Abaikan Jika Melihat Iklan Binary Options (Opsi Biner) pada Situs ini, Baca : Perbedaan Forex dengan Binary Options

Daftar Akun XM
image3

Mengenal Data CPI dan PPI serta Pengaruhnya dalam Pasar Forex

Daftar Akun Exness

2 Indikator Fundamental yang perlu diperhatikan Trader


CPI adalah Kependekan dari Consumer Price Index, indikator fundamental yang digunakan oleh banyak negara untuk mengukur tingkat inflasi dan sering kali dipakai sebagai patokan kebijakan.

Sedangkan PPI adalah kependekan dari Producer Price Index, indeks yang mengukur perubahan pada harga jual yang diterima oleh produsen barang dan jasa di suatu negara dalam suatu periode tertentu. sama seperti CPI, PPI juga merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk memperkirakan tingkat inflasi.

Data CPI seringkali diamati oleh para pejabat pengambil keputusan dan pelaku pasar finansial, negara-negara industri maju maupun negara berkembang seperti Indonesia selalu memantau tingkat inflasi dari waktu ke waktu, informasi mengenai tingkat inflasi pada suatu periode tertentu diperoleh dari perubahan harga di tingkat konsumen maupun tingkat produsen, di tingkat konsumen dinamakan CPI, sedangkan di tingkat produsen disebut PPI (Producer Price Index).

CPI 


CPI adalah perubahan harga rata-rata di tingkat konsumen pada sejumlah jenis barang dan jasa tertentu. di Amerika Serikat, pengukuran CPI dibagi atas dua kelompok populasi besar, yaitu keluarga atau individu perkotaan yang dinamakan CPI-U (CPI-Urban) dan pekerja kantoran (clerical worker) yang disebut CPI-W.

Agar ada acuan angka untuk diperbandingkan, Bureau of Labor Statistics  (BLS) AS menggunakan referensi dasar pada rata-rata perubahan level harga atau indeks rata-rata selama 36 bulan, dari tahun 1982 sampai dengan 1984, angka referensi dasar tersebut adalah 100.

Selanjutnya, BLS melakukan pengukuran dengan formula yang dibuat berdasarkan bilangan referensi dasar tersebut. misalnya jika CPI sama dengan 110, berarti ada kenaikan tingkat harga-harga sebesar 10%, dan apabila CPI 90, berarti terjadi penurunan10%.

Tentu saja hasil pengukuran tersebut tidak dibuat berdasarkan data yang detail dan menyeluruh, tetapi diasumsikan cukup bisa mewakili perubahan tingkat harga pada kedua populasi besar tersebut. CPI diukur berdasarkan kategori barang dan jasa yang dikonsumsi oleh dua populasi besar di atas.

Laporan CPI biasanya memuat dua jenis data, yaitu, CPI inti (Core CPI) dan CPI total (Headline CPI). CPI Inti tidak memperhitungkan kategori barang makanan dan minuman, bahan bakar kompor gas dan bahan bakar mobil yang fluktuasi-nya cukup besar.

Rilis data CPI dinyatakan dalam persentasi perubahan dari data sebelumnya per bulan, dan total persentasi dalam setahun (12 bulan) dibandingkan dengan data tahun lalu atau year-over-year.

Pemerintah dan bank sentral selalu memonitor perubahan CPI dari waktu ke waktu sebagai patokan utama untuk mengetahui tingkat inflasi. di samping beberapa indikator fundamental lainnya, bank sentral selalu melihat pada perubahan indikator CPI dan PPI dalam menentukan tingkat suku bunga.

Jadi inilah mengapa Trader penting untuk memperhatikan data ini, tidak jarang bank sentral menentukan arah kebijakan yang berdampak tinggi pada pasar finansial karena performa CPI negaranya.

PPI


Producer Price Index (PPI) termasuk salah satu indikator fundamental yang perubahannya setiap bulan diamati oleh pelaku pasar keuangan, dipasar forex khususnya, trader akan mengamati PPI dari Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan negara manapun yang mata uangnya diperdagangkan.

Producer Price Index (PPI) adalah indeks yang mengukur perubahan pada harga jual yang diterima oleh produsen barang dan jasa di suatu negara dalam suatu periode tertentu.

PPI merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk memperkirakan tingkat inflasi, PPI mengukur perubahan harga barang dan jasa dari perspektif penjual, berbeda dengan Consumer Price Index (CPI) yang memantau dari konsumen.

