Trading dengan Broker Terbaik

Sama seperti Ripple (XRP), SEC mendadak selidiki Binance.

Published : June 2022

Securities and Exchange Commission (SEC), dikabarkan sedang melakukan penyelidikan terhadap Binance dengan sebab yang sama seperti Ripple (XRP). 

Yaitu ICO (Initial Coin Offering) Binance Coin (BNB) yang dilakukan Binance pada 2017.

Penyelidikan dilakukan atas dasar kecurigaan SEC apakah Binance melanggar Hukum Sekuritas saat melakukan ICO.

Ini semakin mencerminkan sifat SEC yang sering skeptis terhadap Perusahaan Kripto, namun terlambat.

Contoh terbesarnya adalah Ripple (XRP) yang sudah berdiri lama namun mendadak dituduh Ilegal oleh SEC.

Secara mendadak pada 2020 menuduh Ripple jika penjualan XRP adalah penjualan Saham Ilegal. 

Kasus ini masih berjalan sampai sekarang meskipun banyak pernyataan yang membuktikan bahwa XRP bukan sebuah Sekuritas menurut beberapa Fakta yang dibawa di Pengadilan. 

Terkait : Keterlibatan Mantan Pejabat SEC dalam Konflik Ripple Labs

Video Brad Garlinghouse, CEO Ripple, berbicara akan mengeksplorasi IPO setelah gugatan SEC berakhir :

Saat ini secara mendadak juga SEC mencurigai Binance telah melakukan Penjualan Saham Ilegal.

Kripto sebagai Mata Uang ataupun Aset bisa berada di bawah kewenangan SEC jika Investor membelinya untuk mendanai Perusahaan atau Proyek dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Mirip seperti Saham di Perusahaan.

Dasar Hukum SEC tersebut didasarkan pada keputusan Mahkamah Agung AS tahun 1946 yang mendefinisikan Kontrak Investasi yang melibatkan Transaksi di wilayah Hukum AS.

Namun, BNB tidak sepenuhnya berperan selayaknya Sekuritas, karena BNB juga digunakan seperti voucher diskon untuk trading fee di Platform Binance, sebagai hadiah, dsb.

SEC masih belum melakukan tuduhan, saat ini Binance masih dalam tahap penyelidikan. 

Changpeng Zhao (CZ), CEO Binance. sebelumnya pada 2019 telah membuat mitigasi dengan mengubah beberapa kalimat dalam Whitepaper BNB untuk menghindari kesalahpahaman bahwa BNB adalah Saham.

Dengan ini Binance seharusnya memiliki bukti Kuat jika SEC akhirnya melakukan tuntutan.

REUTERS IKUT MENYERANG

Media Berita ternama Reuters mempublikasi Artikel yang berisikan berbagai tuduhan kepada Binance 

Link : https://www.reuters.com/article/idUSL8N2XT1C3

Reuter mengatakan Binance mengelola sekitar $2,35 Milyar transaksi terkait Peretasan, Penipuan, dan Penjualan Narkoba di antara 2017 hingga 2021. 

Reuters juga menyatakan bahwa terdapat beberapa kasus Peretasan yang Dananya disimpan dan dipindahkan melalui Binance, terutama oleh Grup Peretas yang terkenal dari Korea Utara (Lazarus). 

Selanjutnya Reuters juga menyatakan hubungan antara Binance dengan kelompok Bandar Narkoba bernama Hydra.

Juru bicara Binance telah membantah tuduhan yang dilakukan oleh Reuters.

Kepada Forbes, Juru bicara Binance menyatakan bahwa informasi yang digunakan Reuters adalah salah dan tidak terverifikasi. 

Serangan SEC dan Reuters ini bukanlah yang pertama kali di hadapi Binance.

Binance sendiri saat ini adalah Bursa Kripto dengan jumlah Pengguna dan Volume Transaksi terbesar di Dunia.

Dan Binance Coin (BNB) adalah Kripto terbesar ke-3 setelah Bitcoin dan Ethereum (diluar Stablecoin), yang disusul oleh Cardano (ADA), Ripple (XRP), Solana (SOL), dan DOGE.

HARGA BITCOIN SAAT INI : 


HARGA ETHEREUM SAAT INI : 


HARGA BINANCE COIN (BNB) SAAT INI : 


HARGA CARDANO (ADA) SAAT INI : 


HARGA RIPPLE (XRP) SAAT INI : 


HARGA SOLANA (SOL) SAAT INI : 


HARGA DOGE SAAT INI : 



Tertarik untuk memiliki BitcoinEthereum, Cardano, Ripple, Solana, atau DOGE ? Anda bisa membelinya di BinanceTokocrypto, dan Indodax, 3 Bursa Kripto yang saat ini paling banyak digunakan oleh Investor / Trader di Indonesia.

Bursa Kripto lainnya silahkan lihat DISINI

Published at June 2022
Tags : Binance Binance Coin BNB Brad Garlinghouse Changpeng Zhao Crypto Crypto Exchange Finance Kripto Reuters SEC XRP