-->

Abaikan Jika Melihat Iklan Binary Options (Opsi Biner) pada Situs ini, Baca : Perbedaan Forex dengan Binary Options

Daftar Akun XM
image3

Pengaruh Suku Bunga dalam Forex

Daftar Akun Exness

Pengaruh suku bunga yang dinaikkan atau diturunkan oleh bank sentral akan direspon oleh pelaku pasar sehingga merupakan pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian suatu negara yang juga secara otomatis akan mengakibatkan gejolak harga pada pair terkait dalam Forex.




Umumnya, masyarakat hanya mengenali suku bunga dalam konteks hubungan dengan perbankan, yaitu saat akan membuka deposito atau akan mengajukan pinjaman, dimana ketika suku bunga sedang rendah, maka masyarakat cenderung termotivasi untuk mengajukan pinjaman, sedangkan jika suku bunga tinggi maka masayarakat akan enggan untuk meminjam pada bank.

Dalam konteks perekonomian internasional, perubahan suku bunga juga dapat mempengaruhi persepsi dan minat investor asing untuk membawa dananya masuk ke suatu negara, misalnya suku bunga di Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara asia tenggara lainnya, maka investor asing akan lebih tertarik untuk menanamkan dana di Indonesia dengan harapan dapat memperoleh imbal hasil lebih tinggi.

Sampai disini kesimpulannya adalah pengaruh suku bunga terhadap perekonomian suatu negara perlu dilihat dari minimal 3 sisi, yaitu :

  • Perubahan perilaku masyarakat konsumen.
  • Perubahan perilaku masyarakat pebisnis.
  • Dan Perubahan perilaku masyarakat investor.

Untuk memahaminya lebih lanjut, perlu menilik pengaruh suku bunga pada sektor perumahan (housing), ketenagakerjaan (employment), dan aliran modal (capital flows). 

Pengaruh terhadap Sektor Perumahan


Perumahan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, selain sandang dan pangan, ketersediaan perumahan yang terjangkau telah menjadi salah satu parameter kesejahteraan hidup di berbagai negara maju, sehingga berbagai data terkait sektor perumahan dirilis untuk memantau kondisinya dari waktu ke waktu. jadi data-data ini juga akan dipantau untuk mengevaluasi kebijakan suku bunga.
Ketika suku bunga rendah, maka orang-orang akan termotivasi untuk mengajukan kredit perumahan, atau yang dikenal di Indonesia dengan nama KPR (Kredit Pemilikan Rumah), ini merupakan keputusan rasional karena biaya bunga yang harus dibayar pun tentunya lebih kecil., bahkan, orang-orang di Denmark bisa mendapatkan bunga meski memiliki utang KPR, karena suku bunga-nya negatif.

Apabila pemerintah dan bank sentral tidak menyiapkan kebijakan lain untuk mengendalikan sektor perumahan pada situasi suku bunga rendah, maka dapat mengakibatkan housing bubble. Housing bubble ditandai dengan harga perumahan yang membubung tinggi hingga tak terjangkau bagi mayoritas konsumen potensial, karena permintaan atas perumahan jauh lebih besar ketimbang persediaannya, akibatnya banyak orang takkan mampu lagi untuk membeli rumah, meski suku bunga rendah.

Sebaliknya, saat suku bunga meningkat lagi, maka orang-orang yang sudah memiliki KPR akan dihadapkan pada beban pembayaran bunga lebih tinggi., apabila peningkatan bunga tersebut terlalu tinggi, maka bisa mengakibatkan kredit macet dan para nasabah KPR dapat memilih mangkir bayar KPR dan membiarkan rumahnya diambil alih oleh bank.

Pengaruh  terhadap Sektor Ketenagakerjaan


Pinjaman perbankan merupakan suatu komponen tak terpisahkan dalam perekonomian saat kini, Pembisnis manapun akan membutuhkan jasa perbankan untuk menjalankan aktivitasnya, mulai dari fasilitas pembayaran dan penjaminan dalam ekspor-impor, pembayaran gaji karyawan (payroll), hingga kredit usaha.