Dari segi data, perbedaan terletak pada angka mark-up, pajak penjualan dan biaya operasional produsen, selain itu perubahan harga di tingkat produsen akan berdampak langsung pada harga beli konsumen.

3 faktor untuk mengukur besaran Producer Price Index berdasarkan tingkatan proses produksi adalah :

  • Tingkatan bahan mentah (crude material)
  • Produk setengah jadi (intermediate)
  • Dan produk final (finished good)

Untuk bahan mentah disebut dengan PPI Commodity Index, yang mengukur perubahan harga bahan-bahan seperti biji besi, alumunium hingga kedelai dan gandum. pada tingkatan produk setengah jadi disebut dengan PPI Stage of Processing Index misalnya kertas, kulit, gula setengah jadi, dan lainnya.

Di negara-negara industri, PPI untuk produk final biasanya dinyatakan dalam PPI inti (Core PPI). PPI untuk produk final inilah yang dirilis tiap bulan dan digunakan sebagai referensi, PPI Inti ini tidak memperhitungkan item-item pada PPI Commodity Index yang volatilitasnya tinggi, yaitu bahan bakar dan bahan makanan, meski mengurangi akurasi PPI, namun PPI inti lebih bisa dipercaya sebagai referensi untuk jangka panjang, mengingat sering terjadinya ketidak-seimbangan permintaan dan penawaran bahan bakar dan makanan yang akan sangat mempengaruhi kalkulasi PPI untuk jangka panjang.

PPI merupakan indikator awal bagi harga barang dan jasa di tingkat distributor (Wholesale Price Index/WPI) dan CPI, perubahan harga di tingkat produsen akan langsung berdampak pada distributor, retailer, dan pada akhirnya konsumen.

Dari urutan kejadiannya, indikator PPI sebenarnya adalah yang pertama kali menunjukkan tingkat inflasi, sehingga biasa digunakan sebagai patokan untuk memprediksi angka CPI.

Dengan memperhatikan perubahan PPI, analis bisa mengetahui sebab perubahan CPI, jika misalnya CPI naik lebih cepat dari kenaikan PPI, maka tentunya ada faktor lain yang menyebabkan distributor dan retailer menaikkan harga jualnya, hingga inflasi meningkat lebih besar dari perkiraan.

Bagi konsumen dan investor, memperhatikan trend PPI maka bisa memprediksi arah inflasi, Terutama bagi investor. yang akibatnya inflasi memang tidak sedramatis crash di pasar, namun bisa menggerogoti return dan merusak portofolio investasi.

Kenaikan Producer Price Index mengindikasikan terjadinya peningkatan harga di tingkat produsen (inflasi), sekaligus menandakan pertumbuhan ekonomi. sebaliknya penurunan PPI mengindikasikan perlambatan inflasi.

Apabila perlambatan inflasi berlangsung terus menerus, maka dapat mengancam kondisi perekonomian keseluruhan yang tercermin dalam angka Gross Domestic Product (GDP) negatif.  Inflasi negatif, atau yang disebut juga sebagai deflasi, apabila berkepanjangan maka bisa menimbulkan resesi.

Ini tidak lantas berarti inflasi tinggi itu baik, apabila inflasi terlalu tinggi, maka biaya hidup masyarakat bakal membengkak dan berimbas buruk bagi perekonomian, yang terbaik adalah inflasi tumbuh moderat sesuai dengan target yang dipatok bank sentral (inflation targeting).

Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, maka ketika terjadi penurunan inflasi terus menerus, bank sentral akan berusaha dengan berbagai tindakan untuk mendongkrak inflasi ke level positif., misalnya dengan menurunkan suku bunga untuk mengimbanginya, sebaliknya jika inflasi melonjak tidak terkendali, maka bank sentral akan berupaya menaikkan suku bunga.

Pengaruhnya dalam Pasar Forex ?

  • Penurunan PPI mengindikasikan perlambatan CPI sehingga memberi tekanan untuk bank sentral menurunkan suku bunga, yang berimbas buruk terhadap nilai tukar mata uang negara terkait.
  • Sebaliknya kenaikan PPI mengindikasikan peningkatan CPI yang memberikan tekanan kepada bank sentral untuk menaikkan suku bunga yang mendukung penguatan nilai tukar mata uang negara terkait.

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

KATEGORI KONTEN : Trading

BAGIKAN :

CONVERSATION

Daftar Akun XM