeframe kecil untuk konfirmasi dan membuka posisi. sangat beragam sesuai kebutuhan dan gaya analisa.


3. Pengunaan Indikator :

Untuk menggunakan Indikator, bisa dengan klik menu Insert dibagian atas dan pilih Indikator.
 

Atau dari tab Navigator di sebelah kiri dengan langsung mengatur tampilan Indikator :

Adapun Indicator yang sering digunakan oleh para Trader adalah :
 
  • Moving Averages : Indikator yang sangat mendasar dan digunakan oleh Trader Pemula ataupun Professional, kesederhanaan dalam penggunaanya adalah alasan utama mengapa Indikator ini menjadi pilihan favorit. cara menggunakan MA ini sendiri terbagi dalam beberapa cara sesuai gaya trading, seperti misalnya untuk membaca arah trend selanjutnya, konfirmasi kapan waktu yang tepat untuk membuka posisi, dsb.
    • 2 Jenis MA yang umum digunakan Trader adalah :
      • SMA (Simple Moving Average)
      • dan EMA (Exponential Moving Average). 
    • Dibawah ini adalah contoh penggunaan SMA dengan pengaturan : 
      • 1 SMA periode pendek (10) / Garis Biru
      • 1 SMA periode panjang (20) / Garis Merah
      • Saat SMA periode Pendek (Garis Biru) mulai memotong SMA periode panjang (Garis Merah) dari bawah keatas, maka ini merupakan sinyal untuk membuka posisi buy. (berpatokan pada ma periode pendek)
 
    • Periode MA ini sendiri juga perlu disesuaikan dengan durasi atau jangka waktu rencana posisi trading. tidak sembarangan guna menghindari kesalahan sinyal MA. 
    • Untuk Trader Harian, biasanya akan menggunakan EMA 200 dengan 3 Timeframe, yaitu H1, H4 dan D1. dimana Trader akan menunggu Trend searah pada 3 Timeframe ini untuk membuka posisi sesuai sinyal EMA 200.

  • MACD (Moving Averages Convergence Divergence) : Turunan dari Moving Averages ini secara default akan menggunakan :
    • 1 EMA 12 / Garis Biru
    • 1 EMA 26 / Garis Merah
    • 1 EMA 9 (Konfirmator)


    • Saat EMA 12 memotong EMA 26 dari bawah keatas, maka menandakan sinyal untuk membuka posisi buy. dan sebaliknya menandakan sinyal untuk membuka posisi sell jika EMA 12 memotong EMA 26 dari atas kebawah

  • RSI (Relative Strength Index) : Indikator yang digunakan untuk menentukan kondisi Pasar sedang Overbought atau Oversold. dengan Skala dari range 0 sampai 100, di mana saat garis menyentuh skala 70 ke atas maka bisa disimpulkan bahwa kondisi pasar sedang overbought., sebaliknya saat garis menyentuh skala 30 ke bawah maka pasar dalam kondisi oversold.
    • Contoh : Saat Kondisi pasar sedang uptrend, di mana garis akan berada di sekitar range 70 keatas selama waktu berkelanjutan cukup panjang. garis bergerak turun ke range 50 lalu kembali merangkak naik, maka merupakan sinyal untuk membuka posisi Buy.

    • Semakin kecil pengaturan periode RSI, maka semakin sering sinyal yang dihasilkan. Trader Harian dengan Timeframe H1 dan H4 biasanya akan menggunakan RSI 9, sedangkan Scalper dengan Timeframe M5 s/d M15 akan menggunakan RSI 7. dan Trader jangka menengah dan panjang akan menggunakan periode 14 s/d 25.

Apakah Indikator ini bersifat Wajib ? : tidak juga, beberapa Trader mungkin bahkan tidak menggunakan Indikator sama sekali, dengan mengandalkan kepiawaiannya dalam membaca pola candle (teknikal) atau trader yang berpatokan pada news atau berita ekonomi (fundamental)

Baca : 3 Jenis Analisa dalam Trading Forex


4. Installasi Script

Jika sudah sampai pada tahap ingin menggunakan Script Indikator tertentu, yang mungkin ditemukan di internet atau dari teman. cara installasinya sangat sederhana hanya dengan klik kanan pada menu File, kemudian klik Open Data Folder.


