-->

Abaikan Jika Melihat Iklan Binary Options (Opsi Biner) pada Situs ini, Baca : Perbedaan Forex dengan Binary Options

Daftar Akun XM
image3

Memilih Gaya Waktu Trading yang Tepat

Daftar Akun Exness

Gaya Waktu Trading apa yang Paling Efektif untuk Anda ?



1. SCALPER :

Gaya atau Teknik Trading dengan Tingkat Frekuensi paling tinggi diantara teknik lainnya, Trader yang menerapkan Teknik Scalping disebut Scalper.



Dimana Scalper akan melakukan eksekusi order dengan memanfaatkan Pergerakan-Pergerakan Kecil yang umumnya menggunakan Timeframe kecil seperti M1, M5, M15 dan M30. nah karena inilah Scalper ini memiliki tingkat Frekuensi Trading yang sangat tinggi, yang dikarenakan periode pembukaan dan penutupan posisi order bisa terjadi dalam kurun waktu sangat cepat bahkan dalam hitungan menit, yang dalam sehari bisa terjadi Puluhan bahkan Ratusan Posisi.

Gaya Trading ini cocok untuk anda yang memiliki waktu luang 3-4 Jam atau lebih setiap harinya yang tentunya dengan kondisi yang tenang untuk bisa fokus pada pergerakan Chart pada Timeframe kecil.

Modal Trading sebenarnya bukanlah acuan terhadap pemilihan Gaya Trading, namun Teknik Scalping ini memang merupakan pilihan Teknik Trading terdekat untuk Trader dengan Modal Kecil Kisaran $10 s/d $100, untuk Trader dengan Modal $100 keatas hingga ribuan dollar bukan berarti tidak akan melakukan Scalping, biasanya dengan modal yang lebih besar seperti itu Trader akan lebih berani untuk melebihkan jumlah posisi dan volume lot sesuai ukuran kekuatan Balance.

Baca Juga :


Dalam penerapannya Trader harus cekatan dalam mengeksekusi open/close posisi tanpa menyesal apalagi panik, tidak ada istilah terlalu cepat menutup posisi, karena kembali pada konsep scalping yang memang memanfaatkan pergerakan-pergerakan kecil secara berulang.

Saat menerapkan Teknik ini sebaiknya tetap memperhatikan kalender ekonomi untuk warning terhadap news yang memiliki Impact besar.

Peluang Profit pada Teknik ini tidak bisa dianggap Remeh, Berikut Contoh Ilustrasi Peluang Profit Teknik Scalping :

  • Contoh Anda melakukan Trading dengan Balance $100, yang dimana jika menggunakan teknik scalping sebaiknya jangan melakukan order lebih dari 10 posisi dengan volume 0.01 lot perposisi jika perhitungan resiko $5 perposisi. namun apabila menggunakan volume 0.02 lot maka jangan melebihi 5 posisi.
  • Tidak perlu mengatur TP pada Teknik ini, yang tetap wajib adalah batasi resiko dengan memasang Stop Loss (SL) pada setiap posisi.
  • Jika seumpama setiap 5 Menit bisa menutup atau menyelesaikan posisi dengan Profit $0.50 s/d $1 saja (rata-rata anggap $0.75), maka perhitungan rata-rata profit dalam 1 jam adalah $9, jika berjalan konsisten selama 5 jam, maka $9 x 5 jam = $45. bagaimana jika penutupan bisa sering diatas $1 bahkan dibawah 5 menit, apalagi melakukan lebih dari 5 jam, eitssss, hati-hati pada hal ini. menambah jam terbang trading tidak menjamin akan memberikan profit yang lebih tinggi, be wise.

Sepertinya terdengar mudah ya ilustrasi diatas, jujur tidak pada prakteknya. kemampuan risk management, pengendalian emosi, jumlah posisi, volume lot, kecekatan pembukaan dan penutupan posisi benar-benar dituntut kedisiplinannya.

Kesalahan Trader yang sering dilakukan dalam menerapkan teknik Scalping ini adalah tidak mengontrol emosi dan terlalu banyak membuka posisi tanpa memperhitungkan total risk, terjebak pada leverage besar, sehingga berujung dengan margin call.

Baca Juga :


2. DAY TRADER

Nah, Lanjut yang kedua adalah Day Trading, dimana Trader dengan Teknik ini akan mulai Menggunakan acuan Timeframe yang lebih besar dalam menentukan Trend dan Rencana Order, biasanya menggunakan Timeframe H1 & H4.


Day Trader ini cenderung akan fokus pada arah trend pergerakan yang sedang terjadi, tidak lagi mencari kesempatan pada pergerakan-pergerakan kecil seperti Scalper.

Dari segi Prinsip hampir sama dengan Scalper, yang berharap dan memastikan Kondisi Trading dalam hitungan Hari. bedanya adalah dimana Scalper bisa atau mau untuk terus memperhatikan Chart dan melakukan banyak eksekusi order secara continue, sedangkan Day Trader biasanya hanya akan membuka 1 atau 2 posisi dengan Trading Plan berdasarkan Teknikal ataupun Fundamental yang matang.

