Trading dengan Broker Terbaik

Sesuaikan Gaya Trading dengan Kecendrungan Pribadi

Terutama Kecendrungan Pribadi dalam Hal Waktu

Dalam hal waktu, gaya trading pada umumnya terbagai dalam 4 jenis, yaitu Scalping, Day Trading, Swing Trading dan Position Trading.

4 Gaya Trading ini memiliki tingkatan jam terbang dan teknik analisanya masing-masing, seperti misalnya seperti Scalping yang merupakan gaya trading dengan frekuensi paling tinggi dibandingkan 3 gaya trading lainnya, dimana scalping ini adalah mencari peluang dengan memanfaatkan pergerakan-pergerakan kecil yang terjadi, maka jumlah closed entry dalam sehari bisa puluhan posisi.

Yuk Bahas lebih Detail :

1. SCALPING :

Gaya atau Teknik Trading ini memiliki tingkat Frekuensi paling tinggi diantara teknik lainnya, Trader yang menerapkan Teknik ini disebut Scalper.

Dimana Scalper akan melakukan eksekusi order dengan memanfaatkan Pergerakan-Pergerakan Kecil yang umumnya menggunakan timeframe kecil seperti M1, M5, M15 dan M30.

Karena inilah Scalper memiliki tingkat Frekuensi Trading yang sangat tinggi, yang dikarenakan waktu atau periode pembukaan dan penutupan posisi order bisa terjadi dalam kurun waktu sangat cepat bahkan dalam hitungan menit, yang dalam sehari bisa terjadi puluhan posisi.

Gaya Trading ini cocok untuk anda yang memiliki waktu cukup lama setiap harinya untuk memperhatikan pergerakan harga.

Modal Trading sebenarnya bukanlah acuan terhadap pemilihan Gaya Trading, namun Teknik Scalping ini memang merupakan pilihan Teknik Trading pilihan terdekat untuk Trader dengan Modal Kecil misal pada kisaran $50 s/d $100.


Dalam penerapannya Trader harus cekatan dalam mengeksekusi open/close posisi tanpa menyesal apalagi panik, tidak ada istilah terlalu cepat menutup posisi, karena kembali pada konsep scalping yang memang memanfaatkan pergerakan-pergerakan kecil secara berulang.

Saat menerapkan Teknik ini sebaiknya tetap memperhatikan kalender ekonomi untuk warning terhadap news yang memiliki Impact besar.

Peluang Profit pada Teknik ini tidak bisa dianggap Remeh, Berikut Contoh Ilustrasi Peluang Profit Teknik Scalping :

  • Contoh Anda melakukan Trading dengan Balance $100, yang dimana jika menggunakan teknik scalping sebaiknya jangan melakukan order lebih dari 3 posisi dengan volume 0.01 lot perposisi.
    • Jika seumpama dalam sehari bisa menyelesaikan 10 posisi dengan rata profit $2 saja, maka sudah $20 / 20% dari modal.

    Sepertinya terdengar mudah ya, jujur tidak pada prakteknya. pengendalian emosi, jumlah posisi, volume lot, kecekatan pembukaan dan penutupan posisi benar-benar dituntut kedisiplinannya pada penerapan teknik ini.

    Kesalahan Trader yang sering dilakukan dalam menerapkan teknik ini adalah tidak mengontrol emosi dan terlalu banyak membuka posisi tanpa memperhitungkan total risk, terjebak pada leverage besar, sehingga berujung dengan margin call.

    Baca :

    2. DAY TRADER

    Kemudian Gaya Waktu Day Trading, dimana Trader dengan teknik ini akan mulai menggunakan acuan Timeframe yang lebih besar dalam menentukan Trend dan Rencana Posisi Trading, biasanya menggunakan Timeframe H1 & H4 keatas.
    Day Trader ini cenderung akan fokus pada arah trend pergerakan yang sedang terjadi, tidak lagi mencari kesempatan pada pergerakan-pergerakan kecil seperti Scalper.

    Dari segi Prinsip hampir sama dengan Scalper, yang berharap dan memastikan Kondisi Trading dalam hitungan Hari. bedanya adalah dimana Scalper bisa atau mau untuk terus memperhatikan Chart dan melakukan banyak eksekusi order secara continue, sedangkan Day Trader biasanya hanya akan membuka 1 atau 2 posisi saja.

