-->

Abaikan Jika Melihat Iklan Binary Options (Opsi Biner) pada Situs ini, Baca : Perbedaan Forex dengan Binary Options

Daftar Akun XM
image3

Perbedaan antara Saham dan Obligasi

Daftar Akun Exness

Dalam Dunia Investasi, Saham dan Obligasi adalah 2 Jenis Surat Berharga yang Sudah Sangat Dikenal.


Keduanya merupakan sarana untuk para investor menanamkan modal mereka dengan tujuan mendapatkan keuntungannya.

Meski memiliki garis besar tujuan yang sama, namun pada faktanya saham dan obligasi memiliki sejumlah perbedaan yang tegas.

Secara sederhana, Saham adalah surat bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas dalam nominal dan persentase tertentu. ketika seseorang memiliki lebih dari 50% saham, maka dia bisa disebut sebagai pemilik saham mayoritas. para pemilik saham ini nantinya akan dilibatkan atau mendapatkan kontribusi.

Sedangkan Obligasi adalah sebuah instrumen finansial yang berisi pernyataan utang sebuah perusahaan kepada pemilik modal yang menginvestasikan dananya. dalam surat obligasi akan tertera besaran utang yang diambil perusahaan, waktu jatuh tempo, dan besaran bunga yang harus dibayar.

Fungsi Masing-Masing

Saham memiliki fungsi sebagai alat bukti kepemilikan sebuah perusahaan beserta asetnya, yang besar dan kecilnya tergantung dari besar kecilnya saham yang dimiliki. sedangkan obligasi adalah surat hutang, yang berfungsi sebagai bukti pengakuan sebuah perusahaan terhadap hutang yang mereka dapatkan dari pihak lain. surat obligasi ini akan dipegang oleh pihak yang memberi utang sampai berakhirnya batas waktu. jumlah hutang dan waktu jatuh tempo akan tertera di dalam surat obligasi tersebut. tidak hanya terjadi di perusahaan, pemerintah juga bisa menerbitkan surat hutang, yang biasanya dilakukan untuk mendapatkan dana realisasi proyek.

Baca Juga : Awal Mula Obligasi

Waktu Kepemilikan

Kepemilikan saham oleh pribadi maupun perusahaan tidak dibatasi oleh waktu, saham tersebut bisa dimiliki hingga dijual kepada pihak lain kapan pun sang pemilik saham menginginkannya. sedangkan Obligasi, sejak dimiliki sudah langsung tertera jangka waktunya. sebelumnya terjadi pembahasan soal besaran utang dan jangka waktu utang di antara kedua belah pihak. saat sudah disepakati, maka akan diterbitkan surat obligasi dengan menuliskan besaran utang, bunga yang harus dibayar, dan jangka waktu pembayaran.

Keuntungan

Sebagai sebuah instrumen investasi, setiap investor yang mengeluarkan uangnya untuk mendapatkan saham dan obligasi tentunya dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. namun bisa saja bukan keuntungan yang didapatkan , tapi justru mengalami kerugian karena kinerja perusahaan yang buruk sehingga tidak ada imbal hasil yang diperoleh saat perhitungan laba-rugi di akhir tahun. sedangkan para pemilik surat obligasi sudah bisa mengetahui berapa besar keuntungan yang diperoleh sesuai dengan periode yang sudah disepakati di awal (tidak dipengaruhi oleh kinerja perusahaan)

Fluktuasi 

Harga saham tidak akan pernah sama dalam waktu tertentu, sangat fluktuatif. harga saham bisa berubah drastis hanya dalam hitungan menit, dalam satu hari harga saham bisa berubah naik atau turun mengikuti perkembangan ekonomi saat itu. kondisi ekonomi global yang tengah menurun bisa mengakibatkan turunnya nilai saham dari sebuah perusahaan, terutama perusahaan multinasional.

Sebaliknya, harga obligasi relatif stabil, hanya saja bisa terganggu oleh perubahan tingkat suku bunga dan inflasi. namun tidak akan berubah dalam waktu cepat, setidaknya bisa dihitung dan muncul dalam hitungan triwulan atau kuartal. inilah yang menjadi salah satu pertimbangan para investor saat akan menanamkan modal melalui instrumen saham dan obligasi.

Hak dan Kontribusi

Para pemilik saham memiliki hak untuk menyatakan suaranya, terutama yang terkait dengan kinerja perusahaan. yang biasanya akan dilakukan saat diadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), pada rapat tersebut akan dibeberkan rencana ke depan perusahaan tersebut, sehingga para pemilik saham bisa memberikan usulan dan masukan maupun kritik terhadap rencana tersebut karena penanam modal tentunya ingin perusahaan yang sahamnya dimiliki tersebut bisa memberi keuntungan. sedangkan para pemilik surat obligasi sama sekali tidak punya hak suara, apapun keputusan yang diambil oleh manajemen perusahaan tersebut, maka pemilik obligasi tidak bisa memberikan usulan dan kritik, harus menyetujui semua putusan yang sudah diambil manajemen.

Semoga Bermanfaat :)

KATEGORI KONTEN : Trading

BAGIKAN :

CONVERSATION

Daftar Akun XM