Kemudian letakkan File Script pada Folder MQL5 > Indikator. setelah itu tutup Metatrader dan buka kembali. Selanjutnya klik menu Insert > Indikator > Custom, dan klik nama indikator yang sudah ditambahkan tadi.


Untuk mengatur tampilan Indikator yang sudah dimasukkan bisa dengan klik kanan pada chart dan klik Indicator List. kemudian pilih indikator dan klik Properties.


5. Melakukan Eksekusi Order :

Cara melakukan Order bisa dengan mengklik ikon New Order di bagian deretan menu diatas.


Kemudian Pilih Symbol atau Pair, dan tentukan jenis Order. Instant Order (Eksekusi pada saat itu juga) atau Pending Order (ketika pergerakan mencapai Harga tertentu), adapun jenis pending order antara lain adalah Sell Limit, Buy Limit, Buy Stop, dan Sell Stop. serta atur Volume atau jumlah Lot. kemudian klik Sell atau Buy.

Baca :

Cara ini memang agak lama dan pergerakan bisa lebih dulu sudah berubah dengan cepat saat votalitas pergerakan harga sedang tinggi. alternatif bisa mengaktifkan dan menggunakan One Click Trading untuk melakukan eksekusi order dengan cepat, ingat untuk mengatur jumlah lot :


Nah setelah sudah membuka posisi order, untuk mengatur Stop Loss (Penutupan posisi ketika perkiraan salah dan sudah menyentuh harga tertentu) dan Take Profit (Penutupan posisi ketika perkiraan benar dan sudah menyentuh target atau harga tertentu), hanya perlu menarik garis posisi keatas dan kebawah sesuai jenis posisi.

  • Jika membuka Posisi Buy, maka untuk mengatur Stop Loss adalah dengan menarik garis order kebawah, dan mengatur Take Profit dengan menarik garis order keatas. 
  • Sebaliknya jika Posisi Sell,  tarik garis order keatas untuk mengatur Stop Loss, dan tarik garis order kebawah untuk mengatur Take Profit.
  • Jika merupakan Posisi Pending Order, Pengaturan Stop Loss dan Take Profit harus dilakukan secara manual dengan Double click pada Garis Order.  
 
Pengaturan ini memang tidak bersifat wajib namun sangat disarankan untuk Money Management dalam Trading, baik dalam hal membatasi kerugian, menargetkan profit, dsb.


Apa itu Equity, Margin dan Free Margin. :

Dibagian bawah anda akan melihat detail Informasi mengenai Equity atau Ekuitas, Margin, dan Free Margin. penjelasan masing-masing silahkan baca :


6. Pengaturan lebih Lanjut :

Setelah sudah memahami cara pengaturan Tampilan Chart, Penggunaan Indikator dan cara melakukan order. beberapa pengaturan lebih lanjut silahkan klik Tools pada deretan menu diatas.


  • Untuk Mengaktifkan One Click Trading secara Default, klik Tab Trade kemudian Centang One Click Trading.
  • Jika ingin mematikan suara pada Metatrader, klik Tab Events dan hilangkan centang pada Enable Sound Events.
  • Jika ingin mengaktifkan Notifikasi terkait Order ke Smartphone, klik Tab Notification. detail panduan silahkan Baca : Cara Mengintegrasikan Notifikasi MetaTrader di PC atau Laptop dengan HP

Nah sekian penjelasan Apa itu Metatrader dan Dasar-Dasar Penggunaannya, Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!



TAGS : Forex Metatrader Trading

Share :

Blog ini tidak menyediakan URL / Link Download segala jenis Konten yang Bersifat Ilegal, seperti Crack, Patch, Serial Number, dan Sejenisnya.

PROFIT KONSISTEN DENGAN ROBOT TERBAIK :

FREE Trial Forex EA Trader
Forex Trend Detector
Dynamic Pro Scalper
Forex Diamond EA - Robot Forex Terbaik
WallStreet Forex Robot 2.0 Evolution
Volatility Factor 2.0

CONVERSATION