Kredit Instant hingga 30 Juta!
Trading dengan Broker Terbaik

Kelanjutan Rumor Rusia yang akan menggunakan Kripto untuk menghindari Sanksi

7 March 2022 ()

Seperti yang diketahui, jika salah satu Sanksi Internasional yang telah dijatuhkan kepada Rusia adalah dikeluarkan Rusia dari Sistem Pembayaran Internasional (SWIFT).

Yang tentunya ini telah membuat salah satu Negara penghasil Minyak terbesar ini kesulitan melakukan Bisnisnya.

Terkait : G7 mempertegas Sanksi Rusia melalui Kripto

Sejak diberlakukannya Sanksi tersebut, dengan cepat telah mendorong Rumor jika Rusia bisa saja menggunakan Kripto untuk menghindari Sanksi, dan tentunya ini menyeret kekhawatiran para Investor Kripto semakin dalam.

Karena jika benar itu terjadi, sebagian orang beranggapan jika itu akan mendorong Volume transaksi Kripto dengan tidak sehat, yang dimana itu justru bisa menimbulkan petaka untuk Kripto.

Terkait : Respon Analis terhadap kemungkinan Kripto menjadi solusi Rusia mengatasi Sanksi AS 

Namun untuk sementara rumor ini sepertinya telah dipatahkan dengan beberapa laporan seperti : Bank Central Rusia yang telah mengumumkan Alternatif SWIFT sudah Siap dan Volume Transaksi Kripto Rusia yang turun hingga 50%

Serta beberapa Respon dari Para Eksekutif Kripto ternama seperti CEO BinanceChangpeng Zhao. dan CEO Coinbase, Brian Armstrong.

Dilansir dari News Bitcoin pada senin 7 maret 2022. Changpeng Zhao mengatakan bahwa “Saat ini, Media dan Politisi menghabiskan banyak upaya dan fokus pada Kripto dan Sanksi, yang benar adalah, Kripto terlalu kecil untuk Rusia”

Changpeng Zhao menjabarkan bahwa hanya ada sekitar 3% saja dari Populasi Global dengan Eksposur Kripto (termasuk Stablecoin), dan dari 3% tersebut, sebagian besar hanya memiliki presentase yang kecil dari kekayaan bersih mereka yang berupa Kripto.

“Itu adalah nilai yang Rendah dan Presentase yang sama akan berlaku pada Rusia, Kripto tidak akan mampu membantu Negara tersebut untuk menghindari Sanksi.”

“Alasan lain Rusia tidak ingin atau akan menggunakan kripto adalah karena terlalu mudah dilacak, dan Pemerintah di seluruh Dunia sudah sangat mahir melacaknya” jelas Changpeng Zhao.

Changpeng Zhao juga mengatakan bahwa Rusia sangat mustahil menggunakan Token Privasi seperti Monero karena PDB Rusia jauh lebih besar dibandingkan kapitalisasi Token ini.

Kemudian CEO CoinbaseBrian Armstrong, yang memiliki pandangan yang tidak jauh berbeda dengan Changpeng Zhao.

“Kami tidak berpikir ada risiko tinggi Oligarki Rusia menggunakan Kripto untuk menghindari Sanksi, karena ini adalah buku besar (Ledger) terbuka, mencoba menyelundupkan banyak uang melalui Kripto akan lebih mudah dilacak daripada menggunakan Uang Tunai dolar AS, Seni, Emas, atau Aset lainnya,” ujar Brian Armstrong.

HARGA BITCOIN SAAT INI : 


HARGA ETHEREUM SAAT INI : 


Tertarik untuk memiliki Bitcoin atau Ethereum ? Anda bisa membelinya di BinanceTokocrypto, dan Indodax, 3 Bursa Kripto yang saat ini paling banyak digunakan oleh Investor / Trader di Indonesia.

Bursa Kripto lainnya silahkan lihat DISINI

Tags : Brian Armstrong Changpeng Zhao Crypto Kripto Rusia-Ukraina SWIFT