informasi investasi, informasi saham, informasi forex, informasi kripto, informasi saham hari ini, informasi forex hari ini, informasi kripto hari ini, fundamental saham, fundamental forex, fundamental kripto, berita investasi, berita saham, berita forex, berita kripto, berita saham hari ini, berita forex hari ini, berita kripto hari ini, artikel investasi, artikel saham, artikel forex, artikel kripto, prediksi saham, prediksi forex, prediksi kripto, analisa saham, analisa forex, analisa kripto, trading saham, trading forex, trading kripto, belajar trading saham, belajar trading forex, belajar trading kripto, panduan trading saham, panduan trading forex, panduan trading kripto, tips trading saham, tips trading forex, tips trading kripto.
image3

Mengenal Pola Rising Wedge Dan Falling Wedge

Published at December 2019
Content Category : Forex Teknikal
Tokocrypto Powered by Binance

Mempelajari pola-pola harga atau Price Pattern adalah salah satu upaya untuk bisa mendapatkan sinyal trading langsung pada pergerakan harga yang sedang terjadi.


Kedua pola ini dapat dikenali dengan cukup mudah dan memiliki tingkat akurasi yang cukup baik jika diterapkan dengan benar.

Pola Rising Wedge

Pola ini biasanya terbentuk ketika pergerakan harga berkonsolidasi dengan sudut kemiringan level  support lebih curam dibandingkan level resistance, sehingga harga rendahnya (Low) semakin lama akan semakin cepat mendaki dibandingkan nilai tingginya (High)




Meskipun sekilas harga tampak terus meninggi, tapi pola Rising Wedge ini mengindikasikan bahwa momentum tren mendaki semakin melemah (volume menipis), jika terbentuk dalam kondisi uptrend, maka harga berpotensi untuk berbalik terjun (reversal). sedangkan apabila terbentuk selama kondisi downtrend, maka potensinya adalah harga akan kembali melanjutkan trend.

Pola Falling Wedge



Kebalikan dari Pola Rising wedge, yang biasanya akan muncul ketika pergerakan harga sedang berkonsolidasi menurun dengan level resistance lebih curam dibandingkan level support, dengan kata lain nilai tingginya (high) lebih cepat dibandingkan nilai rendahnya (low), jika terbentuk selama downtrend, maka harga berpotensi untuk balik menanjak (reversal), sedangkan jika terbentuk sepanjang uptrend, maka kemungkinannya adalah harga akan kembali melanjutkan trend.

Contoh Penerapan

Misal telah menemukan pola Rising Wedge pada kondisi downtrend yang mengartikan pergerakan harga berpotensi untuk melanjutkan trend lebih kuat lagi, maka selanjutnya mengukur tingkat akurasi dengan bantuan indikator lain, misalnya indikator Bollinger Bands. apabila didukung dengan pergerakan harga yang juga menyentuh Resistance pada Upper Band di Bollinger Bands, maka kondisi ini ideal untuk melakukan entry sell. dengan saran batas resiko atau penempatan stop loss sedikit diatas upper band.

Baca Juga : Penggunaan Indikator Bollinger Bands

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

Bagikan :

CONVERSATION