Trading dengan Broker Terbaik

Apakah Stop Loss Hunter itu Benar Ada ?

26 April 2019 ()

Benar, dan pelakunya bukan hanya broker bandar, namun bisa juga para pemain besar yang memanfaatkan psikologi trader pemula dengan membidik level-level stop loss yang umum digunakan, seperti misalnya sedikit diatas atau dibawah level breakout.

Contoh kasus : anda membuka posisi Sell pada USD/JPY di harga 111.500, dan mengatur Stop Loss di 111.700, ternyata harga naik mencapai 111.680, dan posisi tiba-tiba tertutup karena terjadi pelebaran spread sehingga menyentuh Stop Loss.

Ini adalah kejadian yang paling sering terjadi, terutama jika trading dengan broker berjenis bandar yang tidak teregulasi dengan jelas.

Broker yang teregulasi justru bisa rugi jika mereka melakukan hal-hal seperti ini, mengingat sanksi dan resiko kehilangan banyak klien.

Broker Bandar

Adalah broker yang melawan posisi trading anda, jika anda loss maka mereka yang mendapatkan keuntungan, maka dari itu membidik Stop Loss ini adalah salah satu upaya termudah untuk broker bandar mendapatkan keuntungan.

Broker Bandar ini biasanya akan menetapkan banyak peraturan yang berbelit-belit, aturan dalam perjanjian akan sengaja dibuat sedemikian rupa agar mengamankan posisi broker

Sering terjadi delay atau harga tak bergerak (Freeze), manipulasi harga, dsb yang tujuannya untuk membuat trader loss.

Agar Trader tetap tertarik, biasanya broker bandar ini akan memberikan banyak promosi dan bonus fantastis, seperti misalnya bonus deposit yang cukup besar, dsb.

Broker Non Bandar

Broker non Bandar hanya akan mengambil keuntungan dari Spread dan biaya lainnya seperti Swap, tidak melawan posisi trading anda, tapi meneruskan order anda ke penyedia likuiditas yang menjadi mitra Broker (bank besar atau broker besar lainnya).

Broker non bandar ini biasanya tidak mungkin menyediakan jenis akun dengan fixed spread, karena  kondisi spread yang selalu berubah-ubah sesuai kondisi pergerakan pasar, dan mekanisme broker non bandar yang menyalurkan order langsung ke penyedia likuiditas ini tidak bisa mengintervensi harga agar besaran spread selalu sama.

Jenis spread di broker non bandar adalah adalah floating spread, berubah-ubah sesuai pergerakan pasar, memang tidak stabil, namun sisi baiknya harga akan lebih transparan dan apa adanya.

Jenis Broker Non Bandar

  • Broker STP (Straight Through Processing) : adalah broker yang ordernya dilempar lagi ke broker yang lain, biasanya order dikirim ke broker ECN (Electronic Communication Network), namun tidak menutup kemungkinan juga dikirim ke broker bandar yang lain, untuk mengetahui kepastiannya, harus mengetahui siapa saja penyedia likuiditas yang diajak bekerjasama.
  • Broker ECN : adalah broker yang sungguh-sungguh ikut berpartisipasi di market, seperti halnya bank-bank besar yang berperan sebagai penyedia likuiditas, broker ini mempertemukan penjual dan pembeli di antara para trader yang menjadi nasabahnya.
  • Broker Hybrid : adalah kombinasi antara broker non bandar dan broker ECN/STP, biasanya broker hybrid ini akan memberikan beberapa jenis akun trading, pada akun trading dengan order kecil-kecil (micro, mini, cent) mereka akan berperan sebagai broker bandar dengan melawan posisi trading trader, sedangkan untuk order dengan lot besar, barulah akan diproses secara ECN atau STP.

Untuk mengetahui persis bagaimana cara kerja broker, apakah broker bandar, STP, ECN, atau Hybrid, tidaklah mudah, karena proses yang terjadi tidak bisa dilihat secara langsung.

Tindakan Broker Bandar yang nakal memang harus gencar disebarkan untuk menyelamatkan trader pemula dalam memilih broker.

Jika sering mengalami pergerakan harga yang tidak wajar, screenshot dan share saja di sosial media dan forum trader.

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

Tags : Forex Forex Basic Trading

    Random Forex Contents :

    Random Crypto Contents :

    Random CMS Contents :

    Random Tips & Tricks :