informasi investasi, informasi saham, informasi forex, informasi kripto, informasi saham hari ini, informasi forex hari ini, informasi kripto hari ini, fundamental saham, fundamental forex, fundamental kripto, berita investasi, berita saham, berita forex, berita kripto, berita saham hari ini, berita forex hari ini, berita kripto hari ini, artikel investasi, artikel saham, artikel forex, artikel kripto, prediksi saham, prediksi forex, prediksi kripto, analisa saham, analisa forex, analisa kripto, trading saham, trading forex, trading kripto, belajar trading saham, belajar trading forex, belajar trading kripto, panduan trading saham, panduan trading forex, panduan trading kripto, tips trading saham, tips trading forex, tips trading kripto.

Memanfaatkan Kondisi Overbought dan Oversold

Published at December 2019
Category : Forex
Trading di Akhir Pekan dengan Exness
Beli Kripto pakai Kartu Kredit
Beli Kripto pakai Gopay
Beli Kripto pakai OVO
Beli Kripto dengan Paypal dan 350+ Metode Pembayaran lainnya

Harga yang naik dan mencapai level tertentu akan mengalami kondisi jenuh beli atau overbought, dan sebaliknya harga yang turun hingga level tertentu akan mengalami keadaan jenuh jual atau oversold.


Pada kondisi overbought atau oversold kemungkinan yang akan terjadi adalah koreksi, atau pembalikan arah pergerakan harga (reversal). kedua kemungkinan tersebut bisa dikonfirmasi dengan indikator seperti RSI (Relative Strength Index), jika terkonfirmasi dengan benar, maka kondisi overbought dan oversold ini adalah peluang trading yang bagus.

Kondisi overbought atau jenuh beli menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan uptrend yang signifikan dan konsisten tanpa mengalami koreksi yang berarti. sedangkan sebaliknya keadaan oversold atau jenuh jual menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan downtrend yang signifikan dan konsisten tanpa mengalami koreksi yang berarti.

Karena harga tidak akan terus menerus naik atau turun, pada level tertentu akan berbalik arah. nah level dimana harga kemungkinan besar akan berbalik arah inilah merupakan level overbought atau oversold.

Sering kali harga bergerak sideways (ranging) pada level-level tersebut dalam waktu yang lama sebelum mulai berbalik arah. pada penggunakan indikator RSI untuk mengidentifikasi keadaan overbought dan oversold (umumnya dengan periode standard 14), aturannya sederhananya adalah ketika RSI telah mencapai level 70 maka akan dianggap overbought dan kemungkinan akan terjadi koreksi ke bawah, sebaliknya jika level RSI mencapai 30 maka harga dianggap telah oversold dan kemungkinan akan terjadi koreksi ke arah atas.

Tapi tidak semudah itu untuk menentukan posisi order, perlu pertimbangan tertentu untuk menghadapi kondisi dimana saat indikator RSI telah menunjukkan keadaan overbought atau oversold, tapi harga masih bergerak naik atau turun dengan kencang. maka sebaiknya untuk menghadapi kondisi ini adalah menunggu dan memastikan level RSI telah memotong garis level 70 dari atas ke bawah untuk kasus overbought dan sebaliknnya sudah memotong garis level 30 dari bawah ke atas untuk kasus oversold.

Terkonfirmasinya kondisi overbough berarti adalah peluang untuk melakukan order sell, sebaliknya jika terkonfirmasi kondisi oversold berarti adalah peluang untuk melakukan order buy.


Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!


Share :

CONVERSATION