Kredit Instant hingga 30 Juta!
Trading dengan Broker Terbaik

Sanksi AS terhadap Rusia semakin berimbas ke Penambang Kripto

21 April 2022 ()

Kementerian Keuangan AS telah memberlakukan Sanksi kepada salah satu Perusahaan Penambang Kripto terbesar di Eropa dan Asia, Bitriver.

Kementerian Keuangan mengatakan bahwa Bitriver AG, yang bermarkas di Swiss, telah beroperasi di Sektor Teknologi Rusia.

Bitriver memiliki 3 kantor di Rusia, kendati telah merelokasikan kepemilikan Legal Aset perusahaan ke Swiss tahun lalu.

Kantor Pengendalian Aset Asing tersebut juga memasukkan 10 anak Perusahaan Bitriver ke dalam Daftar Sanksi.

Dengan menjalankan Server yang menjual Kripto secara Internasional, PerusahaanPenambang membantu Monetisasi Sumber Daya Alam Rusia sehingga mengurangi Dampak Sanksi Ekonomi.

Seperti yang diketahui, bahwa Rusia memiliki keunggulan di Bidang Penambangan Kripto berkat Sumber Energi yang melimpah dan Iklim yang dingin.

Namun, Perusahaan Penambang memerlukan Impor perlengkapan Komputer dan Pembayaran Tunai. dan 2 hal ini Rentan terhadap Sanksi, menurut Kementerian Keuangan AS.

Bitriver mengklaim Perusahaannya adalah Penyedia Hosting terbesar di Dunia untuk penambangan Kripto yang ramah Iklim dengan menggunakan Sumber Energi terbarukan.

Perusahaan memiliki pusat data 100megawatt di kota Bratsk, Siberia, bagi Penambang Asing dari AS atau Negara Barat lain.

Seperti yang diketahui jika Amerika Serikat telah lama mengincar Penggunaan Kripto untuk menghindari Sanksi.

Pada 5 April lalu, Bursa Kripto asal Moskow, Garantex, juga telah dikenakan Sanksi karena mengabaikan kewajiban Anti Pencucian Uang dan membiarkan Sistemnya digunakan oleh Oknum Tersangka.

Selain itu, bursa SUEX dan Chatex disanksi karena dituduh memfasilitasi Transaksi Kripto senilai lebih dari $350jt untuk Kriminal asal Rusia.

Berdasarkan laporan Forbes, CEO Bitriver, Igor Runets, mengatakan bahwa Bitriver tidak pernah memberikan Layanan kepada Lembaga Pemerintah Rusia, dan tidak melayani apelanggan yang sudah ditarget oleh Sanksi AS.

“Sanksi AS ini harus dilihat sebagai campur tangan dalam Industri Penambangan Kripto, persaingan tidak adil dan usaha untuk mengubah keseimbangan Global demi kepentingan Perusahaan Amerika” ujar Igor Runets.

Tags : Crypto Crypto Miner Kripto Miner Mining Rusia-Ukraina