informasi investasi, informasi saham, informasi forex, informasi kripto, informasi saham hari ini, informasi forex hari ini, informasi kripto hari ini, fundamental saham, fundamental forex, fundamental kripto, berita investasi, berita saham, berita forex, berita kripto, berita saham hari ini, berita forex hari ini, berita kripto hari ini, artikel investasi, artikel saham, artikel forex, artikel kripto, prediksi saham, prediksi forex, prediksi kripto, analisa saham, analisa forex, analisa kripto, trading saham, trading forex, trading kripto, belajar trading saham, belajar trading forex, belajar trading kripto, panduan trading saham, panduan trading forex, panduan trading kripto, tips trading saham, tips trading forex, tips trading kripto.
image3

Isaac Newton seorang Trader ?

Published at December 2019
Content Category : Forex
Tokocrypto Powered by Binance

Petualangan Investasi Isaac Newton ini terungkap dalam kutipan buku The Intelligent Investor yang diulas oleh Business Insider.


Pada Musim Semi 1720, Sir Isaac Newton memiliki saham di South Sea Company, saham paling populer di Inggris pada saat itu.

Karena merasa bahwa pasar mulai tak terkendali, fisikawan ini menyatakan bahwa ia bisa memperhitungkan pergerakan benda-benda langit, tetapi tak bisa memperhitungkan kegilaan massa.


Newton kemudian melepas saham tersebut dan mengantongi profit 100% senilai total £7,000. namun, beberapa bulan kemudian, terhasut oleh antusiasme pasar, Newton masuk kembali pada level harga yang jauh lebih tinggi dan mengalami kerugian sekitar £20,000 (sekitar lebih dari 3 juta Dolar AS berdasarkan nilai uang saat ini).



Sepanjang sisa hidupnya, ia melarang siapapun untuk menyebutkan kata South Sea di hadapannya.

South Sea Company


Perusahaan yang didirikan pada tahun 1711 untuk mengkonsolidasikan utang nasional Inggris, serta memegang monopoli perdagangan dengan Amerika Selatan dan kawasan sekitarnya, terutama dalam perdagangan budak.

Kenaikan saham mereka pada dasarnya didorong oleh insider trading yang dilakukan oleh sejumlah pejabat tinggi Inggris pada saat itu, tetapi mengakibatkan bubble yang menghebohkan dunia.

Saat bubble itu pecah, banyak pejabat yang kekayaannya disita karena ketahuan melakukan rekayasa, sedangkan para investor yang hanya ingin ikut-ikutan ambil untung (termasuk Isaac Newton) tidak bisa mendapatkan kembali uang mereka.

Sementara itu, perusahan pesaing terdekatnya di bidang konsolidasi utang negara justru berhasil mengokohkan kredibilitasnya dan kini dikenal sebagai Bank of England.

Baca Juga :  Mengenal Bank Sentral Ingris (BOE)

Belajar dari kerugian Isaac Newton

Kecerdasan atau IQ tidak ada hubungannya dengan kesuksesan seseorang di dunia investasi, dan selalu mengendalikan emosi agar tidak tergoyahkan oleh euforia pasar.

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

Bagikan :

CONVERSATION