informasi investasi, informasi saham, informasi forex, informasi kripto, informasi saham hari ini, informasi forex hari ini, informasi kripto hari ini, fundamental saham, fundamental forex, fundamental kripto, berita investasi, berita saham, berita forex, berita kripto, berita saham hari ini, berita forex hari ini, berita kripto hari ini, artikel investasi, artikel saham, artikel forex, artikel kripto, prediksi saham, prediksi forex, prediksi kripto, analisa saham, analisa forex, analisa kripto, trading saham, trading forex, trading kripto, belajar trading saham, belajar trading forex, belajar trading kripto, panduan trading saham, panduan trading forex, panduan trading kripto, tips trading saham, tips trading forex, tips trading kripto.

Prediksi lebih dalam mengenai Bitcoin di Tahun 2021

Published at January 2021
Category : Crypto
Trading di Akhir Pekan dengan Exness
Beli Kripto pakai Kartu Kredit
Beli Kripto pakai Gopay
Beli Kripto pakai OVO
Beli Kripto dengan Paypal dan 350+ Metode Pembayaran lainnya


Setelah bearish beberapa tahun, Bitcoin kembali diperdagangkan mendekati level tertinggi sepanjang masa sejak Desember 2020 tahun lalu. dari siklus halving hingga stimulus moneter global dalam merespons Covid-19, banyak faktor lain telah berkontribusi pada fenomena kenaikan Bitcoin saat ini.

Pergerakan Bitcoin saat ini (Bitfitnex) :


Kembali membahas mengapa Bitcoin bisa mencapai harga saat ini, ada sangat banyak faktor, salah satu yang paling mudah dilihat adalah fakta jika kaum milenial saat ini cenderung lebih suka memiliki Bitcoin dibandingkan aset lainnya, termasuk emas. kaum milenial mewarisi kekayaan hampir $78 triliun, yang beberapa di antaranya tentu pasti akan mengalir ke Bitcoin.

Emas telah digunakan sebagai penyimpan nilai yang bisa diandalkan selama berabad-abad, dimana daya tarik utamanya jelas adalah sisi kelangkaannya yang disebabkan oleh persediaannya yang terbatas.

Penambangan emas merupakan proses yang mahal dan sangat membutuhkan waktu panjang, ini membuat emas sangat kontras dengan mata uang fiat manapun yang dapat dicetak sesuka hati oleh bank sentral di seluruh dunia.

Memiliki karakter batas persediaan yang sama seperti emas, saat ini bitcoin hanya tersedia 21 juta koin, yang dimana hampir 90% dari jumlah tersebut telah ditambang.

Inflasi jaringan Bitcoin saat ini adalah 1,8% dan akan menurun seiring waktu karena block reward yang semakin menurun, proses ini dikenal dengan istilah Halving dan mengacu pada pengurangan block reward bertahap sebesar 50%, kira-kira setiap empat tahun. block reward ini adalah satu-satunya bitcoin baru bisa dibuat.

Selain kelangkaannya tersebut, Bitcoin juga lebih portabel dibandingkan emas, hal ini menjadikannya Bitcoin sebagai alternatif penyimpan kekayaan yang lebih baik di mata beberapa investor dari waktu ke waktu.

Komentar terbaru oleh Deutsche Bank, Stan Druckenmiller, dan Rick Rieder : sekalipun sementara ini emas diperkirakan memiliki kapitalisasi pasar sekitar $9 triliun, sedangkan Bitcoin saat ini masih bernilai di bawah $350 miliar.


Bukti peningkatan minat institusional terhadap Bitcoin didorong oleh kekhawatiran kebijakan moneter ekspansif yang dilakukan oleh bank sentral di seluruh dunia, yang dimana pada akhirnya akan menyebabkan inflasi. seperti misalnya Federal Reserve yang baru saja mencetak sekitar 20% dari seluruh dolar AS yang beredar. selama beberapa tahun ke depan, percepatan arus masuk institutional dapat berdampak berarti pada potensi harga Bitcoin, mengingat ukuran pasar yang relatif kecil.

Pada tahun 2020 kemarin, Bitcoin semakin banyak digunakan untuk melakukan hedging atau lindung nilai terhadap inflasi dan risiko makroekonomi, termasuk oleh investor Wall Street terkemuka : Paul Tudor Jones dan Bill Miller.