Pada umumnya Day Trader akan lebih memilih untuk membuka posisi dengan mengikuti arah Trend. Peletakan titik Fokusnya adalah kapan saat yang tepat untuk membuka posisi dengan tingkat resiko dan target profit yang terukur.

Teknik ini cocok untuk anda yang sudah sibuk dengan Pekerjaan utama anda, sehingga Aktivitas Trading tidak perlu menganggu waktu bekerja anda, juga sebaliknya dalam bekerja anda tidak perlu memperhatikan chart terus menerus.

Hanya saja untuk Teknik ini, perlu untuk memperhatikan kemampuan anda dalam melakukan analisa baik secara Teknikal ataupun Fundamental.


3. SWING TRADER

Kemudian untuk Swing Trader, tidak tentu Timeframe besar atau Kecil yang akan digunakan, karena teknik ini fokus pada titik-titik Reversal, entah pada pergerakan bearish ataupun bullish, Fokus Swing Trader akan tetap mencari kesempatan untuk melakukan eksekusi order pada titik tertinggi atau terendah.


Dari segi Waktupun Swing Trader ini tidak menentu, karena Swing Trader biasanya memiliki keyakinan yang sangat kuat terhadap TP (Target Profit) yang diharapkan.

Indikator Andalan Swing Trader ini biasanya adalah Fibonacci Retracement. Indikator yang membantu Swing Trader dalam menentukan Level atau titik Stop Loss dan Target Profit, yang akan menghasilkan istilah TP1, TP 2, dst.


Teknik ini masih sama seperti pilihan Day Trader, cocok untuk anda yang sudah sibuk dengan pekerjaan utama atau mungkin memang tidak betah melihat chart terlalu lama.


4. POSITION TRADER

Terakhir adalah Position Trader, Teknik yang cenderung akan mengandalkan analisa Fundamental, namun tetap menggunakan Analisa Teknikal dan Sentimen Pasar sebagai Konfirmasi.


Trader dengan Teknik ini biasanya bisa menahan posisi hingga mingguan bahkan bulanan atau tahunan. dengan level stop loss yang biasanya ratusan pips, ratio risk/reward umumnya minimal 1:1.

Keyakinan Akurasi Trading Plan Trader ini jelas sangat tinggi, sangat banyak aspek yang diperhatikan untuk Trader menentukan level pembukaan order, baik mengacu pada Fundamental, Teknikal, Sentimen Pasar, dll.

Nah, jadi yang mana nih Gaya Trading yang paling cocok buat Waktu Anda ?

Pemilihan Gaya atau Teknik Trading ini sangat penting terhadap Kondisi Trading anda secara berlanjut. anda tidak boleh bosan dalam memastikan apakah Gaya atau Teknik Trading sudah yang paling tepat untuk kecendrungan pribadi anda, terutama dalam hal waktu, karena ini akan berkaitan erat dengan kondisi psikis anda dalam melakukan Trading.

Karena sering terjadi, Trader yang sebelumnya sudah mematangkan Gaya Tradingnya pada Akun Demo, pada akhirnya justru menjadi tidak konsisten lagi saat sudah menggunakan Akun Real. memang benar bahwa ada kalanya gaya trading perlu dirubah untuk mengalami kondisi market tertentu, namun bukan berarti mencoba-coba pada akun real tanpa memikirkan perubahan tingkat Resiko.

Contoh Kasus :

Anda telah menetapkan Teknik Day Trading, dengan memadukan Analisa Fundamental dan Teknikal sebagai Konfirmasi Pembukaan Posisi, setelah melakukan Order dan kemudian posisi mengalami floating minus, tanpa memikirkan tingkat resiko anda menambah posisi baru yang bertujuan menyelamatkan posisi yang sedang floating minus tersebut.

Entah posisi baru dengan melawan posisi sebelumnya (Hedging) ataupun masih sama dengan arah posisi sebelumnya, maka sebenarnya anda sudah melanggar Trading Plan anda sendiri. secara tidak langsung bisa dikatakan menyelipkan Scalping pada Day Trading, syukur-syukur jika akhirnya sesuai harapan bisa menyelamatkan posisi, dimana sebenarnya peningkatan resiko jauh lebih perlu dihindari.

Jadi sebaiknya jangan menambah posisi pada Kondisi tersebut ?

  • Tidak juga apabila penambahan posisi baru tersebut berdasar pada hal yang bisa anda yakini dan diterima konsekuensi resikonya, jangan sampai hanya karena tertekan pada berita dan diskusi ya.
  • Pastikan tingkat resiko terukur sehingga tidak sampai menjadikan Trading anda berakhir dengan Margin Call.
  • Alternatif mungkin lebih baik dengan memindahkan Stop Loss dan mencari Peluang pada Pair Lain saja.

Jangan memaksakan penerapan Teknik Scalping pada saat sedang sibuk, dan sebaiknya juga jangan menerapkan Teknik Day Trading bersamaan dengan Scalping dalam satu akun yang sama, hal ini bisa merusak Money Management.

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

KATEGORI KONTEN : Trading

BAGIKAN :

CONVERSATION

Daftar Akun XM