Trading dengan Broker Terbaik

Penemuan Emas di Uganda : sekitar 31 Juta Ton siap untuk diekstraksi (akankah mempengaruhi Bitcoin ?)

2 July 2022 ()

Sebuah pengumuman dari Uganda, mengatakan bahwa sekitar 31jt Ton bijih Emas siap untuk diekstraksi.

Juru bicara Kementerian Energi dan Pengembangan Mineral, Solomon Muyita, mengatakan ingin menggaet Investor besar, yang sebelumnya Sektor ini didominasi oleh Penambang Liar / Individu kecil.

Solomon Muyita mengatakan bahwa Penemuan ini setelah 2 tahun melakukan Eksplorasi Aerial yang dilanjutkan dengan Survei Geofisika dan Geokimia, dan sekitar 320.158 Ton Emas olahan akan dapat diekstraksi dari 31 juta Ton Bijih.

Sebagian besar ditemukan di Karamoja (Daerah luas yang Kering di sudut timur Uganda, di perbatasan dengan Kenya), dan di Wilayah Timur, Tengah dan Barat Negara Afrika Timur.

Solomon Muyita mengatakan Wagagai, sebuah Perusahaan China, telah mendirikan Tambang di Busia di Uganda timur, dan diharapkan mulai berproduksi tahun ini.

Wagagai telah menginvestasikan $200 juta untuk memiliki unit Pemurnian.

Presiden Uganda, Yoweri Museveni, telah berupaya meningkatkan Investasi di Sektor Pertambangan untuk mengembangkan Sumber Daya seperti Tembaga, Bijih Besi, Emas, Cobalt, dan Fosfat.

Awal tahun ini, DPR memberlakukan undang-undang Pertambangan baru, yang setelah ditandatangani Presiden, akan membuka jalan bagi pembentukan Perusahaan Pertambangan Negara.

Perusahaan akan wajib mengakuisisi 15% Saham di setiap Operasi Penambangan, dan Investor akan diminta untuk menandatangani Perjanjian bagi hasil dengan Pemerintah (sebelumnya Investor diberikan Ijin Produksi Pertambangan dengan Prinsip siapa cepat dia dapat).

Akankah mempengaruhi harga Bitcoin ?

Bitcoin dijuluki sebagai Emas Digital karena jumlah Supply / Pasokan-nya yang terbatas (hanya 21 juta), yang secara teori menjadikannya non-inflasi dan penyimpan nilai yang baik.

Pertanyaan ditengah Komunitas saat ini adalah “akankah Penemuan Emas di Uganda ini memicu penurunan harga Emas ?”, jika demikian, maka secara tidak langsung itu akan memperkuat nilai Bitcoin, terlepas dari Pro- Kontra apapun, Pasokan / Supply Bitcoin tidak dapat dimanipulasi, tetap hanya 21jt.

Michael Saylor, Chairman & CEO Microstrategy, Perusahaan Publik yang saat ini memegang Bitcoin terbanyak (laporan terakhir sekitar 129.699 Bitcoin), pernah mengatakan kepada CNBC :

“Setiap Komoditas di Dunia terlihat bagus di Lingkungan Hiperinflasi, namun rahasia kotornya adalah Anda dapat membuat lebih banyak Minyak, Anda dapat membuat lebih banyak Perak, Anda dapat menghasilkan lebih banyak Emas, Bitcoin adalah satu-satunya hal yang terlihat seperti Komoditas yang Langka dan tertutup.” 

Dan pada saat wawancara bersama Fox New, menegaskan bahwa dirinya masih tetap Bullish terhadap Bitcoin, meski pasar dalam tekanan Bearish.

Michael Saylor mengatakan bahwa di tengah pasar yang sedang kacau, orang-orang perlu tempat yang aman untuk terpisah dengan jelas dari Pemerintah, Lembaga ataupun Perusahaan.

“Bitcoin adalah tempat tersebut, yang mewakili dari apa yang disebut Jaringan yang adil, terbuka, setara dengan kemasan yang Sederhana.”

“Siapa pun dapat memilikinya, dan tidak akan ada yang berhak mengambil itu dari anda, karena ini Independen, tidak terikat suatu Entitas layaknya Mata Uang Fiat.”

“Bitcoin adalah sesuatu yang pasti di Dunia yang penuh ketidakpastian, di Dunia yang penuh dengan Kemarahan dan Kekacauan, Masyarakat perlu sesuatu yang tidak bisa diintervensi oleh Pemerintah dan Perusahaan”

“Jika anda menganalisa dengan Timeframe lebih panjang, 2 tahun sejak awal Krisis, anda melihat jumlah uang beredar AS meningkat 36%, Emas naik 7%, Indeks S&P naik 29%, Nasdaq hanya naik 19%, Bitcoin naik 229%. jadi jika anda tidak terganggu dengan Volatilitas, bisa melihat pandangan panjang, anda melihat Aset Lindung Nilai disana”

Dan pada saat wawancara dengan CoinmarketcapMichael Saylor juga mengatakan jika dirinya tidak terganggu dengan Floating Loss yang sedang terjadi.

VIDEO :

Sebelumnya, saya sempat membandingkan Kondisi Portofolio Bitcoin Negara El Salvador dengan Microstrategy DISINI, yang pada saat itu kondisi Portofolio Bitcoin Microstrategy sedang merugi / floating loss sekitar -$1,291,587,400 atau sekitar 19 Triliun Rupiah atau -32,5% dalam Persentase.

Beberapa hari lalu, Michael Saylor, mengumumkan jika Microstrategy telah membeli lagi 480 Bitcoin.

"Microstrategy telah membeli 480 Bitcoin tambahan seharga $10 juta dengan harga rata-rata $20.817 per Bitcoin. Pada 28/6/22 @MicroStrategy memegang 129.699 Bitcoin yang diperoleh seharga $3,98 miliar dengan harga rata-rata $30.664 per Bitcoin. $MSTR"

Sesuai Pengumuman oleh Michael Saylor yang mengatakan total Cost untuk 129.699 Bitcoin adalah $3,98 Miliar, atau sekitar 58,9 Triliun Rupiah (dengan perkiraan Kurs USD/IDR sekitar 14,800 saat ini ditulis)

Maka dengan harga Bitcoin saat ini ditulis yang berada pada kisaran $19.100, nilai Portofolio Bitcoin Microstrategy saat ini adalah sedang merugi / floating loss sekitar -$1,499,168,200 atau sekitar 22,2 Triliun Rupiah (dengan perkiraan Kurs USD/IDR sekitar 14,800 saat ini ditulis), atau -37,7% dalam Persentase.

Michael Saylor sendiri sebelumnya memang sempat menyatakan jika “Setiap Perusahaannya memiliki Dana Cadangan, mereka akan kembali membeli Bitcoin, dan akan tetap terus melakukannya."

HARGA EMAS SAAT INI : 

HARGA BITCOIN SAAT INI : 

Tertarik untuk memiliki Bitcoin? Anda bisa membelinya di BinanceTokocrypto, dan Indodax, 3 Bursa Kripto yang saat ini paling banyak digunakan oleh Investor / Trader di Indonesia.

Atau tertarik untuk Trading Emas ? silahkan cek DISINI.

Tags : Crypto Gold Kripto Solomon Muyita Yoweri Museveni