Trading dengan Broker Terbaik

Kritik Pembela Ethereum terhadap Smart Contract Cardano (ADA)

6 September 2021 ()

Kritik Anthony Sassano terhadap smart contract Cardano

Sejumlah cuitan Anthony Sassano sebagai pendukung Ethereum menunjukkan serangkaian masalah yang ada pada bursa DEX berbasis Cardano, Minswap.

DEX itu tercatat sebagai Dapp pertama yang diluncurkan di testnet Cardano pada 4 September 2021 lalu.

Sassano menyebutnya sebagai masalah “concurrency“ tidak memungkinkan banyak pengguna secara sekaligus berinteraksi dengan program atau protokol.

Dalam hal ini, Minswap yang menggunakan smart contract baru Cardano belum atau tidak dilengkapi dengan Cardano Virtual Machine. dimana sebaliknya hal ini disediakan pada blockchain Ethereum, yakni Ethereum Virtual Machine (EVM). Mesin virtual ini sangat memungkinkan smart contract terkait eksekusi yang bersamaan.

Kritik teknis itu langsung ditanggapi oleh Bos Cardano, Charles Hoskinson melalui video: menurutnya para pengkritik soal concurrency tidak memiliki pemahaman dasar soal ekosistem blockchain saat ini.

Charles Hoskinson terlihat enggan menjawab secara spesifik perihal mengenai concurrency, dia hanya menjawab bahwa upaya membuat sistem yang terdistribusi dan terdesentralisasi yang bisa diukur secara baik dengan beragam metriks, itu sangat sulit.

“Terkadang para pengkritik tidak jujur kepada dirinya sendiri dan cenderung tidak memahami akar masalahnya secara umum” jawab Charles Hoskinson.

Selain kritik soal concurrency, sebelumnya terdapat sejumlah pandangan miring tentang pendekatan ledger Cardano terkait penambahan fitur smart contract ini. menurut kritik itu, karakter desentralistik justru jauh dari Cardano yang justru lebih menjurus pada sentralisasi.

Patut dicatat, bahwa Cardano memanfaatkan algoritma konsensus varian dari Delegated Proof of Stake (DPos) yang di mana hanya segelintir node validator yang boleh memverifikasi dan mensahkan setiap transaksi berdasarkan jumlah ADA yang dimiliki masing-masing node validator. serupa dengan yang digunakan oleh blockchain Tron.

Namun, Pendiri Cardano enggan menyebutnya sebagai DPoS murni karena karakteristiknya yang berbeda, sehingga mereka cukup menyebutnya dengan nama lain yang tidak terlalu teknis, yakni Ouroboros.

Sementara itu, blockchain Ethereum 2.0 yang saat ini belum final, hanya memanfaatkan Proof of Stake (PoS) di mana semua pihak bisa menjadi node validator dengan jumlah ETH minimal 32 ETH yang bisa di-stake (solo validating).

Saat ini Ethereum masih mengandalkan Proof of Work (PoW) dengan kecepatan transaksi masih terbatas dibandingkan Cardano, tetapi Ethereum secara praktis bisa menekan biaya transaksi pasca EIP-1559 lalu. dalam hal ini faktor burn terhadap base fee turut menggenjot kelangkaan ETH walaupun tidak memiliki pasokan maksimum.

Namun demikian, algoritma konsensus varian mirip PoS itu justru efektif mengatasi masalah skalabilitas untuk menangani banyak transaksi perdetik dalam satu block.

Disamping itu, sebuah ulasan di Medium yang diterbitkan oleh SundaeSwap Labs, menilai bahwa itu adalah sebuah kesalahpahaman. “Sentralisasi adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut, jadi jika di sebuah DEX testnet terjadi masalah, bukan berarti proyek itu akan padam apalagi akan berujung pada kematian Cardano” sebut SundaeSwap Labs.

HARGA ETHEREUM SAAT INI : 


HARGA CARDANO (ADA) SAAT INI : 



Tertarik untuk memiliki Aset Kripto Cardano atau Ethereum ? Anda bisa membelinya di BinanceTokocrypto, dan Indodax, 3 Bursa Kripto yang saat ini paling banyak digunakan oleh Investor / Trader di Indonesia.

Bursa Kripto lainnya silahkan lihat DISINI

Tags : Cardano Charles Hoskinson Crypto ETH Ethereum Kripto