informasi investasi, informasi saham, informasi forex, informasi kripto, informasi saham hari ini, informasi forex hari ini, informasi kripto hari ini, fundamental saham, fundamental forex, fundamental kripto, berita investasi, berita saham, berita forex, berita kripto, berita saham hari ini, berita forex hari ini, berita kripto hari ini, artikel investasi, artikel saham, artikel forex, artikel kripto, prediksi saham, prediksi forex, prediksi kripto, analisa saham, analisa forex, analisa kripto, trading saham, trading forex, trading kripto, belajar trading saham, belajar trading forex, belajar trading kripto, panduan trading saham, panduan trading forex, panduan trading kripto, tips trading saham, tips trading forex, tips trading kripto.

Aturan dalam menggunakan Indikator Stochastic Oscillator

Published at December 2019
Category : Forex
Trading di Akhir Pekan dengan Exness
Beli Kripto pakai Kartu Kredit
Beli Kripto pakai Gopay
Beli Kripto pakai OVO
Beli Kripto dengan Paypal dan 350+ Metode Pembayaran lainnya

Indikator Berjenis Oscillator yang Sederhana untuk Mengukur Momentum, diciptakan oleh George  C. Lane  pada akhir Tahun 1950-an.



Indikator ini akan menunjukkan saat-saat dimana pergerakan harga telah mencapai keadaan overbough atau oversold. keakuratannya yang teruji lebih dari 50 tahun menjadikannya salah satu indikator yang masih diandalkan oleh banyak trader hingga sampai saat ini.

Terdapat dalam beberapa variasi, namun yang paling sering digunakan adalah slow stochastic. yang terdiri dari 2 garis kurva seperti moving average, satu diantaranya memang moving average).



Pergerakan kurva tersebut dibatasi oleh level 0 hingga 100 yang menunjukkan persentasi nilai indikator tersebut., kedua garis kurva tersebut adalah %K yang biasanya ditampilkan dengan warna biru, dan garis %D yang ditampilkan dengan warna merah. %D adalah nilai rata-rata (moving average) dari %K, sehingga pergerakannya lebih lambat (lagging).

Biasanya trader akan memperhatikan pergerakan ke 2 garis kurva ini untuk mengidentifikasi trend yang sedang terjadi, indikator ini memberi sinyal ketika momentum pergerakan harga sedang melemah yang merupakan isyarat akan terjadinya koreksi ataupun perubahan trend.

Aturan dalam Penggunaan :

  • Jangan merespon setiap sinyal yang muncul, cermati sinyal yang probabilitasnya paling kuat, seperti pada indikator stochastic oscillator yang dibatasi oleh level 0 hingga 100, biasanya keadaan overbought terjadi jika garis kurva %K telah melampaui level 80, dan keadaan oversold terjadi jika garis kurva %K telah berada dibawah level 20.
  • Perhatikan trend pada timeframe yang lebih tinggi untuk menghindari false signal, ketika harga sedang trending dengan kuat misalnya dalam kondisi uptrend, dan indikator stochastic oscillator juga menunjukkan keadaan overbought pada timeframe yang lebih rendah, sebaiknya tunggu hingga stochastic oscillator menunjukkan keadaan oversold pada timeframe yang lebih rendah untuk memutuskan entry buy.

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

Share :

CONVERSATION