image3

welcome to my blog|hope be useful

Pentingnya Stop Loss & Trailing Stop dalam Money Management Trading

Tidak dapat dipungkiri, kemampuan analisa dan money management merupakan Kunci dasar Keberhasilan dalam Trading. tidak bisa salah satu. keduanya harus terus dikembangkan bersamaan.

Dimana lingkup pengembangan skill analisa mencakup teknikal seperti chart dan candle pattern, penggunaan indikator, dsb. kemudian analisa fundamental dengan berita ekonomi. serta sentimen pasar. yang dimana ini adalah merupakan dasar perencanaan dalam eksekusi posisi entry.

Sedangkan Money Management berbicara mengenai pengelolaan dana terkait setiap eksekusi posisi, seperti jumlah lot, penentuan batas kerugian, target profit, dll.

Nah, dari sekian banyaknya faktor dalam hal Money Management, kali ini akan membahas bagian  Stop Loss dan Trailing Stop.


Stop Loss adalah Pengaturan Penutupan Posisi Otomatis ketika Harga berbalik arah dari Perkiraan dan telah menyentuh Level Tertentu, yang manfaatnya jelas adalah untuk membatasi Kerugian.

 

Contoh : anda membuka posisi Buy pada Pair EUR/USD di Harga 1.1250. kemudian mengatur Stop Loss di Harga 1.1225. pengaturan ini mengartikan posisi akan tertutup otomatis ketika Harga telah menyentuh 1.1225. dengan kata lain penentuan Batas Kerugian pada posisi ini adalah 25 Pips saja. dalam hitungan berapa nominal kerugian tergantung berapa volume lot yang diterapkan. 

Wah, bagaimana jika ternyata Harga memang menyentuh 1.1225 namun kembali berbalik arah naik melewati 1.1250 yang seharusnya mendapatkan Profit ? : Trading tidak berandai seperti itu, harus konsisten dengan batas kerugian yang bisa diterima. iya kalau kembali naik, jika terus Turun ? penentuan posisi Stop Loss tentunya harus berdasarkan Analisa serta berapa batas kerugian yang bisa diterima. bukan asal-asalan ditentukan tanpa analisa dan memperhatikan kemampuan balance.

Kemudian Trailing Stop : merupakan pengaturan agar Stop Loss bergerak secara Fleksibel mengikuti pergerakan Harga  (berdasarkan jarak besaran point / pips yang telah ditentukan).

Dengan mengatur Trailing Stop. jika posisi Buy, maka Stop loss akan ikut juga bergerak naik saat pergerakan harga sudah mencapai besaran point atau pips yang telah ditentukan saat mengatur trailing stop.  sebaliknya jika posisi Sell, maka Stop Loss akan ikut bergerak turun. sehingga Trailing Stop ini bisa melindungi Profit yang sedang terjadi.

Sekalipun terjadi Pergerakan Harga secara tiba-tiba diluar dugaan dalam rentang pips yang cukup besar (biasanya saat keluar nya news dengan impact tinggi.). dengan posisi Stop Loss yang sudah bergerak mengikuti pergerakan, maka profit yang sudah terjadi akan tetap didapatkan karena posisi Stop Loss sudah lebih tinggi atau lebih rendah dari posisi entry.



Trailing stop ini akan sangat membantu ketika terlihat indikasi harga akan bergerak dalam tren kencang di satu arah. terutama saat adanya rilis berita-berita atau data ekonomi yang berdampak besar. yang biasanya akan diikuti dengan pergerakan harga dengan range besar atau volatilitas yang tinggi. 

Contoh : anda membuka posisi Sell pada Pair USD/JPYdi Harga 112.000. dengan mengatur :
  • Stop Loss : 112.200.
  • Take Profit Level 1 : 111.600
  • Take Profit Level 2 : 111.300
  • Trailing Stop : 200 Points (20 Pips)

Saat Prediksi Entry benar dan Harga sudah bergerak hingga mendekati Level 1 Take Profit, misalnya sudah bergerak hingga 111.500. anda akan lebih tenang jika seumpama tidak dulu memutuskan untuk melakukan penutupan posisi secara manual, mungkin karena memiliki perkiraan pergerakan yang masih kuat menuju Level Take Profit selanjutnya.

Kenapa Tenang ? : 

Karena saat pergerakan harga yang sudah mencapai 111.500, berarti telah terjadi pergerakan lebih dari 200 Points atau 20 Pips (112.00 => 111.500 = 500 Points / 50 Pips), sehingga tentu fungsi Trailing Stop sudah berjalan untuk melakukan pemindahan Stop Loss kebawah posisi entry (dibawah 112.000). jadi sekalipun perkiraan pergerakan yang disangka masih kuat menuju Level Take Profit selanjutnya ternyata salah dan terjadi reversal yang cukup tinggi sehingga menyentuh Stop Loss, anda akan tetap profit karena posisi Stop Loss sudah berada dibawah posisi entry (sesuai posisi Stop Loss)

Wah, berarti seharusnya close saja ya saat harga sudah mencapai 111.500 ? : Keputusan untuk menunda penutupan posisi secara manual dengan harapan pergerakan masih berlanjut menuju Level Take Profit selanjutnya. berarti sudah siap jika terjadi cancel profit yang sedang running, minimal bukan Profit be Loss.

HARAP DIPERHATIKAN bahwa Eksekusi Trailing Stop ini tidak akan berfungsi apabila Applikasi Metatrader ditutup atau Perangkat Komputer / Laptop dimatikan, karena Fitur Trailing Stop ini tersimpan dan terkontrol dibawah Platform Metatrader, berbeda dengan Pengaturan Stop Loss dan Take Profit yang tersimpan dan terkontrol langsung oleh Server. Solusinya ? : menggunakan VPS Server.


Dari penjelasan singkat diatas, jelas ya jika Stop Loss dan Trailing Stop ini sangat penting dan akan sangat membantu Money Management Trading Anda. Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

TAGS : Forex Tips Trading Trading

Share :

Blog ini tidak menyediakan URL / Link Download segala jenis Konten yang Bersifat Ilegal, seperti Crack, Patch, Serial Number, dan Sejenisnya.

PROFIT KONSISTEN DENGAN ROBOT TERBAIK :

FREE Trial Forex EA Trader
Forex Trend Detector
Dynamic Pro Scalper
Forex Diamond EA - Robot Forex Terbaik
WallStreet Forex Robot 2.0 Evolution
Volatility Factor 2.0

CONVERSATION