Blog dapat menampilkan iklan secara random, abaikan jika melihat iklan Binary Options seperti Binomo dan sejenisnya.

Morgan Stanley: Metaverse Tiongkok bisa bernilai 8 Triliun US Dollar

Published at February 2022
Category : Crypto Metaverse

Peryataan Morgan Stanley ini berdasarkan keterlibatan perusahaan Tencent, Alibaba hingga ByteDance pada Metaverse Tiongkok.

Disaat perusahaan di Amerika Serikat seperti Facebook (sekarang Meta) dan Microsoft yang sudah lebih dulu menyatakan penerapan metaverse secara publik, perusahaan Tiongkok mengambil pendekatan yang lebih hati-hati di tengah regulasi yang lebih ketat.

Morgan Stanley mengatakan, bahwa metaverse Tiongkok dapat terlihat sangat berbeda dengan negara-negara lain di dunia karena sensor pemerintah, peraturan yang ketat, serta tindakan keras Tiongkok terhadap kripto.

Raksasa teknologi Tiongkok mulai berinvestasi di metaverse dengan bertumpu pada kekuatan game yang dimana hal ini sangat terlihat jelas pada proyek Decentraland.

Semuanya berawal sejak perusahaan Facebook (yang kini menjadi Meta) menyatakan bahwa metaverse akan menjadi tumpuan masa depan Internet. Meta sudah mempersiapkan segalanya, mulai dari platform hingga alatnya (Oculus)

Microsoft dan Apple pun menyatakan hal yang serupa: bulan januari kemarin Microsoft telah membeli perusahaan pembuat game Blizzard Activision dengan nilai lebih dari 900 triliun rupiah.

Tiongkok yang pada tahun lalu sukses memberantas bisnis tambang kripto dan melarang segala bentuk transaksi kripto di negerinya, seolah terlihat seperti melarang total seluruh ekosistem kripto, tetapi faktanya tiongkok seolah sudah memilah bagian-bagian dari ekosistem yang lebih bisa dikendalikan dan memberikan keuntungan lebih baik: yaitu Metaverse dan NFT.

Morgan Stanley mengatakan bahwa: Perusahaan besar Tiongkok seperti Tencent dan NetEase bisa menjadi yang terdepan dalam sektor ini.

Hal serupa juga dikatakan oleh Winston Ma, Managing Partner di CloudTree Ventures. Menurutnya metaverse adalah masa depan jejaring sosial. Semua raksasa teknologi Tiongkok harus merangkulnya untuk menemukan cara baru melibatkan generasi termuda dari pengguna Internet.

“Langkah itu sangatlah penting mengingat model bisnis mereka saat ini mengandalkan matangnya penggunaan smartphone dan Internet selular,” ujar Winston Ma.

Pada November 2021, CEO Tencent Pony Ma mengatakan metaverse akan menjadi peluang untuk menambah pertumbuhan ke industri yang ada seperti game, Tencent adalah perusahaan game terbesar di dunia dengan portofolio game PC dan selular yang kuat. Tencent juga memiliki WeChat, layanan perpesanan cepat dengan lebih dari 1 miliar pengguna.

Perusahaan Tiongkok ByteDance juga telah melakukan ekspansi agresif ke dalam sektor game selama setahun terakhir. perusahaan ini telah mengakuisisi pembuat headset realitas virtual Pico pada Agustus 2021 lalu.

ByteDance memiliki TikTok, aplikasi video pendek dan Douyin di Tingkok. Perusahaan yang berkantor pusat di Beijing ini jelas sudah memiliki dasar yang kuat untuk mengambil peran dalam metaverse.

Perusahaan Alibaba pun secara diam-diam ternyata memiliki rencana meluncurkan kacamata augmented reality untuk pertemuan virtual.

Dan disamping itu semua, berdasarkan informasi media lokal, NetEase telah mendirikan markas baru di Provinsi Hainan yang berfokus pada pengembangan metaverse, ada pula Baidu yang telah meluncurkan aplikasi metaverse pada tahun 2021 lalu yang disebut XiRang, applikasi ini seperti dunia virtual yang dapat menampung hingga 100 ribu orang sekaligus. Eksekutif Baidu mengatakan itu bisa memerlukan waktu enam tahun lagi sampai peluncuran penuh.

Ini benar-benar bisa menjadi permainan yang sangat besar di metaverse, para perusahaan raksasa e-commerce telah meluncurkan influencer virtual bernama Dong Dong untuk Olimpiade Musim Dingin di Beijing. avatar digital dapat ditemukan pada aplikasi belanja Taobao Alibaba dan memberikan informasi mengenai Olimpiade, serta mempromosikan barang-barang yang terkait dengan Olimpiade.

“Tiongkok sangat pintar dalam hal ini. mereka benar-benar tahu kapan dan di mana harus cukup dekat untuk mengawasi, dan kemudian mengendalikan,” ujar Hanyu Liu, analis pasar China di Daxue Consulting, kepada CNBC.

Namun jika mengingat: metaverse yang pada umumnya saat ini memerlukan aset kripto untuk bisa melakukan transaksi, bagaimana dengan metaverse Tiongkok ? prediksi publik pada hal ini adalah: metaverse itu akan dibangun pada proyek Blockchain Service Network (BSN) dengan menggunakan yuan digital sebagai alat transaksinya.

Trading di Akhir Pekan dengan Exness
Beli Kripto pakai Kartu Kredit
Beli Kripto pakai Gopay
Beli Kripto pakai OVO
Beli Kripto dengan Paypal dan 350+ Metode Pembayaran lainnya

CONVERSATION