-->

Abaikan Jika Melihat Iklan Binary Options (Opsi Biner) pada Situs ini, Baca : Perbedaan Forex dengan Binary Options

Daftar Akun XM
image3

15 Istilah dalam Fundamental yang perlu dipahami

Daftar Akun Exness

Istilah-Istilah Fundamental ini perlu dipahami untuk menghindari kesalah-pengertian yang dapat mengakibatkan keputusan dalam melakukan Entry.


Berikut ini adalah beberapa istilah-istilah yang sering muncul atau digunakan pada Rilis Data atau Berita Ekonomi :

1. Federal Reserve (The Fed)


Dalam Rilis Berita, terutama yang ada kaitannya dengan Dolar AS, akan sering disebutkan Federal Reserve AS atau yang disingkat dengan The Fed, FED, atau FRB. Federal Reserve AS ini adalah lembaga yang berperan sebagai bank sentral Amerika Serikat. Seperti bank-bank sentral pada umumnya, The Fed berwenang mengubah suku bunga atau mengutak-atik kebijakan moneter negeri Paman Sam.

2. Unemployment Change (Tingkat Pengangguran)


Sebuah indikator yang mengukur jumlah pengangguran suatu negara selama satu bulan, satu kuartal, dan satu tahun. salah satu data paling berpengaruh dalam forex adalah data pengangguran di Amerika Serikat, jika nilai pengangguran di AS meningkat, maka biasanya nilai mata uang USD akan melemah, sehingga mendorong penguatan mata uang lainnya yang diperdagangkan terhadap USD.

3. Reserve Bank of Australia (RBA)


RBA adalah bank sentral Australia, sama seperti The Fed, kebijakan moneter dari bank sentral Australia akan memengaruhi nilai Dolar Australia.

4. GDP (Gross Domestic Product)


Dalam Bahasa Indonesia disebut Produk Domestik Bruto (PDB), indikator ini digunakan untuk mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara, pengaruh data GDP sangat krusial, karena angka GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan oleh perekonomian suatu negara dalam periode waktu tertentu, jika GDP menyusut, biasanya nilai tukar mata uang negara tersebut akan cenderung melemah, dan sebaliknya jika GDP meningkat, biasanya nilai tukar mata uang negara tersebut akan menguat.

5. Retail Sales (Penjualan Ritel)


Parameter untuk mengetahui level pengeluaran konsumen untuk berbelanja barang-barang eceran, data ini sangat penting karena mengukur seberapa aktif ekonomi negara tersebut bergerak. tumbuhnya Penjualan Ritel mencerminkan kekuatan daya beli konsumen, kesehatan ekonomi secara keseluruhan, dan kecenderungan naiknya tingkat inflasi, kuatnya perekonomian akan mendorong kenaikan nilai mata uang negara tersebut.

6. Commodity Prices (Harga Komoditas)


Merupakan sebuah indikator yang mengukur nilai pertumbuhan harga komoditi ekspor, biasanya mata uang yang terpengaruh oleh data Harga Komoditas adalah Dolar Australia (AUD), Dolar New Zealand (NZD), dan Dolar Kanada (CAD). Ketiga mata uang ini masuk dalam jajaran Dolar Komoditas, sehubungan dengan eratnya hubungan pertumbuhan ekonominya dengan ekspor komoditas tertentu.

7. PMI (Purchasing Managers Index)


Indikator iklim bisnis di suatu kawasan, indeks terdiri dari gabungan dari lima unsur yaitu : pesanan baru, persediaan, produksi, pengiriman, dan tenaga kerja. apabila angka indeks di atas 50, berarti bisnis mengalami ekspansi, sedangkan jika angka di bawah 50 berarti bisnis mengalami perlambatan. indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.

8. Pending Home Sales


Indikator yang mengukur aktivitas bisnis properti di suatu negara, data ini mengukur aktivitas pembuatan perjanjian pembelian rumah, baik rumah yang bangunannya sudah berdiri, kondominium, ataupun jenis rumah lainnya, rilis data ini biasanya memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap pergerakan mata uang Dolar AS.

9. Non Farm Payroll (NFP)



Adalah data yang menunjukkan perubahan jumlah tenaga kerja Amerika Serikat di semua sektor dengan pengecualian pegawai pemerintah, pegawai rumah tangga, pegawai yang bekerja pada organisasi LSM (non-profit/nirlaba), dan karyawan sektor pertanian. data ini merupakan data ekonomi yang paling berpengaruh di forex, Dolar AS sangat sensitif dengan rilis data NFP AS.

10. Unemployment atau Jobless Claims (Klaim Pengangguran)


Sebuah indikator yang menghitung jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran, perlu diketahui bahwa di negara-negara maju, pengangguran memiliki hak untuk mendapatkan tunjangan. namun semakin banyak jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran maka semakin tinggi juga tingkat pengangguran nantinya., data Unemployment Claim di AS biasanya dirilis mingguan, sedangkan data serupa di Inggris yang disebut Claimant Count Change dipublikasikan dalam periode bulanan.

11. Consumer Price Index (CPI)



Biasanya ditulis sebagai indikator Tingkat Inflasi saja, indikator ini mengukur persentase kenaikan harga barang dan jasa secara terus menerus dalam suatu periode waktu tertentu, apabila inflasi terlalu rendah atau bahkan minus, maka itu mengindikasikan kondisi ekonomis edang tidak baik. namun apabila inflasi naik terlalu tinggi maka biasanya perlu diimbangi oleh Bank Sentral dengan menaikkan Suku Bunga, dan kenaikan Suku Bunga tersebut dapat memperkuat mata uang negara yang bersangkutan.

12. Import Price Index (Indeks Harga Impor)


Indikator yang menghitung persentase kenaikan harga (inflasi) dari barang-barang yang diimpor, data ini tidak besar pengaruhnya terhadap mata uang, tetapi termasuk indikator awal untuk memantau tingkat inflasi dan suku Bunga.

13. Consumer Confidence (Kepercayaan Konsumen)


Sebuah indikator statistik yang mengukur kesehatan ekonomi secara keseluruhan, melalui survei yang dilakukan terhadap opini para konsumen. konsumen akan ditanyakan perihal penilaian mereka tentang kondisi finansial mereka saat ini, kondisi ekonomi dalam jangka pendek, dan prospek pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

14. Hawkish - Dovish


Istilah yang seringkali muncul dalam berita mengenai kebijakan moneter bank sentral. Hawkish adalah pernyataan kebijakan moneter yang merujuk pada kecenderungan untuk menaikkan suku bunga, sedangkan sebaliknya Dovish adalah pernyataan kebijakan moneter yang merujuk pada keengganan untuk menaikkan suku bunga. siapa yang mengeluarkan pernyataan ? umumnya adalah ketua bank sentral atau pejabat-pejabat penting sebuah bank sentral.

15. Rapat FOMC


FOMC Meeting atau Rapat FOMC adalah rapat kebijakan moneter yang digelar oleh Bank Sentral AS (The Fed), istilah rapat FOMC ini memang khusus untuk bank sentral AS saja, karena bank-bank sentral lainnya punya istilah untuk komite rapat kebijakan moneternya sendiri seperti misalnya Monetary Policy Meeting (MPC) di Bank Sentral Inggris (Bank Of England), atau Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Bank Indonesia.

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

KATEGORI KONTEN : Trading

BAGIKAN :

CONVERSATION

Daftar Akun XM