Blog dapat menampilkan iklan secara random, abaikan jika melihat iklan Binary Options seperti Binomo dan sejenisnya.

Benarkah Perintah Eksekutif Kripto AS akan mendorong laju Adopsi Bitcoin ?

Published at March 2022
Category : Bitcoin Crypto

Bitcoin sempat menguat ke level 42.600 pada kamis 9 maret kemarin, tepat setelah keluarnya kabar jika Presiden Amerika Serikat, Joe Biden akan menandatangani perintah eksekutif untuk meninjau pendekatan AS terhadap kripto.

Dikabarkan bahwa dokumen ini bocor dengan diterbitkannya 4 jam lebih awal dari yang dijadwalkan :

Beberapa hal yang tertuang dalam dokumen antara lain adalah untuk : melindungi konsumen, investor dan entitas bisnis di bidang kripto, melindungi stabilitas ekonomi domestik, dan memitigasi risiko penyalahgunaan, memperkuat inovasi AS, serta mendukung rencana penerbitan dolar digital.

Kabar ini tampaknya menjadi sentimen positif yang sedikit aneh, karena pada dasarnya ini mengarah ke pengetatan atau campur tangan pemerintah yang bertentangan dengan tesis kripto yang tidak dikontrol oleh satu pihak manapun (desentral)

Namun disisi lain dianggap sebagai bentuk dukungan penuh terhadap industri kripto, langkah ini dipandang oleh beberapa orang akan dapat memacu laju adopsi dengan melegitimasi kripto sebagai kelas aset dan memberi investor kerangka kerja yang lama telah ditunggu-tunggu.

Di Amerika Serikat, perintah eksekutif adalah hak presiden secara kelembagaan untuk menegakkan hukum dan mengelola sejumlah sumber daya untuk mengawasi hal tertentu yang dianggap sangat penting.

Perintah eksekutif bisa dibatalkan jika tidak sesuai dengan konstitusi atau tak selaras dengan peraturan terkait.

(pandangan pribadi), selama konflik Rusia-Ukraina masih menyeret kripto, tetap saja harus berhati-hati dengan kondisi terjebaknya kripto diantara menjadi solusi untuk keuangan tradisional Rusia-Ukraina yang lumpuh (diandalkan masyarakat) atau memicu pengetatan berkelanjutan (gempuran regulasi) karena akhirnya dipandang sebagai cara untuk menghindari sanksi.

Sepertinya misalnya Binance yang akhirnya mau tidak mau memutus layanan Visa dan Mastercard untuk pengguna Rusia karena ditutupnya layanan oleh Visa dan Mastercard itu sendiri bagi warga Rusia, ini menjadi hal yang diluar kendali Binance.

Yang sebelumnya juga dilakukan oleh Paypal, Revolut, Wise dan Remitly untuk menutup akses layanan di Rusia (akhirnya menjadi bagian dari Sanksi AS terhadap Rusia) bahkan hingga MetaMask dan OpenSea.

Coinbase yang telah memblokir puluhan ribu wallet pengguna Rusia, dan Swiss yang dikabarkan berpotensi menindak aset kripto warga Rusia.

Ini semua sangat jelas terlihat pada akhirnya dapat memicu resiko tekanan lebih lanjut terhadap ekosistem kripto secara keseluruhan.

Sekalipun diterapkan atas dasar kepatuhan hukum, namun tetap saja menimbulkan pertanyaan besar pada terhadap DESENTRALISASI.

Baca :

Trading di Akhir Pekan dengan Exness
Beli Kripto pakai Kartu Kredit
Beli Kripto pakai Gopay
Beli Kripto pakai OVO
Beli Kripto dengan Paypal dan 350+ Metode Pembayaran lainnya

CONVERSATION