    Umumnya Day Trader cenderung akan lebih memilih untuk membuka posisi dengan mengikuti arah Trend. Peletakan titik Fokusnya adalah kapan saat yang tepat untuk membuka posisi dengan tingkat resiko dan target profit yang terukur.

    Teknik ini cocok untuk anda yang sibuk dengan Pekerjaan utama anda, sehingga Aktivitas Trading tidak perlu menganggu waktu bekerja anda.

    3. SWING TRADER

    Kemudian untuk Swing Trader, tidak tentu Timeframe besar atau Kecil yang akan digunakan, karena teknik ini fokus pada titik-titik Reversal, entah pada pergerakan bearish ataupun bullish, Fokus Swing Trader akan tetap mencari kesempatan untuk melakukan eksekusi order pada titik tertinggi atau terendah.
    Dari segi Waktupun Swing Trader ini tidak menentu, karena Swing Trader biasanya memiliki keyakinan yang sangat kuat terhadap TP (Target Profit) yang diharapkan.

    Indikator Andalan Swing Trader ini biasanya adalah Fibonacci Retracement. Indikator yang membantu Swing Trader dalam menentukan Level atau titik Stop Loss dan Target Profit, yang akan menghasilkan istilah TP1, TP 2, dst.
    Teknik ini masih sama seperti pilihan Day Trader, cocok untuk anda yang sudah sibuk dengan pekerjaan utama atau mungkin memang tidak betah melihat chart terlalu lama.

    Baca : Penggunaan Indikator Fibonacci Retracement

    4. POSITION TRADER

    Terakhir adalah Position Trader, teknik yang cenderung akan mengandalkan analisa Fundamental, namun tetap menggunakan Analisa Teknikal dan Sentimen Pasar sebagai Konfirmasi.
    Trader dengan Teknik ini biasanya bisa menahan posisi hingga mingguan bahkan bulanan.

    Keyakinan Akurasi Trading Plan Trader ini jelas sangat tinggi, sangat banyak aspek yang diperhatikan untuk Trader menentukan level pembukaan posisi, baik mengacu pada Fundamental, Teknikal, Sentimen Pasar, dll.

    Nah, jadi yang mana nih Gaya Trading yang paling cocok buat Waktu Anda ?

    Pemilihan Gaya atau Teknik Trading ini sangat penting terhadap Kondisi Trading anda secara berlanjut. anda tidak boleh bosan dalam memastikan apakah Gaya atau Teknik Trading yang paling tepat untuk kecendrungan pribadi anda, terutama dalam hal waktu, karena ini akan berkaitan erat dengan kondisi psikis anda dalam melakukan Trading.

    Karena sering terjadi, Trader yang sebelumnya sudah mematangkan Gaya Tradingnya pada Akun Demo, pada akhirnya justru menjadi tidak konsisten lagi saat sudah menggunakan Akun Real. memang benar bahwa ada kalanya gaya trading perlu dirubah untuk mengalami kondisi market tertentu, namun bukan berarti mencoba-coba pada akun real tanpa memikirkan perubahan tingkat Resiko.

    Contoh Kasus :

    Anda telah menetapkan Day Trading,setelah melakukan order dan kemudian posisi mengalami floating minus, tanpa memikirkan tingkat resiko anda menambah posisi baru yang bertujuan menyelamatkan posisi yang sedang floating minus tersebut.

    Entah posisi baru dengan melawan posisi sebelumnya (Hedging) ataupun masih sama dengan arah posisi sebelumnya, maka sebenarnya anda sudah melanggar Trading Plan anda sendiri. syukur-syukur jika akhirnya sesuai harapan bisa menyelamatkan posisi, dimana sebenarnya peningkatan resiko jauh lebih perlu dihindari.

    Jadi sebaiknya jangan menambah posisi pada Kondisi tersebut ?
    • Tidak juga apabila penambahan posisi baru tersebut berdasar pada hal yang bisa anda yakini dan diterima konsekuensi resikonya, jangan sampai hanya karena tertekan pada berita dan diskusi ya.
    • Pastikan tingkat resiko terukur sehingga tidak sampai menjadikan Trading anda berakhir dengan Margin Call.

    Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

    Published at December 2019
    Tags : Finance Forex Trading