-->

Abaikan Jika Melihat Iklan Binary Options (Opsi Biner) pada Situs ini, Baca : Perbedaan Forex dengan Binary Options

Daftar Akun XM
image3

Saran jika menggunakan Indikator RSI dalam Trading

Daftar Akun Exness

RSI adalah Kependekan dari Relative Strength Index, Indikator ini dibuat oleh Welles Wilder pada tahun 1978.


Secara sederhana, fungsi indikator ini adalah untuk menentukan waktu entry yang tepat dengan melihat level overbought dan oversold yang ditunjukkan.

Dalam penggunaannya tidak asal entry ketika mencapai level tertentu, ada beberapa aturan yang penting demi memaksimalkan penggunaan RSI dalam trading

Secara sederhana, pengunaan RSI ini memang adalah ketika pergerakan RSI menembus center line keatas, maka itu adalah sinyal buy. dan sebaliknya, jika menembus center line kebawah, maka adalah sinyal untuk melakukan entry sell. *Level 50 adalah Center Line

Apakah semudah itu ? Tentu saja tidak, anda perlu menyesuaikan timeframe yang digunakan serta memperhatikan kekuatan trend yang sedang terjadi.

Menyesuaikan TimeFrame


Umumnya indikator ini menggunakan parameter periode waktu 14 pada defaultnya. namun periode ini ideal untuk timeframe daily (day trading), kurang ideal untuk timeframe yang lebih rendah (scalping), pembuat Indikator (Welles Wilder) juga mengatakan bahwa periode 14 disarankan untuk timeframe daily.

Menurut Wilder, semakin kecil periode waktu yang digunakan maka akan semakin sensitif level yang ditunjukkan, sehingga tentu akan menyulitkan identifikasi. namun sebaliknya akan semakin kurang sensitif jika periode waktu terlalu besar. jadi karena hal inilah penggunaan indikator RSI sangat perlu disesuaikan dengan timeframe.

Hanya sebagai acuan (sesuaikan kembali dengan pengamatan anda) : jika menggunakan timeframe besar (H4 keatas), maka idealnya adalah periode 14-25. parameter 9 untuk timeframe H1, dan 7 untuk timeframe yang lebih rendah (dibawah H1).

Dan untuk Parameter Levelnya tidak harus 30-70 (default), anda bisa menyesuaikan dengan kapan atau level berapa yang merupakan sinyal untuk anda memutuskan melakukan entry, misal dengan menggunakan parameter 20-80 atau bahkan 10-90, ingat sesuaikan dengan timeframe juga ya.

Abaikan Level Overbought & Oversold ketika Trend sedang Kuat


Pada pergerakan harga dengan trend kuat pada jangka waktu panjang, entah uptrend ataupun downtrend, metode entry dengan mengandalkan overbought dan oversold pada indikator RSI tidak disarankan. karena indikator ini dibuat dengan membandingkan jumlah perubahan harga yang lebih tinggi dengan perubahan harga yang lebih rendah dalam periode tertentu, dengan rasio dalam range 0 hingga 100.

Jika setelah periode waktu tersebut pergerakan harga tidak berubah (pada trend yang kuat), maka RSI akan tetap menunjukkan overbought ketika kondisi uptrend, atau sebaliknya menunjukkan oversold ketika sedang downtrend. solusinya adalah menggunakan bantuan indikator trend sebagai konfirmator sinyal dari RSI seperti indikator MACD atau ADX.

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

KATEGORI KONTEN : Trading

BAGIKAN :

CONVERSATION

Daftar Akun XM