informasi investasi, informasi saham, informasi forex, informasi kripto, informasi saham hari ini, informasi forex hari ini, informasi kripto hari ini, fundamental saham, fundamental forex, fundamental kripto, berita investasi, berita saham, berita forex, berita kripto, berita saham hari ini, berita forex hari ini, berita kripto hari ini, artikel investasi, artikel saham, artikel forex, artikel kripto, prediksi saham, prediksi forex, prediksi kripto, analisa saham, analisa forex, analisa kripto, trading saham, trading forex, trading kripto, belajar trading saham, belajar trading forex, belajar trading kripto, panduan trading saham, panduan trading forex, panduan trading kripto, tips trading saham, tips trading forex, tips trading kripto.
image3

Ethereum diprediksi akan menjadi Aset Langka

Published at July 2021
Content Category : Crypto Fundamental
Tokocrypto Powered by Binance

Mengacu pada laporan  Decrypt, hard fork London, pembaruan terjadwal di blockchain Ethereum, kini kali pertama menuju ke jaringan uji blockchain.

Dimana setiap kali seseorang melakukan transaksi atau berinteraksi dengan smart contract di Ethereum, mereka harus memutuskan biaya dengan cara yang cukup unik, yakni dengan menebak untuk mendorong transaksi dengan cepat, dapat menetapkan biaya tinggi, kecuali memastikan penambang akan memasukkannya ke dalam block.

Kecepatan transaksi adalah hal penting dalam beberapa kasus, termasuk saat berdagang di bursa terdesentralisasi berbasis Ethereum seperti Uniswap, di mana harga dapat berubah dengan cepat yang dapat menyebabkan pedagang kehilangan kesempatan jika mereka terlalu lama menunggu bahkan dalam beberapa menit saja.

Selain itu, salah satu pembaruan yang paling menarik dari adalah akan ditambahkannya fitur burn untuk memastikan pengurangan jumlah Ethereum yang beredar, cara ini juga akan berguna untuk menekan laju inflasi akibat pasokan Ethereum yang terlalu banyak.

Fitur burn terkait dengan EIP-1559 ini  kelak akan memastikan setiap Ethereum yang digunakan sebagai biaya transaksi (gas fee) akan di-burn, yang tentunya akan menjadikan Ethereum menjadi lebih langka daripada sebelumnya.

Cara ini sebenarnya mirip dengan mekanisme burn di blockchain Ripple, di mana Ripple di-burn pada  setiap transaksinya, perbedaannya adalah terletak pada pasokan unitnya. seperti misalnya Ripple yang masih dibatasi pasokannya maksimal 100 milyar Ripple, sedangkan Ethereum tidak ada batasan, sekalipun Ethereum 2.0. yang tentu ini akan berdampak pada tertekannya tingkat inflasi Ethereum.

Beberapa penambang Ethereum tidak setuju dengan hal ini, karena tentu akan berdampak pada pendapatan mereka, karena imbalan transaksi hanya akan berasal dari pengguna transaksi itu sendiri.

Mekanisme burn adalah bagian dari rencana Ethereum 2.0 yang diperkirakan akan selesai pada 2022-2023. jadi pada saat itu Ethereum tidak lagi mengandalkan Proof-of-Work seperti saat ini, melainkan Proof-of-Stake yang lebih hemat energi.

Ethereum 2.0 memastikan biaya transaksi menjadi lebih rendah dan mampu menangangi volume transaksi yang jauh lebih banyak.

Penambang di Ethereum 2.0 yang disebut Node Validator akan mendapatkan imbalan Ethereum secara tahunan, besarannya tergantung pada jumlah node validator dan jumlah Ethereum yang di-stake pada sistem, imbalan paling kecil adalah 4,9% secara tahunan (APR)

Dari kesimpulannya, kini sejumlah analis dan pengamat memiliki pandangan jika nilai Ethereum akan menjadi semakin besar dan menjadi aset yang akan diminati jika proses pembaruan ini telah berjalan secara penuh. dimana pembaharuan tersebut akan menjadikan sejumlah produk investasi terkait Ethereum berpotensi semakin beragam dan dibeli oleh investor institusi.

Bagikan :

CONVERSATION