Trading dengan Broker Terbaik

6 Kesalahan umum memulai Trading Forex

1. Menganggap Trading Forex adalah Jalan Pintas untuk Kaya Mendadak

Tidak dipungkiri Trading Forex memang merupakan jenis investasi paling unggul jika dilihat dari beragam pilihan instrument dan roi / return of invesmentnya yang tidak terbatas. bahkan bisa dengan modal kecil, siapa saja, kapan dan dimana saja. serta pasarnya yang terbuka 24 jam. sehingga tidak heran jika Trading Forex ini dengan mudahnya menyentuh golongan-golongan trader dengan modal kecil namun masuk dengan mindset cepat kaya.

Mungkin memang benar jika pasti ada saja orang yang mendadak kaya karena Trading Forex, namun sangat jarang dan perbandingannya sangat besar jika dibandingkan dengan kondisi sebaliknya.

Peluang Keuntungan dan Kerugian dalam Trading Forex ini berbanding lurus. bisa Profit dalam waktu singkat, dan begitupun juga sebaliknya. perlu langkah awal dengan ekspektasi yang masuk akal, terutama mengenai target Profit yang realistis. jika memulai dengan cara pikir cepat kaya, kemungkinan terdekat hanya akan berakhir dengan loss besar-besaran. 

2. Tidak mempelajari Seluk Beluk Trading Forex
Padahal jelas ini merupakan bagian paling mendasar yang tidak mungkin dilewatkan jika ingin berhasil dalam Trading Forex, dimana sebelum memulai seharusnya mengerti dulu bagaimana pergerakan harga itu bisa terjadi, siapa saja yang mempengaruhi pergerakan, dan bagaimana cara menganalisa pergerakannya.

Pergerakan dalam pasar Forex ini dipengaruhi oleh berbagai pihak atau pelaku pasar, mulai dari pemerintah, bank-bank Sentral, Perusahaan-Perusahaan Multinasional, hingga individual tertentu yang memiliki aset besar.
Pergerakan terjadi berdasarkan tingkat Penawaran & Permintaan,  atau disebut Supply & Demand.
  • Jika Permintaan atau Demand Naik, dan ketersediaan Barang (Supply) tidak mencukupi, maka kelangkaan barang akan menjadikan harga naik.
  • Jika Permintaan atau Demand turun dan tetap, dan ketersediaan Barang (Supply) menumpuk, maka penumpukan barang akan menjadikan harga turun.

Jadi Pergerakan Forex terjadi berdasarkan 2 hal dari diatas, Contoh : saat EUR/USD (Nilai tukar Euro terhadap USD) sedang turun, maka kebanyakan orang akan beranggapan bahwa USD sedang menguat. padahal nyatanya harga dapat turun karena memang ketersediaan (supply) Euro sedang menumpuk, sedangkan permintaan (demand) untuk Euro menurun.

Secara Mekanisme, Terjadi dari Trader ke Broker, dari Broker diteruskan ke Broker lain yang lebih besar, barulah kemudian diteruskan ke Bank-Bank besar atau institusi keuangan besar dimana harga terbentuk.

Untuk cara menganalisa pergerakan Pasar silahkan baca : Jenis Analisa dalam Trading Forex

3. Tidak Menggunakan Perangkat yang Tepat
Trading Forex memang Bisa saja dilakukan melalui Smartphone, karena Software yang digunakan memang tersedia untuk OS Android dan ios. namun tidak disarankan dan tidak ideal jika digunakan sebagai perangkat utama. karena cukup banyak fitur penting yang tidak bisa digunakan, serta tampilan chart yang kurang maksimal.

Karena sifatnya yang lebih mobile dibandingkan komputer atau laptop. sebaiknya smartphone ini hanya difungsikan untuk memantau saja.

Perangkat yang dominan dan ideal adalah Komputer atau Laptop. spesifikasi tidak harus tinggi, karena Software yang digunakan (Metatrader) tidak membutuhkan Komputer atau Laptop dengan spesifikasi seperti kebutuhan Desain atau Gaming. bahkan perangkat dengan spesifikasi Prosssesor Dual Core dan RAM 2GB pun sudah cukup.

4. Tidak Memiliki Trading Plan

Memulai Trading hanya karena melihat dengan mengikuti posisi saudara atau teman, sinyal-sinyal trading gratis di internet, opini forum, dsb. sehingga tidak memiliki Trading Plan yang jelas.

Trading Forex seharusnya mengandalkan kemampuan diri sendiri, karena akan mempengaruhi banyak hal seperti kemantapan dalam membuka posisi tanpa ragu-ragu. menentukan target profit dan batas resiko yang jelas, dsb. beda hal jika menggunakan robot atau ea (expert advisor)

5. Tidak Teliti dalam Memilih Broker
Dalam memilih Broker terdapat beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan secara teliti, Broker ini akan sangat mempengaruhi kondisi Trading. acuan dalam memilih Broker setidaknya harus :
  • Sudah Berumur sudah lebih dari 3 tahun
  • Regulasi Jelas, Minimal Teregulasi di Negaranya Sendiri.
  • Banyak digunakan oleh kalangan Trader Indonesia
  • Kemudahan dan Kecepatan Administrasi (Terutama Deposit, dan Withdraw)
  • Deposit & Withdraw tersedia melalui Bank Lokal
  • Kemudahan Layanan Dukungan (Tersedia Live Chat serta Kontak dan Alamat Jelas)
  • Dan sebaiknya Mendukung Penggunaan Metatrader

Broker yang cukup banyak dikenal dan banyak digunakan oleh trader indonesia saat ini adalah Exness,  XM, dan FBS.

6. Meremehkan Akun Demo
Seringkali Trader pemula akan menganggap akun demo ini hanya untuk permulaan sebelum memulai dengan Akun Real. sehingga setelah sudah menggunakan akun real, uji coba analisa-pun dilakukan pada Akun Real, padahal dengan pergerakan pasar pada akun demo ataupun real yang sama dengan pergerakan pasar sesungguhnya, jelas akun demo ini adalah tempat terbaik untuk mengasah skill dalam melakukan analisa sebelum menerapkannya di akun real.

Semoga Bermanfaat :)

Happy Trading & Good Luck!