Trading dengan Broker Terbaik

Diperkirakan sekitar 4jt Investor Kripto Kenya mengalami Kerugian ditengah Kondisi Pasar saat ini

22 June 2022 ()

Sekitar 4jt Investor Kripto Kenya dikabarkan mengalami Kerugian terkait Aksi Jual Pasar Kripto yang masih berkecamuk. 

Mengikuti Puncak Reli Pasar Kripto pada November 2021 tahun lalu, khususnya Bitcoin yang mencapai harga tertinggi sepanjang masa / All Time High (ATH) sekitar $68,700 atau sekitar 982jt Rupiah (dengan perkiraan Kurs USD/IDR sekitar 14,300 pada saat itu), telah memicu sebagian besar Investor di Negara ini, terutama Kaum Muda, berbondong-bondong ke Aset Digital dengan tujuan mendapatkan Keuntungan. 

Data Investor yang disediakan oleh Perusahaan Analitik Blockchain, Chainalysis, menunjukkan sekitar 3jt warga Kenya merupakan Sektor Pekerja Formal, yang menunjukkan bahwa sebagian besar Investor mungkin adalah Pelajar atau Individu di Sektor Pekerjaan informal. 

Chainalysis menggunakan Data Lalu Lintas Web Platform P2P untuk melacak Penggunaan Kripto di berbagai Negara.

Data Chainalysis menunjukkan Kenya adalah salah satu Dealer teratas dalam Platform Kripto Peer-to-Peer (P2P), yang memungkinkan Pedagang untuk bertransaksi langsung satu sama lain tanpa memerlukan pihak ke-3 terpusat untuk memfasilitasi Transaksi.

Link : https://blog.chainalysis.com/reports/2021-global-crypto-adoption-index/

Dengan Kenya yang belum terlalu mengatur dengan jelas Sektor Kripto, menjadikannya sulit untuk menetapkan nilai Aset Digital yang dimiliki oleh sebagian besar Warga.

Sebagian besar Warga Kenya memanfaatkan Kripto sebagai Penyimpan Nilai untuk Tabungan mereka, memfasilitasi Transaksi Internasional baik untuk Pengiriman Uang Individu bagi mereka yang bekerja di tempat-tempat seperti Eropa dan Amerika Utara, atau untuk Penggunaan Komersial, seperti membeli barang untuk diimpor dan dijual.

Transaksi Internasional / Pembayaran Impor dengan Kripto terlihat nyaman dan tentu lebih cepat karena para Pedagang tidak perlu lagi membeli Dolar menggunakan Shilling Kenya atau membayar Biaya ke Perusahaan Pengiriman Uang seperti Western Union.

Jadi tidak heran jika mayoritas tetap membeli Kripto meskipun ada Peringatan dari Regulator dan Bank Sentral Kenya / Central Bank of Kenya (CBK). 

Namun. meskipun CBK mewaspadai Kripto dapat menimbulkan Resiko bagi Stabilitas Keuangan, Gubernur Institusi, Patrick Njoroge, menegaskan bahwa Aset Digital sangat penting dalam memecahkan Tantangan Abadi seperti memasukkan orang yang tidak memiliki Rekening Bank ke Sistem Keuangan.

George Mwakisha, Perwakilan Binance di Kenya. memiliki pandangan jika Penurunan Pasar Kripto saat ini akan berumur pendek. 

“Penjualan seharusnya tidak mengkhawatirkan Investor Kripto, apa yang terjadi adalah beberapa memindahkan Kripto mereka ke Aset yang kurang Berisiko, seperti yang telah kita lihat di Pasar Keuangan Tradisional”

“Yang baru mengenal Kripto dan kebanyakan orang beroperasi dan berkomentar dari titik pengetahuan yang sedikit, namun bagi jutaan Pemuda Kenya yang menganggur termasuk Mahasiswa, ini adalah Investasi dan memberikan mereka Penghasilan”

Pada bulan Februari lali, CBK mengundang Publik untuk melihat Potensi Pengenalan Mata Uang Digital dalam menawarkan beberapa Manfaat, terutama pada bagaian mengurangi Biaya Pembayaran Lintas Batas.

Dan pada 10 Juni lalu, Acara Virtual Publik oleh IMF Afrika, dimoderatori oleh Abebe Aemro Selassie (Direktur IMF Afrika)

Namun tampaknya lagi-lagi Kripto masih lebih diminati.

“Ada banyak Hype”, ujar Patrick Njoroge.

VIDEO : https://www.imf.org/en/News/Seminars/Conferences/2022/06/10/africa-speaker-series

Sayangnya, tingginya minat Warga Kenya terhadap Kripto ini didampingi dengan kondisi Peraturan yang belum jelas atau tidak adanya Hukum Formal, sehingga menimbulkan celah untuk para Scammer.

Menteri TIK Kenya sempat mengatakan bahwa Investor kehilangan hampir $120jt  dalam Penipuan Kripto di tahun 2021.

VIDEO :

Jatuhnya Pasar Kripto saat ini bertepatan dengan Penurunan Ekuitas, karena saham AS mengalami Penurunan Persentase Mingguan terbesar dalam 2 tahun terakhir di tengah kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga dan Potensi Resesi yang semakin besar.

Terkait :

Saat ini ditulis, berdasarkan data Coinmarketcap, Kondisi Kapitalisasi Pasar Kripto adalah sekitar $903 Milyar atau sekitar 13,3rb Trilliun Rupiah (dengan perkiraan Kurs USD/IDR sekitar 14,800 saat ini ditulis)

Turun dari Rekor pada November 2021 yang sebesar $2,9 triliun atau sekitar 41,4rb Trilliun Rupiah (dengan perkiraan Kurs USD/IDR sekitar 14,300 pada saat itu), alias Turun sekitar $1,9 Triliun atau sekitar 29,5rb Trilliun Rupiah (dengan perkiraan Kurs USD/IDR sekitar 14,800 saat ini ditulis) atau 68,8% secara persentase.

HARGA BITCOIN SAAT INI : 

HARGA ETHEREUM SAAT INI : 

Tertarik untuk memiliki Bitcoin atau Ethereum ? Anda bisa membelinya di BinanceTokocrypto, dan Indodax, 3 Bursa Kripto yang saat ini paling banyak digunakan oleh Investor / Trader di Indonesia.

Atau tertarik untuk Trading Aset Kripto ? silahkan cek DISINI.

Tags : Abebe Aemro Selassie Bitcoin BTC Chainalysis Crypto George Mwakisha Kripto Patrick Njoroge Western Union