Ketika suku bunga rendah, para pengusaha di sektor riil akan termotivasi untuk mengajukan pinjaman guna mengembangkan bisnisnya, pinjaman tersebut dapat dipergunakan untuk berbagai hal seperti pengadaan mesin-mesin baru, pendirian pabrik baru, pembukaan toko atau cabang di wilayah lain, merintis pemasaran produk melalui channel baru, dan lain sebagainya.

Sebagai konsekuensi dari tindakan ini, para pengusaha akan membuka lebih banyak lowongan kerja, seandainya para pengusaha itu tak ingin memperluas usaha pun, biaya bunga pinjaman yang lebih rendah tetap mengurangi beban usaha, sehingga mereka bisa menawarkan gaji lebih tinggi pada para karyawan lama.

Sebaliknya jika suku bunga tinggi, maka dapat mendorong kenaikan beban usaha, sehingga para pebisnis bisa lebih pelit dalam memberikan kenaikan gaji bagi karyawan maupun merekrut orang baru.

Mereka pun akan cenderung enggan untuk memperluas usaha karena peningkatan risiko yang ditimbulkan oleh kenaikan bunga tersebut, oleh karenanya itu bank sentral perlu selalu memastikan kesehatan kondisi sektor ketenagakerjaan dulu sebelum menaikkan suku bunga.

Apabila banyak pengangguran dan gaji stagnan, maka bank sentral dipandang perlu menunda kenaikan suku bunga, meski demikian, tidak lantas berarti suku bunga rendah itu pasti bagus bagi para pebisnis., dalam kondisi suku bunga sangat rendah, perbankan akan enggan menyalurkan pinjaman pada perusahaan-perusahaan, karena imbal hasilnya kecil, dimana akhirnya dana yang tersimpan di perbankan bisa jadi dialokasikan ke instrumen investasi lain yang menawarkan keuntungan lebih besar, tetapi berisiko lebih tinggi. dalam situasi seperti ini , perusahaan-perusahaan akan kesulitan mendapatkan pinjaman, sedangkan sektor finansial negara tersebut menjadi rentan terguncang.

Pengaruh terhadap Aliran Modal


Pengaruh suku bunga terhadap perekonomian yang terbesar sebenarnya berakar pada aliran modal, karena para pelaku investor yang selalu mengejar keuntungan akan menjadikan suku bunga suatu negara sebagai salah satu barometer utama untuk mengukur imbal hasil investasi di negara tersebut.

Umpama suku bunga Amerika Serikat lebih tinggi daripada Jepang, maka orang akan memilih untuk berinvestasi di AS daripada Jepang, tentu ada berbagai pertimbangan lainnya, tetapi suku bunga merupakan komponen vital.

Fenomena ini terutama terlihat saat bank sentral AS menaikkan suku bunganya antara tahun 2017-2018, Ketika bank sentral AS memberlakukan rezim suku bunga rendah, aliran modal masuk ke negara-negara berkembang seperti Indonesia dalam jumlah besar. dan setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga-nya, aliran modal keluar dari negara-negara berkembang secara beramai-ramai, hingga nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS anjlok pada kurun waktu yang sama. teori inilah yang perlu diperhatikan: jika aliran modal ke suatu negara meningkat, maka permintaan atas mata uangnya akan meningkat juga, sehingga nilai tukar mata uangnya berpotensi menguat. sebaliknya jika aliran modal ke suatu negara menurun, maka permintaan atas mata uangnya akan berkurang, sehingga nilai tukar mata uangnya berpotensi melemah.

3 Pengaruh diatas hanya merupakan beberapa diantara banyak aspek lainnya, namun tiga aspek diatas adalah dasar yang acapkali menjadi acuan pertimbangan terhadap kebijakan suku bunga.

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

KATEGORI KONTEN : Trading

BAGIKAN :

CONVERSATION

Daftar Akun XM