informasi investasi, informasi saham, informasi forex, informasi kripto, informasi saham hari ini, informasi forex hari ini, informasi kripto hari ini, fundamental saham, fundamental forex, fundamental kripto, berita investasi, berita saham, berita forex, berita kripto, berita saham hari ini, berita forex hari ini, berita kripto hari ini, artikel investasi, artikel saham, artikel forex, artikel kripto, prediksi saham, prediksi forex, prediksi kripto, analisa saham, analisa forex, analisa kripto, trading saham, trading forex, trading kripto, belajar trading saham, belajar trading forex, belajar trading kripto, panduan trading saham, panduan trading forex, panduan trading kripto, tips trading saham, tips trading forex, tips trading kripto.

Penggunaan Indikator Bollinger Bands

Published at December 2019
Category : Forex
Trading di Akhir Pekan dengan Exness
Beli Kripto pakai Kartu Kredit
Beli Kripto pakai Gopay
Beli Kripto pakai OVO
Beli Kripto dengan Paypal dan 350+ Metode Pembayaran lainnya

Salah Satu Indikator Teknikal untuk Mengukur Volatilitas dan Trend yang sedang Terjadi, Umumnya lebih diandalkan untuk mengatasi Market atau Pasar yang sedang Sideway, namun tetap handal untuk Kondisi Trending Kuat dengan beberapa Aturan tertentu.


Diciptakan oleh John Bollinger pada tahun 1980, indikator ini terdiri dari sebuah simple moving average (SMA) dengan dua band yang berada di atas dan di bawah garis SMA.

Band sebelah atas dinamakan Upper Bollinger Band dan band sebelah bawah dinamakan Lower Bollinger Band.

Upper dan Lower Band ditentukan berdasarkan penambahan dan pengurangan nilai SMA dengan standar deviasi yang mengukur volatilitas hingga seberapa jauh harga bisa bergerak dari nilai yang sebenarnya (true value).

Rumusnya :

  • Upper Band = SMA (n) + k*Standard Deviation (n)
  • Lower Band = SMA (n) - k*Standard Deviation (n)
  • n = periode pengukuran (default: 2)

Karena memperhitungkan pula pengukuran volatilitas, maka kedua band tersebut akan bergerak sesuai dengan kondisi pasar, parameter default indikator ini adalah SMA 20 periode dengan standar deviasi 2.

Pada umumnya, kondisi dinyatakan overbought apabila harga telah menyentuh Upper Band, sedangkan dinyatakan oversold apabila harga menyentuh Lower Band.

Ukuran volatilitas terlihat pada jarak band, kika volatilitas sedang tinggi, maka jarak kedua band akan makin melebar, biasanya terjadi ketika perubahan kondisi pasar sideways menjadi kondisi trending.

Sebaliknya volatilitas pasar yang rendah akan terlihat pada jarak kedua band yang makin menyempit, dan biasanya terjadi ketika ada perubahan dari kondisi pasar trending menjadi sideways.

Trending berarti harga menunjukkan kecenderungan bergerak ke satu arah dengan (trend kuat), sedangkan sideways berarti harga cenderung bergerak naik turun pada level tertentu.

Saat pasar cenderung sideways, maka entry ideal dilakukan ketika harga telah menembus garis SMA-20 dengan target pada level band terdekat dengan aturan :
 
  • Apabila harga menembus level SMA 20 ke atas, maka entry dilakukan saat candle ditutup di atas SMA 20 dengan target harga mencapai Upper Band. 
  • Sebaliknya jika harga menembus level SMA 20 ke bawah, maka entry dilakukan saat candle ditutup di bawah SMA 20 dengan target harga mencapai Lower Band.

Untuk Market yang sedang Trending, sebaiknya menyimpulkan kondisi uptrend hanya apabila harga telah melewati upper band dengan  penutupan candle di luar band, begitu juga untuk kondisi downtrend.

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

Share :

CONVERSATION