Abaikan Jika Melihat Iklan Binary Options (Opsi Biner) pada Situs ini, Baca : Perbedaan Forex dengan Binary Options

Daftar Akun XM
image3

Sesuaikan Gaya Trading dengan Kecendrungan Pribadi

Terutama Kecendrungan Pribadi dalam Hal Waktu


Dalam hal waktu, gaya trading pada umumnya terbagai dalam 4 jenis, yaitu Scalping, Day Trading, Swing Trading dan Position Trading.

4 Gaya Trading ini memiliki tingkatan jam terbang dan teknik analisanya masing-masing, seperti misalnya seperti Scalping yang merupakan gaya trading dengan frekuensi paling tinggi dibandingkan 3 gaya trading lainnya, dimana scalping ini adalah mencari peluang dengan memanfaatkan pergerakan-pergerakan kecil yang terjadi, maka jumlah closed entry dalam sehari bisa puluhan hingga ratusan.

Yuk Bahas lebih Detail :

1. SCALPING :

Trader yang menerapkan teknik scalping disebut scalper, seperti penjelasan diatas, scalping adalah gaya trading dengan frekuensi paling tinggi dibandingkan 3 gaya trading lainnya, dimana trader yang menerapkan scalping akan mencari peluang pada pergerakan-pergerakan kecil yang terjadi, maka bisa terjadi puluhan hingga ratusan closed entry dalam sehari.

Gaya Trading ini cocok untuk anda yang memiliki waktu luang 3-4 jam atau lebih setiap harinya untuk melakukan trading dan fokus pada chart dengan timeframe kecil (M5, M15, M30)



Karena dilakukan dengan memanfaatkan pergerakan-pergerakan kecil yang terjadi pada timeframe kecil, maka jelas periode pembukaan dan penutupan posisi order bisa terjadi dalam kurun waktu sangat cepat bahkan dalam hitungan menit, maka dari itu bisa terjadi puluhan hingga ratusan closed entry dalam sehari.

Dalam penerapannya Trader harus cekatan dalam mengeksekusi open/close posisi tanpa menyesal apalagi panik, tidak ada istilah terlalu cepat menutup posisi, karena kembali pada konsep scalping yang memang memanfaatkan pergerakan-pergerakan kecil secara berulang.

Peluang Profit pada Teknik ini tidak bisa dianggap Remeh, Berikut Contoh Ilustrasi Peluang Profit Teknik Scalping :

  • Contoh Anda melakukan Trading dengan Balance $100, yang dimana jika menggunakan teknik scalping sebaiknya jangan melakukan order lebih dari 10 posisi dengan volume 0.01 lot perposisi jika perhitungan resiko $5 perposisi. namun apabila menggunakan volume 0.02 lot maka jangan melebihi 5 posisi, dst.
  • Tidak perlu mengatur TP pada Teknik ini, yang tetap wajib adalah batasi resiko dengan memasang Stop Loss (SL) pada setiap posisi.
  • Jika seumpama setiap 5 Menit bisa menutup atau menyelesaikan posisi dengan Profit $0.50 s/d $1 saja (rata-rata anggap $0.75), maka perhitungan rata-rata profit dalam 1 jam adalah $9, jika berjalan konsisten selama 5 jam, maka $9 x 5 jam = $45. bagaimana jika penutupan bisa sering diatas $1 bahkan dibawah 5 menit, apalagi melakukan lebih dari 5 jam, eitssss, hati-hati pada hal ini. menambah jam terbang trading tidak menjamin akan memberikan profit yang lebih tinggi.

Sepertinya terdengar mudah ya ilustrasi diatas, jujur tidak pada prakteknya. kemampuan risk management, pengendalian emosi, jumlah posisi, volume lot, kecekatan pembukaan dan penutupan posisi benar-benar dituntut kedisiplinannya.

Kesalahan Trader yang sering dilakukan dalam menerapkan teknik Scalping ini adalah tidak mengontrol emosi dan terlalu banyak membuka posisi tanpa memperhitungkan total risk, terjebak pada leverage besar, sehingga berujung dengan margin call.

Baca Juga :


2. DAY TRADING

Trader dengan Teknik ini akan mulai menggunakan acuan Timeframe yang lebih besar dalam menentukan Trend dan Rencana Order, biasanya menggunakan Timeframe H1 & H4.

Gaya ini cocok untuk anda yang sudah sibuk dengan Pekerjaan utama anda, sehingga Aktivitas Trading tidak perlu menganggu waktu bekerja anda, juga sebaliknya dalam bekerja anda tidak perlu memperhatikan chart terus menerus.


