Blog dapat menampilkan iklan secara random, abaikan jika melihat iklan Binary Options seperti Binomo dan sejenisnya.

Kelanjutan Rumor Rusia yang akan menggunakan Kripto untuk menghindari Sanksi

Published at March 2022
Category : Crypto

Seperti yang diketahui, jika salah satu sanksi internasional yang telah dijatuhkan kepada Rusia adalah dikeluarkan dari sistem pembayaran internasional (SWIFT), yang tentunya ini telah membuat salah satu negara penghasil minyak terbesar ini kesulitan melakukan bisnisnya, baca juga : G7 mempertegas Sanksi Rusia melalui Kripto

Sejak diberlakukannya sanksi tersebut, dengan cepat telah mendorong rumor jika Rusia bisa saja menggunakan kripto untuk menghindari sanksi tersebut, dan tentunya ini menyeret kekhawatiran para investor kripto semakin dalam, karena jika benar itu terjadi, sebagian orang beranggapan jika itu akan mendorong volume transaksi kripto, yang dimana itu justru bisa menimbulkan petaka untuk kripto, baca : Respon Analis terhadap kemungkinan Kripto menjadi solusi Rusia mengatasi Sanksi AS 

Namun untuk sementara rumor ini sepertinya telah dipatahkan dengan beberapa laporan seperti : Bank Central Rusia yang telah mengumumkan Alternatif SWIFT sudah Siap dan Volume Transaksi Kripto Rusia yang turun hingga 50%

Serta beberapa respon dari para eksekutif kripto ternama seperti CEO Binance, Changpeng Zhao. dan CEO Coinbase, Brian Armstrong.

Dilansir dari News Bitcoin pada senin 7 maret 2022, Changpeng Zhao mengatakan bahwa : “Saat ini, media dan politisi menghabiskan banyak upaya dan fokus pada kripto dan sanksi, yang benar adalah, kripto terlalu kecil untuk Rusia”

Changpeng Zhao menjabarkan bahwa hanya ada sekitar 3% saja dari populasi global dengan eksposur aset kripto (termasuk stablecoin), dan dari 3% tersebut, sebagian besar hanya memiliki persentase yang kecil dari kekayaan bersih mereka yang berupa aset kripto. itu adalah nilai yang rendah dan persentase yang sama akan berlaku pada Rusia, kripto tidak akan mampu membantu negara tersebut untuk menghindari sanksi.

“Alasan lain Rusia tidak ingin atau akan menggunakan kripto adalah karena terlalu mudah dilacak, dan pemerintah di seluruh dunia sudah sangat mahir melacaknya,” tambah Changpeng Zhao.

Changpeng Zhao juga mengatakan bahwa Rusia sangat mustahil menggunakan token privasi seperti Monero karena PDB Rusia jauh lebih besar dibandingkan kapitalisasi token ini.

CEO Coinbase, Brian Armstrong, memiliki pandangan yang tidak jauh berbeda dengan Changpeng Zhao.

“Kami tidak berpikir ada risiko tinggi oligarki Rusia menggunakan kripto untuk menghindari sanksi, karena ini adalah buku besar terbuka, mencoba menyelundupkan banyak uang melalui kripto akan lebih mudah dilacak daripada menggunakan uang tunai dolar AS, seni, emas, atau aset lainnya,” ujar Brian Armstrong.

Trading di Akhir Pekan dengan Exness
Beli Kripto pakai Kartu Kredit
Beli Kripto pakai Gopay
Beli Kripto pakai OVO
Beli Kripto dengan Paypal dan 350+ Metode Pembayaran lainnya

CONVERSATION