informasi investasi, informasi saham, informasi forex, informasi kripto, informasi saham hari ini, informasi forex hari ini, informasi kripto hari ini, fundamental saham, fundamental forex, fundamental kripto, berita investasi, berita saham, berita forex, berita kripto, berita saham hari ini, berita forex hari ini, berita kripto hari ini, artikel investasi, artikel saham, artikel forex, artikel kripto, prediksi saham, prediksi forex, prediksi kripto, analisa saham, analisa forex, analisa kripto, trading saham, trading forex, trading kripto, belajar trading saham, belajar trading forex, belajar trading kripto, panduan trading saham, panduan trading forex, panduan trading kripto, tips trading saham, tips trading forex, tips trading kripto.

Rusia akan menggunakan Kripto sebagai cadangan Devisa

Published at October 2021
Category : Crypto
Trading di Akhir Pekan dengan Exness
Beli Kripto pakai Kartu Kredit
Beli Kripto pakai Gopay
Beli Kripto pakai OVO
Beli Kripto dengan Paypal dan 350+ Metode Pembayaran lainnya

Seiring dengan langkah Rusia yang sedang mengurangi penggunaan dolar AS, Kementerian Luar Negeri Rusia saat ini sedang mempertimbangkan kripto sebagai penggantinya.

Aleksandr Pankin, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, menegaskan pertimbangan tersebut untuk mengurangi bagian dolar AS di cadangan internasional Rusia.

Dalam wawancaranya dengan kanal berita Interfax, Aleksandr Pankin menjelaskan bahwa Rusia ingin mengurangi pemakaian dolar AS dalam transaksi dengan negara-negara rekan bisnis.

"Kami terbuka terhadap kemungkinan penggantian dolar AS dengan uang fiat, nasional dan regional, serta beberapa aset kripto untuk jangka panjang" ujar Aleksandr Pankin.

Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin. kepada CNBC mengatakan hal yang sama,"namun sulit menggantikan dolar AS untuk perdagangan minyak mentah" jelas Vladimir Putin.

Aleksandr Pankin menambahkan, penggantian tersebut akan membutuhkan usaha yang besar dari pemerintah, termasuk membangun ulang model kerjasama yang sudah ada di antara wilayah dan bisnis-bisnis, serta menciptakan mekanisme baru untuk sistem penyelesaian transaksi.

Aleksandr Pankin juga menegaskan bahwa usaha Rusia untuk mengurangi pemakaian dolar AS berjalan seiring dengan niat Rusia menghindari hambatan akibat sanksi ekonomi dari pemerintah AS.

Bank Sentral Rusia sejak tahun lalu sudah mempersiapkan rubel digital, namun mendapat penolakan dari perbankan dalam negeri, karena beresiko akan mendisrupsi bisnis mereka. Pasalnya, secara teknis nasabah tidak perlu membuka rekening di bank biasa, melainkan cukup lewat bank sentral.

"Pembayaran dalam dolar AS dilakukan melalui bank-bank dan sistem kliring Amerika, sehingga pemerintah AS dapat memblok transaksi apapun yang mereka anggap mencurigakan" jelas Aleksandr Pankin.

Aleksandr Pankin juga menambahkan bahwa pemerintah Rusia tidak mengalami masalah serupa dengan penggunaan euro dan uang fiat lainnya, dan tidak berencana mengurangi penggunaan mata uang nasional lain selain dolar AS.

Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Rusia ini mendukung minat Rusia untuk menggunakan aset kripto sebagai alat pembayaran internasional.

Pekan lalu, Presiden Vladimir Putin mengatakan saat ini terlalu awal untuk menggunakan aset kripto dalam penyelesaian transaksi perdagangan minyak. namun demikian, Vladimir Putin mengakui potensi kripto sebagai alat untuk mentransfer dana secara global.

Selain kripto, Rusia juga sedang mempersiapkan mata uang digital bank sentral (CBDC). Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullin mengatakan mata uang digital penting bagi keutuhan ekonomi Rusia.

Menurut Elvira Nabiullin, saat ekonomi bergerak daring, mata uang digital akan menjadi masa depan dalam sistem keuangan. ada kebutuhan akan sistem pembayaran yang cepat dan murah, dan mata uang digital bank sentral (CBDC) dapat mengisi celah itu.

Share :

CONVERSATION