informasi investasi, informasi saham, informasi forex, informasi kripto, informasi saham hari ini, informasi forex hari ini, informasi kripto hari ini, fundamental saham, fundamental forex, fundamental kripto, berita investasi, berita saham, berita forex, berita kripto, berita saham hari ini, berita forex hari ini, berita kripto hari ini, artikel investasi, artikel saham, artikel forex, artikel kripto, prediksi saham, prediksi forex, prediksi kripto, analisa saham, analisa forex, analisa kripto, trading saham, trading forex, trading kripto, belajar trading saham, belajar trading forex, belajar trading kripto, panduan trading saham, panduan trading forex, panduan trading kripto, tips trading saham, tips trading forex, tips trading kripto.

Apa itu Price Action Trading

Published at April 2019
Category : Forex
Trading di Akhir Pekan dengan Exness
Beli Kripto pakai Kartu Kredit
Beli Kripto pakai Gopay
Beli Kripto pakai OVO
Beli Kripto dengan Paypal dan 350+ Metode Pembayaran lainnya

Jika disimpulkan secara sederhana, Price Action ini cenderung pada Analisa Teknikal yang meletakkan titik Fokus pada Pola Pergerakan Harga, yang seringkali benar-benar hanya dengan Chart saja (tanpa Indikator)

Pada prakteknya tidak bisa dengan mudah dijadikan sebagai Final Signal, melainkan hanya sebagai alat bantu untuk menetapkan acuan pertimbangan dalam mengambil keputusan membuka posisi.

Bingung ? Kita langsung bahas saja bagaimana Price Action ini diterapkan secara umum :


Ibarat menggunakan Kaca Pembesar, peran Price Action adalah mengidentifikasi titik-titik penting pada Pola Pergerakan Harga, dimana titik-titik yang telah ditandai inilah yang akan menjadi salah satu acuan pertimbangan untuk membuka Posisi.

Dimulai dengan mengidentifikasi titik-titik High & Low yang sedang terjadi pada Kondisi Pergerakan Pasar.

Kondisi Pergerakan Pasar dibagi dalam 2 macam yaitu Trending & Konsolidasi, dan Trending sendiri dibagi lagi menjadi 2 macam, yaitu Uptrend & Downtrend. sedangkan Konsolidasi adalah sebuah kondisi dimana pergerakan harga sedang Zig-Zag dan sulit untuk diidentifikasi titik-titik Low & High-nya, sering juga disebut Sideways.




Selanjutnya adalah titik-titik Resistance dan Support, yang cukup vital dan menjadi pertimbangan kuat karena cenderungnya sebuah pergerakan harga akan mengalami pembalikan arah kembali saat menyentuk titik-titik ini.


Kenapa diatas mengatakan bahwa Price Action ini tidak bisa dengan mudah dijadikan sebagai Final Signal ?

Karena dibutuhkan beberapa Faktor penting lainnya untuk mendukung tingkat akurasi Price Action ini, antara lain seperti TimeFrame & News / Kalender Ekonomi (Fundamental)

TimeFrame :

Pola Pergerakan atau Candlestick tentu akan dipengaruhi oleh Timeframe yang digunakan, Sinyal dari Strategi Trading apapun akan memiliki tingkat akurasi yang rendah (Noise / Fake Signal) jika Timeframe tidak sesuai. sangat disarankan menggunakan Timeframe Besar seperti H1, H4 & D1 agar dapat membaca kondisi pasar dengan jelas.

News :

Rilis Berita-Berita Penting yang menggerakan pasar secara signifikan seperti misalnya NFP, GDP, Retail Sales, dsb. seringkali menjadi hantaman telak untuk sinyal Price Action. jadi disarankan untuk tetap mengikuti Kalender Ekonomi.

Sekian dan Singkat saja, Semoga Bermanfaat.

Happy Trading & Good Luck!

Share :

CONVERSATION