Day Trader cenderung akan fokus pada arah trend pergerakan yang sedang terjadi, tidak lagi mencari kesempatan pada pergerakan-pergerakan kecil seperti Scalper.

Dari segi Prinsip hampir sama dengan Scalper, yang berharap dan memastikan Kondisi Trading dalam hitungan Hari (jangka pendek), bedanya adalah Scalper bisa atau mau untuk terus memperhatikan Chart dan melakukan banyak eksekusi order secara continue, sedangkan Day Trader biasanya hanya akan membuka 1 atau 2 posisi saja dengan entry berdasarkan Teknikal ataupun Fundamental yang matang.

Pada umumnya Day Trader akan lebih memilih untuk membuka posisi dengan mengikuti arah Trend. Peletakan titik Fokusnya adalah kapan saat yang tepat untuk membuka posisi dengan tingkat resiko dan target profit yang terukur.

Untuk Gaya Trading ini, kemampuan analisa baik secara Teknikal ataupun Fundamental sangat menentukan hasil trading.

3. SWING TRADING

Pada Gaya Trading ini, tidak tentu Timeframe besar atau Kecil yang akan digunakan, karena gaya trading ini fokus pada titik-titik Reversal, entah pada pergerakan bearish ataupun bullish, Fokus Swing Trader akan tetap mencari kesempatan untuk melakukan eksekusi order pada titik tertinggi atau terendah.

Masih sama seperti Day Trading, Gaya ini cocok untuk anda yang sudah sibuk dengan pekerjaan utama atau mungkin memang tidak betah melihat chart terlalu lama.


Dari segi waktu atau periode open/close entry, Swing Trader ini tidak menentu, karena Swing Trader biasanya memiliki keyakinan yang sangat kuat terhadap TP (Target Profit). jadi penutupan posisi cenderung hanya akan dilakukan ketika pergerakan harga sudah mendekati level target profit atau bahkan membiarkannya hingga level target profit tersentuh. jadi tidak bisa dipastikan atau sangat relatif periode open/close entry-nya.

Indikator andalan Swing Trader ini biasanya adalah Fibonacci Retracement, indikator yang membantu Swing Trader untuk menentukan Level atau titik Stop Loss dan Target Profit.



4. POSITION TRADING

Gaya Trading yang cenderung akan mengandalkan analisa Fundamental, namun tetap menggunakan Analisa Teknikal dan Sentimen Pasar sebagai Konfirmasi.

Gaya Trading ini cocok untuk anda yang bisa menahan posisi dengan durasi mingguan bahkan bulanan atau tahunan.



Keyakinan akurasi Trading Plan Trader dengan gaya trading ini biasanya sangat tinggi, sangat banyak aspek yang diperhatikan untuk Trader menentukan level pembukaan order, baik mengacu pada Fundamental, Teknikal, Sentimen Pasar, dsb.

Nah, jadi yang mana nih Gaya Trading yang paling cocok dengan Kecendrungan Waktu Anda ?

Pemilihan Gaya atau Teknik Trading ini sangat penting terhadap Kondisi Trading anda secara berkelanjutan. sebaiknya anda jangan bosan untuk memastikan mana Gaya Trading yang paling tepat dengan kecendrungan waktu anda, karena ini akan berkaitan erat dengan kondisi psikis anda dalam melakukan Trading.

Contoh Kasus :

Anda telah menetapkan Teknik Day Trading, dengan memadukan Analisa Fundamental dan Teknikal sebagai acuan melakukan entry, setelah melakukan order dan kemudian posisi mengalami floating minus, tanpa memikirkan tingkat resiko anda menambah posisi baru yang bertujuan menyelamatkan posisi yang sedang floating minus tersebut.

Entah posisi baru dengan melawan posisi sebelumnya (Hedging) ataupun masih sama dengan arah posisi sebelumnya, maka sebenarnya anda sudah melanggar Trading Plan anda sendiri. secara tidak langsung bisa dikatakan menyelipkan Scalping pada Day Trading, syukur-syukur jika akhirnya sesuai harapan bisa menyelamatkan posisi, dimana sebenarnya peningkatan resiko jauh lebih perlu dihindari.

Jangan memaksakan Gaya Scalping pada saat sedang sibuk, dan sebaiknya juga jangan menerapkan Teknik Day Trading bersamaan dengan Scalping dalam satu akun yang sama, hal ini bisa merusak Money Management.

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

KATEGORI KONTEN : Trading

BAGIKAN :

CONVERSATION

Daftar Akun XM