Blog dapat menampilkan iklan secara random, abaikan jika melihat iklan Binary Options seperti Binomo dan sejenisnya.

Bitcoin adalah solusi Rusia mengatasi sanksi AS ?

Published at February 2022
Category : Bitcoin Crypto

Seperti yang sudah diketahui, bahwa NATO dan Amerika Serikat telah mengeluarkan Rusia dari Sistem SWIFT.


Amerika Serikat juga memblokir 5 bank terbesar Rusia dan membekukan semua aset yang mereka miliki di Amerika saat ini dengan nilai lebih dari $1 Triliun. 

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson juga dikabarkan melakukan sanksi yang serupa, Inggris telah membekukan aset di semua bank besar Rusia, serta memotongnya dari pasar keuangan Inggris. 

Tindakan ini adalah bagian dari serangkaian sanksi yang telah disetujui oleh para pemimpin Amerika Serikat dan G7 untuk menahan gerakan lebih lanjut dari Presiden Rusia, Vladimir Putin yang telah memerintahkan pasukannya ke Ukraina.

APA ITU SWIFT ?

SWIFT adalah singkatan dari The Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication yang didirikan pada tahun 1973 di Belgia.

Sebenarnya ini adalah organisasi berbentuk koperasi yang memiliki layanan dengan nama yang sama untuk mempermudah transaksi perbankan secara global, termasuk dalam sistem perdagangan antar negara.

Bekerja dengan memberikan kode unik pada masing-masing lembaga keuangan, Kode ini secara bergantian disebut sebagai kode pengenal bank, kode SWIFT, ID SWOFT, atau kode ISO 9362.

Lebih dari 11.000 lembaga keuangan di hampir 200 negara menggunakan SWIFT yang secara tidak langsung menjadikan sistem sebagai tulang punggung sistem transfer keuangan internasional.

“Ini berarti akan ada bencana di pasar mata uang Rusia. Saya pikir mereka akan berhenti berdagang dan kemudian nilai tukar akan diperbaiki pada tingkat buatan seperti di masa Soviet,” ujar mantan wakil ketua bank sentral Rusia, Sergei Aleksashenko.

Selain itu, keputusan ini juga akan memberikan kejutan kepada perusahaan Rusia dan pelanggan asing mereka, khususnya pembeli ekspor minyak dan gas alam mata uang dolar AS.

Walaupun didirikan di Eropa, Amerika Serikat memiliki kendali ketat terhadap sistem itu, yang bisa digunakan untuk memberikan sanksi kepada negara-negara yang dianggap musuh.

Seperti misalnya Iran yang menolak menghentikan program nuklirnya, maka tidak bisa menggunakan SWIFT. maka ini menghambat negara lain untuk berinvestasi di negara itu. yang akibatnya ekonomi Iran lumpuh sejak saat itu.

Maka, dengan langkah AS mengeluarkan Rusia dari sistem SWIFT, ini bisa jadi akan menimbulkan pukulan balik yang tidak terduga.

Tindakan terhadap Iran menunjukkan kepada Rusia dan Tiongkok bahwa Washington dan Wall Street secara terpusat mengontrol sistem pembayaran internasional, dan mereka dapat mengirim ekonomi suatu negara kembali ke sistem barter.

Ketika Tiongkok merintis gerakan de-dolarisasi, Rusia juga menyusul langkah itu. pada tahun 2021 lalu, bank sentral Rusia menjual cadangan dolar AS setara 583 miliar US Dollar, dilansir dari Bloomberg, Rusia kini memegang lebih banyak emas dibandingkan dolar, dan Euro sebagai mata uang yang paling banyak dipegang.

Perusahaan milik negara di Rusia telah menghapus dolar dari semua transaksi, dan semua aset dolar telah dihapus dari dana kekayaan negara Rusia.

Selain pemimpin Tiongkok dan Rusia yang telah membuat keputusan untuk menyikapi kendali terpusat dari sistem keuangan global AS, gerakan seperti ini juga sekarang mulai terlihat di negara-negara lain, seperti Brazil, India, dan Afrika Selatan.

Sanksi terhadap Rusia yang tidak bisa lagi menggunakan sistem SWIFT ini akan mendorong Rusia untuk mencari alternatif sistem lain yang tidak dikontrol oleh negara lain. sorotan saat ini mengarah pada Bitcoin

Rusia merupakan pengekspor minyak dan gas paling signifikan di Eropa, dengan mengecualikannya akan memberi konsekuensi yang besar bagi banyak negara.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengakui opsi itu cukup sensitif, karena dapat menjadi bumerang, terutama untuk negara-negara Eropa yang menerima 41% gas alam dari Rusia.

Stacy Herbert, rekan pemandu acara Max Keizer di Russian Today, memiliki pandangan bahwa Bitcoin bisa menjadi salah satu masalah terpenting dalam kebuntuan Rusia vs NATO-AS.

“Sanksi itu pasti akan diatasi dengan Bitcoin,” ujarnya Stacy Herbert .

Belum lagi mengingat Rusia adalah negara penambang Bitcoin terbesar ketiga di dunia, berdasarkan catatan terakhir Bloomberg: Rusia memiliki aset kripto senilai lebih dari US$214 miliar atau sekitar 12% dari total nilai aset kripto global.

Trading di Akhir Pekan dengan Exness
Beli Kripto pakai Kartu Kredit
Beli Kripto pakai Gopay
Beli Kripto pakai OVO
Beli Kripto dengan Paypal dan 350+ Metode Pembayaran lainnya

CONVERSATION