Pertumbuhan cepat Grayscale Bitcoin Trust merupakan indikator lain dari partisipasi institusional yang berkembang, sekitar 80% investor Grayscale adalah institusi yang menjadikannya barometer sentimen institusional yang andal. update terbaru dari Grayscale pada 8 Desember tahun 2020 kemarin menunjukkan total aset yang dikelola (AUM) adalah sebesar $12,6 miliar, naik dari sekitar $1,2 miliar pada akhir tahun 2019. AUM untuk Grayscale Bitcoin Trust berada di $10,4 miliar, naik dari sekitar $0,8 miliar pada akhir tahun 2019.

Perkembangan menarik lainnya yang terlihat pada tahun 2020 adalah adanya genjotan oleh beberapa perbendaharaan perusahaan untuk mengalokasikan sebagian saldo kas mereka ke Bitcoin, investasi MicroStrategy sebesar $425 juta dan posisi $50 juta dari Square merupakan dua bukti penting yang menegaskan kondisi tersebut.

Pada awal bulan Januari 2021, MicroStrategy mengumumkan rencana untuk menawarkan $400 juta obligasi konversi dengan hasil bersih yang digunakan untuk menggandakan investasi Bitcoinnya, karena banyaknya demand, penawaran obligasi dinaikkan menjadi $550 juta. menurut data terbaru : perbendaharaan perusahaan sekarang memiliki sekitar 4,2% dari total supply Bitcoin yang beredar.

Mengapa mereka berinvestasi dalam Bitcoin ? yang dimana jika dari perspektif perbendaharaan perusahaan, terdapat banyak pilihan lain.

Supply global obligasi dengan imbal hasil negatif berada pada titik tertinggi sepanjang masa, dan mata uang fiat tradisional cenderung kehilangan daya beli mereka dari waktu ke waktu karena inflasi. dalam kondisi ini, menyimpan uang tunai dalam jumlah berlebihan di neraca mungkin akan merugikan nilai pemegang saham.

Bitcoin adalah salah satu aset yang paling tidak berkorelasi di dunia investasi, jadi hal ini menawarkan manfaat diversifikasi yang berarti.

Menurut analisis yang dilakukan oleh Messari, sebuah firma analitik blockchain : Bitcoin juga menawarkan return yang disesuaikan dengan risiko tertinggi, disamping itu, volatilitasnya yang sering disebut sebagai hambatan untuk adopsi institusional telah turun mencapai titik terendah sepanjang masa dibandingkan emas.

Selain dari sisi institusional, keberhasilan Square CashApp dan PayPal baru-baru ini terjun ke layanan crypto membuatnya semakin mudah bagi investor ritel untuk mendapatkan exposure ke Bitcoin.

Dalam bagian penelitian terbaru oleh Pantera Capital mengenai dampak Square dan PayPal di pasar, dimana berdasarkan analisis mereka, Square CashApp membeli sekitar 40% dari semua supply Bitcoin baru. dan PayPal memiliki 300 juta pengguna aktif dan 28 juta merchant, diharapkan akan memiliki dampak yang jauh lebih signifikan.

PayPal bekerja sama dengan Paxos sebagai provider infrastrukturnya, Pantera melihat volume trading di itBit, bursa yang dijalankan Paxos, untuk memperkirakan skala aktivitas PayPal. mereka menyimpulkan bahwa dalam empat minggu pertama sejak diluncurkan, PayPal telah memperoleh hampir 70% dari supply baru.

Di sisi supply, rata-rata 900 koin baru dibuat setiap hari. namun jika menyangkut supply maksimum, kemungkinan akan jauh lebih sedikit dari 21 juta, ini karena kesalahan umum yang terkait dengan Bitcoin, dari kunci pribadi yang hilang hingga koin yang dikirim ke alamat yang salah.

Data Coin Metrics menunjukkan bahwa dari supply 18,5 juta koin saat ini, free float supply mendekati 14,4 juta dan hanya 6,8 juta yang aktif pada tahun lalu. walaupun pengurangan jumlah Bitcoin yang beredar tidak memiliki dampak yang berarti pada jaringan Bitcoin, hal tersebut menambah nilai setiap koin yang beredar.

