Abaikan Jika Melihat Iklan Binary Options (Opsi Biner) pada Situs ini, Baca : Perbedaan Forex dengan Binary Options

Daftar Akun XM
image3

Apa itu Resesi ? Trader perlu memperhatikan ?

Daftar Akun Exness

Terpuruknya Aktivitas Ekonomi secara Signifikan dalam jangka Panjang


National Bureau of Economic Research (NBER) mendefinisikan resesi sebagai periode jatuhnya aktivitas ekonomi, tersebar di seluruh ekonomi dan berlangsung selama lebih dari beberapa bulan.

Secara umum, dalam pengertian sederhananya resesi adalah ketika ekonomi menurun secara signifikan, setidaknya selama enam bulan. dan penurunan itu biasanya menyerang lima indikator ekonomi, yaitu PDB riil, pendapatan, pekerjaan, manufaktur, dan penjualan ritel.

Resesi juga sering didefinisikan ketika tingkat pertumbuhan PDB negatif untuk dua kuartal berturut-turut atau lebih, namun resesi bisa saja terjadi sebelum laporan PDB triwulanan keluar.

Indikator yang paling penting dalam penentuan atau menyimpulkan resesi adalah PDB riil, ketika tingkat pertumbuhan PDB riil berubah negatif, itu bisa menjadi tanda resesi. namun terkadang pertumbuhan negatif akan berubah positif pada kuartal berikutnya. jadi cukup sulit untuk mengatakan apakah suatu negara sedang berada dalam resesi berdasarkan PDB saja, maka dari itu diperlukan beberapa nilai indikator sebagai konfirmator untuk bisa menyimpulkan terjadinya resesi (ketika indikator-indikator ekonomi lainnya menurun, PDB juga akan turun)

Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh banyak faktor yang tidak bisa dikendalikan, seperti mekanisme pasar, dsb. maka dari itu ada saatnya perekonomian suatu negara memasuki masa resesi.

Dampak Resesi


Resesi dapat mengakibatkan ledakan pengangguran yang sangat luas, bahkan terkadang bisa mencapai 10%, ketika tingkat pengangguran meningkat, maka daya beli akan runtuh dan banyak bisnis tumbang.

Resesi ekonomi akan menimbulkan efek domino pada masing-masing kegiatan ekonomi, ketika investasi mengalami penurunan, maka tingkat produksi atas produk atau komoditas juga akan menurun.

Terjadinya resesi ekonomi sering kali diindikasikan dengan menurunnya harga-harga yang disebut dengan deflasi, atau sebaliknya inflasi di mana harga-harga produk atau komoditas dalam negeri mengalami perubahan secara tajam.

Jika tidak segera diatasi, resesi akan berlangsung dalam jangka waktu panjang hingga menjadi depresi ekonomi yang bisa berakibat pada kebangkrutan ekonomi atau ekonomi kolaps. jika ekonomi suatu negara sudah sampai pada tahap ini, maka pemulihan ekonomi akan lebih sulit dilakukan.

Dalam sejarah perekonomian dunia, tidak sedikit negara yang pernah mengalami resesi, krisis ekonomi yang menghantam negara-negara Uni Eropa pada tahun 2008-2009 mengakibatkan setidaknya 17 negara di kawasan tersebut memasuki masa resesi, beberapa di antaranya adalah Yunani, Perancis, Portugal, Republik Siprus, Spanyol, Irlandia, dan Italia.


Tahun 2010, kelesuan ekonomi juga melanda negara Thailand, negara yang dikenal dengan julukan negeri Gajah Putih ini mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal berturut-turut, hal ini disebabkan oleh produk domestik bruto negara tersebut yang terus merosot.


Resesi tidak hanya menghantam negara-negara berkembang, resesi ekonomi juga pernah dialami oleh Rusia yang dikenal sebagai negara super power tandingan Amerika Serikat.


Resesi sepanjang tahun 2015 di Rusia dipicu oleh pencapaian produk domestik bruto yang rendah sebab pasar modal dunia menolak perusahaan-perusahaan dari Rusia yang akibatnya tingkat inflasi tinggi bahkan berujung negara mengalami defisit anggaran.

Jadi para Trader khususnya yang fokus pada analisa Fundamental, cukup penting ya untuk memperhatikan perkembangan informasi resesi, karena tentu akan sangat mempengaruhi nilai tukar mata uang negara terkait.

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

KATEGORI KONTEN : Trading

BAGIKAN :

CONVERSATION

Daftar Akun XM