Trading dengan Broker Terbaik

Jangan berdebat dengan orang yang tidak melakukan Trading.

Berdebat dengan seseorang yang dia sendiri bukan pelakunya tentu hanya akan membuang-buang waktu.

Tidak mendengarkan berbeda ya dengan tidak perlu berdebat, jangan menelan mentah-mentah berarti kita tidak perlu mengikuti saran seseorang. karena bagaimanapun, saran acapkali timbul karena adanya kepedulian, dan itu sangat penting sebagai bahan mengoreksi diri.

Dalam hal trading, trader biasanya akan antusias jika berdebat masalah Forex bukan judi, jika dengan orang yang sudah pernah trading dan loss ya wajar dan harap maklum karena kesimpulan yang paling mudah untuk mengobati kerugiannya adalah mengatakan trading itu judi dan dia tertipu, tanpa bercermin bagaimana dia memperlakukan trading. kalau mindset sudah judi, apa saja akan diperlakukan seperti judi.

Kenapa jangan berdebat dengan orang yang tidak melakukan Trading ?

Sebenarnya sederhana saja, trading itu didalamnya kan sangat luas. nah bagian mana yang dia mengerti dan dijadikan dasar untuk debat dengan kamu yang sudah melakukan  trading ?, dari situ saja sebenarnya kita sudah bisa mengukur dan menentukan respon.

Dan sebenarnya kalau ditarik mundur definisi judi terhadap trading forex ini memang ambigu.

Mau Bilang Judi adalah sesuatu yang dilakukan tanpa perencanaan dan pengetahuan terkait apa yang dilakukan ? itu orang-orang yang sabung ayam siang malam siapin ayamnya sebelum diadu, dan ngerti banget masalah ayam, judi kartu ya sama pelakunya pasti sudah ngerti cara dan aturan mainnya.

Atau mau bilang Judi adalah sesuatu tindakan yang Resikonya tidak bisa dibatasi ? para pelakunya kan sudah tau kalau kalah rugi berapa, masalah tidak bisa dibatasi ini ya suka-suka dia.

Non Trader bisa sedikit lebih unggul jika menggunakan Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 303 ayat (3) yang mendefenisikan :

judi adalah tiap-tiap permainan yang mendasarkan pengharapan buat menang pada umumnya bergantung kepada untung-untungan saja dan juga kalau pengharapan itu jadi bertambah besar karena kepintaran dan kebiasaan permainan. Termasuk juga main judi adalah pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain, yang tidak diadakan oleh mereka yang turut berlomba atau bermain itu, demikian juga segala permainan lain-lainnya.

Kenapa ? 

Karena pada undang-undang diatas tercantum "pengharapan itu jadi bertambah besar karena kepintaran dan kebiasaan permainan. Termasuk juga main judi adalah pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain, yang tidak diadakan oleh mereka yang turut berlomba atau bermain itu, demikian juga segala permainan lain-lainnya"

Dalam Trading Forex, tentu broker memang tidak ikut melakukan trading, karena mereka mencari keuntungan dari biaya-biaya seperti spread, komisi atau swap. kecuali Broker Bandar, yang akan melawan order para trader.

Dan dalam trading juga dituntut kebiasaan (pengalaman) trader yang akhirnya membentuk wawasan akan seluk beluk trading hingga bisa mencapai (terbentuk) konsistensi kondisi trading yang diharapkan.

Namun jika ditelisik lebih dalam lagi, maka lanjutannya : Dalam penjelasan Pasal 1 Peraturan Pemerintah RI Nomor 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian. Antara lain adalah rolet, poker, hwa-hwe, nalo, adu ayam, adu sapi, adu kerbau, adu kambing, pacuan kuda dan karapan sapi.

Ada Tercantum Trading Forex ?

Mau dikaitkan dengan langkah Bappeti yang memblokir situs-situs Forex Luar Negeri ? yakin itu bukan kerjaan golongan tertentu dalam hal bersaing menjaring investor ?

Broker luar negeri itu sudah teregulasi dengan baik di negaranya, semua aktivitas didalamnya berada pada pengawasan yang ketat, Regulatornya pun juga tidak main-main seperti Badan Regulasi CFTC, NFA, FCA, FSA, FINMA, MIFID, ASIC dan FMA. kalau dibahas kesini jadi melebar kemana-mana, tapi memang ini faktanya. bahkan dimana sejatinya urusan Pemblokiran situs itu adalah kewenangan Kominfo, bukan Bappeti.

Semoga Bermanfaat :)

Published at December 2019
Tags : Finance Forex Trading