Trading dengan Broker Terbaik

Media Ekonomi China : Bitcoin akan kembali ke Nilai aslinya, yang sama sekali tidak berharga.

23 June 2022 ()

Di tengah ketidakpastian yang tengah melanda Pasar Kripto, Komunitas tampaknya mendapatkan tambahan Tekanan Psikis baru dari Peringatan Pesimistis Media Ekonomi China.

Kehancuran terbaru Industri Kripto telah memicu Teriakan Peringatan baru di Tiongkok yang menyatakan bahwa nilai Bitcoin dapat turun lebih jauh dan tidak bernilai apa-apa.

Sebuah Artikel yang diterbitkan pada 22 juni oleh Economic Daily, Media Ekonomi Harian yang dijalankan oleh Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa. mengatakan :

“Bitcoin tidak lebih dari serangkaian Kode Digital, dan pengembaliannya terutama berasal dari Pembelian Rendah dan Penjualan Tinggi”

“Di masa depan, begitu kepercayaan Investor Runtuh atau ketika Negara berdaulat menyatakan Bitcoin Ilegal, itu akan kembali ke Nilai aslinya, yang sama sekali tidak berharga.”

“Kurangnya Peraturan di negara-negara Barat, seperti Amerika Serikat, membantu menciptakan Pasar yang sangat berpengaruh yang penuh dengan Konsep Manipulasi dan Teknologi semu”

Peringatan baru ini semakin mencerminkan sikap tegas Beijing terhadap semua Aktivitas Kripto yang telah dilarang oleh pemerintah, termasuk Perdagangan, Penggalangan Dana, dan Penambangan.

Berdasarkan Data Coinmarketcap, Bitcoin sempat terhantam lebih dalam hingga menembus Area $17.750 pada 18 Juni 2022. dan dengan cepat menguat kembali dan menutup Perdagangan pada Area $19.000

Saat ini ditulis, Bitcoin masih berjuang di Area $20.000 :

Kondisi Penurunan tajam Bitcoin ini sekaligus menjadikan Kapitalisasi Kripto turun dibawah $1 Triliun.

Berdasarkan Data Coinmarketcap, Puncak Reli Pasar Kripto adalah pada November 2021, pada saat itu Bitcoin mencapai harga tertinggi sepanjang masa / All Time High (ATH) sekitar $68,700 atau sekitar 982jt Rupiah (dengan perkiraan Kurs USD/IDR sekitar 14,300 pada saat itu), 

Dan Kapitalisasi Pasar Kripto saat itu memecahkan Rekor sekitar $2,9 Trilliun atau sekitar 41,7rb Trilliun Rupiah (dengan perkiraan Kurs USD/IDR sekitar 14,300 pada saat itu), 

Saat ini ditulis, berdasarkan data Coinmarketcap,  Kapitalisasi Pasar Kripto adalah sekitar $912 Milyar atau sekitar 13,5rb Trilliun Rupiah (dengan perkiraan Kurs USD/IDR sekitar 14,800 saat ini ditulis)

Ini mengartikan, kurang dari setahun, Bitcoin telah mengalami penurunan dari sekitar $68,700 menuju $20.650 saat ini ditulis. turun sekitar $48.000 atau sekitar 70% dalam Persentase.

Pengetatan Kebijakan Moneter di Ekonomi Barat telah meningkatkan kekhawatiran Resesi dan memicu Aksi Jual Global berbagai Aset Beresiko, termasuk Kripto.

Terkait :

Banyak Platform Pinjaman Kripto kini telah mengalami kesulitan keuangan.

Terkait :

Dan tentunya tidak terlepas, Bursa Kripto dan Perusahaan lain di Industri yang melibatkan Kripto juga terkena dampak hebat dalam penurunan Pasar Kripto saat ini, yang memaksa untuk mengambil beberapa Kebijakan agar bisa bertahan menghadapi Kondisi Pasar saat ini.

Seperti Gemini misalnya, yang memangkas 10% karyawannya, kemudian Crypto.com yang memberhentikan 5% karyawannya, Coinbase yang mengurangi 18% karyawan, BlockFi mengurangi hingga 20% karyawan, dan kabar terbaru adalah pemangkasan karyawan di Bursa Kripto Bybit.

Bahkan Bursa Kripto yang berbasis di Australia, BTC.com.au, menutup Operasi secara Permanen.

Terkait :

Namun beberapa Bursa juga telah tampil berbeda dengan tetap berdiri kuat dan bertahan tanpa melakukan PHK, seperti BinanceFTXKraken, OKX, dan LBank yang justru melanjutkan bahkan memperluas Perekrutan Karyawan Baru di tengah Kondisi Pasar saat ini.

Terkait : 

Dalam Kondisi / Peringatan terpisah, Biro Pengaturan Keuangan Shenzhen mengatakan dalam sebuah Pernyataan pada beberapa hari lalu bahwa Perdagangan dan Spekulasi Kripto sangat membahayakan Keamanan Properti Seseorang, membiakkan Kegiatan Kriminal dan mengganggu Ketertiban Keuangan.

Biro tersebut mengutip Pemberitahuan yang diterbitkan pada bulan September 2021 lalu oleh Bank Sentral China, yang mengatakan semua Transaksi Kripto Ilegal dan berjanji akan mengambil Tindakan terhadap Warga yang memasarkan Layanan terlarang tersebut.

Baru-baru ini, Platform Messenger terkemuka di China, WeChat, juga telah memperbarui Kebijakannya untuk melarang Akun yang terlibat dengan Kripto dan NFT. 

Terkait : WeChat melarang Akun yang terlibat Kripto & NFT

Namun, Warga Pro Kripto diketahui telah menemukan Solusi untuk menghindari Pembatasan dan tetap Aktif secara tersembunyi.

Dan Hal ini mendorong Provinsi Selatan Guangdong untuk bersumpah meningkatkan Tindakan terhadap Kegiatan terkait Kripto.

Perlu dicatat bahwa Sikap keras Pemerintah China terhadap Kripto memuncak sejak Mei 2021. 

Pada Juni 2021, Pemerintah melarang semua penambangan Kripto, kemudian melarang total Kripto pada bulan September 2021, dengan alasan kekhawatiran atas Pengaruhnya terhadap Lingkungan, serta orang-orang yang menggunakannya untuk Pencucian uang.

Dan terlepas dari semua tindakan keras China terhadap Kripto, China adalah Negara terdepan dalam laju Pengembangan Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC)

Terkait : Strategi China merangsang Ekonomi di tengah Pandemi menggunakan Yuan Digital (e-CNY)

PANDANGAN PRIBADI :

HARGA BITCOIN SAAT INI : 

HARGA ETHEREUM SAAT INI : 

Tertarik untuk memiliki Bitcoin atau Ethereum ? Anda bisa membelinya di BinanceTokocrypto, dan Indodax, 3 Bursa Kripto yang saat ini paling banyak digunakan oleh Investor / Trader di Indonesia.

Atau tertarik untuk Trading Aset Kripto ? silahkan cek DISINI.

Tags : Bitcoin BTC CBDC Central Bank Crypto Kripto South China Morning Post