informasi investasi, informasi saham, informasi forex, informasi kripto, informasi saham hari ini, informasi forex hari ini, informasi kripto hari ini, fundamental saham, fundamental forex, fundamental kripto, berita investasi, berita saham, berita forex, berita kripto, berita saham hari ini, berita forex hari ini, berita kripto hari ini, artikel investasi, artikel saham, artikel forex, artikel kripto, prediksi saham, prediksi forex, prediksi kripto, analisa saham, analisa forex, analisa kripto, trading saham, trading forex, trading kripto, belajar trading saham, belajar trading forex, belajar trading kripto, panduan trading saham, panduan trading forex, panduan trading kripto, tips trading saham, tips trading forex, tips trading kripto.
image3

Perbedaan Koin dan Token pada Ekosistem Kripto

Published at October 2021
Content Category : Cryptocurrency
Binance Binance Binance

Mungkin kalian yang baru masuk ke ranah kripto akan mengalami kebingungan dengan begitu banyaknya pilihan kripto yang tersedia.

Ketika anda baru akan memulai membeli kripto, katakanlah anda sudah memiliki akun pada bursa BinanceTokocrypto, atau Indodax. maka akan melihat puluhan s/d ratusan kripto yang mereka sediakan. dimana sesungguhnya ada lebih dari 12rb aset kripto yang berada pada ekosistem blockchain. anda bisa melihatnya di situs portal kripto seperti coinmarketcap.com dan coingecko.com

Bursa-Bursa Kripto besar seperti BinanceTokocrypto, dan Indodax. memiliki kriteria khusus dan proses yang ketat untuk setiap kripto yang akan dilisting didalamnya. jadi semua kripto yang disediakan oleh BinanceTokocryptoIndodax secara tidak langsung sebenarnya telah membantu anda dengan meminimalisir aset kripto yang beresiko tinggi berdasarkan fundamentalnya. standar kualifikasi itulah yang menjadikan kalian hanya akan melihat beberapa pilihan kripto saja pada BinanceTokocrypto, dan Indodax. yang diantara pilihan tersebut berbaur antara koin dan token.

Koin dan Token ini bukan sekedar sebutan. terdapat fundamental yang sangat berbeda pada keduanya, mencakup teknologi, manfaat dan tujuannya.

Sebuah aset kripto bisa disebut Koin apabila memiliki jaringan Blockchainnya sendiri dan dibuat dengan tujuan sebagai alternatif alat pembayaran secara luas layaknya uang fiat. sedangkan Token adalah aset kripto yang dibangun pada jaringan blockchain milik koin lain dan dibuat dengan tujuan sebagai alat pembayaran dalam lingkup project atau platform tertentu. jadi ibarat sederhananya dalam blockchain tersebut: koin adalah penduduk asli, dan token adalah pendatang.

Token sendiri memiliki karakter fungsi berdasarkan kategorinya sebagai berikut :

  • Token Sekuritas : token ini merupakan perwakilan dari aset nyata yang terdapat di dunia, seperti  obligasi atau surat berharga lainnya.
  • Token Utilitas : token yang dikeluarkan oleh sebuah project atau platform sebagai sarana penggunanya untuk bisa mendapatkan produk atau menggunakan layanan pada platform tersebut.
  • Token pembayaran : yang paling mendekati fungsi koin, yaitu sebagai alat pembayaran barang dan jasa yang diharapkan terdukung seluas mungkin.
  • Stablecoins : token yang nilainya berdasarkan mata uang fiat seperti misalnya token USDT yang nilainya berdasarkan dollar AS.
  • Non-Fungible Token (NFT) : token ini merupakan perwakilan dari benda unik / langka yang ada di dunia nyata, seperti karya seni, dsb.

Pada beberapa kasus, token juga bisa digunakan sebagai voting atau pengambilan suara pada tujuan tertentu, biasanya voting ini dilakukan antar pengguna pada platform penyedia token terkait untuk menentukan sebuah kebijakan baru.

Contoh Koin atau kripto yang memiliki blockchainnya sendiri adalah : Bitcoin, Ethereum, Binance Coin (BNB), Ripple, Litecoin, Cardano, EOS, dan Tezos.

Dan contoh Token adalah : Basic Attention Token (BAT) yang menggunakan blockchain Binance Smart Chain, dan Chainlink yang yang menggunakan protocol atau blockchain Ethereum.

Token juga bisa berada dalam beberapa blockchain (multichain), seperti misalnya token Basic Attention Token (BAT) yang selain menggunakan blockchain Binance Smart Chain, juga berada pada Binance Smart Chain, Xdai Chain dan Avalance C-Chain.

Disamping sisi positif  adanya project yang memperbolehkan teknologi blockchain mereka digunakan oleh project lain. pada faktanya tidak sedikit  pihak-pihak yang menyalahgunakan kemudahan ini dengan menggunakannya untuk melakukan tindakan penipuan. terlebih untuk token-token yang diluncurkan oleh project meme yang tidak jelas apa projectnya.

Contoh penyalahgunaan : setelah sebagian tokennya berhasil terjual, project tidak dilanjutkan. entah mereka tiba-tiba pergi begitu saja, atau mungkin dengan rencana dramatis yang sudah dipersiapkan seperti berpura-pura diretas, terjadi masalah internal, dsb. dimana pada akhirnya berujung project menjadi tidak jelas arahnya atau tidak dilanjutkan dan membuat semua investornya merugi.

Maka dari itu, setelah memahami perbedaan koin dan token, penting untuk meriset lebih dalam lagi aset kripto yang berupa token, perhatikan orang-orang yang berada dibelakangnya dan apa utilitas yang project tersebut miliki. sederhananya secara fundamental : jika sebuah project memang memiliki  utilitas yang berpotensi bisa menciptakan demand atau permintaan yang tinggi terhadap tokennya, maka token tersebut sudah memiliki fundamental yang baik untuk prospek jangka panjang.

KESIMPULAN :

  • Memahami perbedaan Koin dan Token akan mempermudah anda untuk apa yang perlu diriset lebih jauh pada aset kripto terkait.
  • Koin seharusnya memiliki tingkat resiko yang lebih kecil untuk hal scam, karena tentu tidak sedikit biaya dan waktu yang dikeluarkan untuk project bisa memiliki blockchainnya sendiri dan menaungi token-token yang berada didalam teknologi blockchainnya.
  • Tidak bisa memukul rata token lebih beresiko, tapi faktanya memang banyak disalahgunakan. jadi perlu riset yang lebih mendalam untuk kategori token.
  • Tidak sedikit aset kripto yang dulunya token kini sudah memiliki blockchainnya sendiri, seperti TRON (TRX) misalnya.
  • Baik itu koin atau token, tetap lakukan riset pada hal-hal yang paling mendasar, seperti siapa orang-orang dibalik projectnya, apa utilitasnya, dan bagaimana potensi jangka panjangnya secara fundamental.
  • Terlepas dari fundamental yang sudah baik, skenario buruk yang tidak bisa anda hindari adalah manipulasi para top holder atau investor besar dalam melakukan pump dan dump, masalah internal pada project terkait, terhantam regulasi secara spesifik pada utilitas yang diandalkan, dsb yang berpotensi akan menghancurkan harga.

Semoga bermanfaat :)

Bagikan :

CONVERSATION