Bagi banyak orang yang mengamati dari luar ruang cryptocurrency, 2020 mungkin terlihat seperti 2017, terutama pada sisi resikonya, setelah diperdagangkan mendekati $20.000 pada Desember Tahun 2017, Bitcoin terjun bebas hampir 85%.

Sebuah artikel oleh Nick Carter, Partner di Castle Island Ventures, membahas perbedaan mendasar antara 2017 dan 2020, mulai dari jumlah alamat dengan Bitcoin senilai $10 atau lebih, hingga minat terbuka Bitcoin di semua bursa, dia menyimpulkan bahwa pada banyak metrik kekuatan jaringan dan adopsi, Bitcoin telah melampaui semua level tertinggi pada tahun 2017.ini membuat prediksi cryptocurrency dan Bitcoin sangat menantang meskipun prediksi Bitcoin Daily Forex dari tahun 2020 benar-benar sangat akurat.

Si kembar Winklevoss menerbitkan Kasus untuk $500K Bitcoin yang menyerukan Bitcoin melampaui emas sebagai aset penyimpan nilai, melihat harga Bitcoin dalam gram emas, analisis Charles Vollum menunjukkan kenaikan harga 10x akan sejalan dengan rentang historis.

Willy Woo, seorang analis cryptocurrency ternama menaikkan sebuah catatan yang menegaskan bahwa harga bitcoin yang sebelumnya $200.000 pada akhir 2021 sekarang terlihat konservatif, perkiraannya didasarkan pada metrik Top Cap teknis.

Citibank juga baru-baru ini menerbitkan sebuah catatan di Bitcoin yang mengatakan itu bisa mencapai puncaknya pada $318.000 pada Desember 2021.

Bahkan Bloomberg juga memiliki prediksi Bitcoin akan bullish pada 2021, Perusahaan tersebut berharap Bitcoin menetapkan level resistance baru pada $20.000 dan berpotensi mencapai $35.000, dengan asumsi itu mengikuti jalur yang jauh lebih tidak eksplosif dibandingkan dengan tahun 2017.

Ancaman signifikan terhadap Bitcoin dan upayanya untuk adopsi massal saat ini adalah regulasi. Janet Yellen, Menteri Keuangan berikutnya di bawah Administrasi Biden, memiliki sejarah komentar yang negatif terhadap Bitcoin.

Stable Act yang baru-baru ini diumumkan, meskipun tidak menjadi undang-undang, namun menggambarkan kesalahpahaman yang cukup besar mengenai cryptocurrency. dimana hal tersebut bisa mewajibkan semua penerbit stablecoin untuk memperoleh piagam perbankan dan memperoleh asuransi FDIC, di antara peraturan larangan lainnya. agar adil, regulator tidak dapat mematikan jaringan Bitcoin, tetapi mereka dapat menyulitkan orang untuk menggunakannya, memperlambat adopsi dan membebani harga.

Saat ini Bitcoin telah memasuki tantangan dan pasar bullish baru yang didukung oleh metrik on-chain, flow investasi institutional, dan adopsi retail yang terus berkembang. Fenomena bullish kuat untuk Bitcoin di awal tahun 2021 didorong oleh narasi emas digital dan dinamika makroekonomi yang menguntungkan, akan tetapi tetap sangat penting untuk mempertimbangkan dengan cermat risiko yang terdapat dalam investasi cryptocurrency.

Memerlukan pertimbangan yang matang dan kesadaran bahwa Bitcoin ini masih merupakan teknologi yang cenderung dalam tahap awal, yang tentunya memiliki risiko tinggi.

Berbagai laporan penelitian memperkirakan Bitcoin akan diperdagangkan lebih tinggi pada tahun 2025. jadi tentu ancaman regulasi, permasalahan dengan kode, atau perubahan tak terduga pada lingkungan makroekonomi dapat merusak kondisi saat ini, yang dimana pada siklus pasar sebelumnya, Bitcoin pernah mengalami penurunan hingga hampir 85%, meskipun saat ini fundamental yang mendasarinya jauh lebih kuat, tetap sangat mungkin akan terjadi banyak aksi jual yang tajam di masa depan.

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!

Share :

CONVERSATION