Trading dengan Broker Terbaik

Perbedaan Koin dan Token pada Ekosistem Kripto

Mungkin kalian yang baru masuk ke Kripto akan mengalami kebingungan dengan begitu banyaknya pilihan Aset Kripto yang ada.

Ketika anda akan memulai berinvestasi Aset Kipto, katakanlah anda sudah memiliki akun pada bursa BinanceTokocrypto, atau Indodax. maka anda akan melihat puluhan s/d ratusan kripto yang mereka sediakan.

Dimana sesungguhnya ada lebih dari 12rb Aset Kripto yang berada pada Ekosistem Blockchain.

Anda bisa melihatnya di Situs Portal Kripto seperti coinmarketcap.com dan coingecko.com

*Update 11 Maret 2022 sudah melebihi 18rb Aset Kripto terlisting di coinmarketcap.com dan sekitar 13rb di coingecko.com

Terkait : Lebih dari 18rb Kripto, mana yang memiliki Prospek bagus ?

Bursa-Bursa Kripto besar seperti BinanceTokocrypto, dan Indodax. memiliki Kriteria khusus dan Proses yang Ketat untuk setiap Kripto yang akan dilisting didalamnya.

Jadi semua Kripto yang disediakan oleh bursa-bursa besar ini secara tidak langsung sebenarnya telah membantu anda dengan meminimalisir Aset Kripto yang beresiko tinggi berdasarkan Fundamentalnya.

Standar Kualifikasi itulah yang menjadikan anda hanya akan melihat beberapa pilihan Aset Kripto saja pada BinanceTokocrypto, dan Indodax.

Yang diantara pilihan tersebut bahkan berbaur antara Koin dan Token.

Koin dan Token ini bukan sekedar sebutan, terdapat Fundamental yang sangat berbeda pada keduanya, mencakup Teknologi yang membelakangi, manfaat dan tujuannya.

Sebuah Aset Kripto bisa disebut Koin apabila memiliki jaringan Blockchainnya sendiri dan dibuat dengan tujuan sebagai alternatif alat pembayaran secara luas layaknya Uang Fiat.

Sedangkan Token adalah Aset Kripto yang dibangun pada jaringan Blockchain milik Koin lain dan dibuat dengan tujuan sebagai alat pembayaran dalam lingkup Project atau Platform tertentu.

Jadi ibarat sederhananya Koin adalah penduduk asli, dan Token adalah pendatang.

Token sendiri memiliki karakter fungsi berdasarkan kategorinya sebagai berikut :

  • Token Sekuritas : token ini merupakan perwakilan dari Aset Rill atau nyata yang terdapat di Dunia, seperti  Obligasi atau Surat berharga lainnya.
  • Token Utilitas : Token yang dikeluarkan oleh sebuah Project atau Platform sebagai sarana penggunanya untuk bisa mendapatkan Produk atau menggunakan Layanan pada Platform tersebut.
  • Stablecoins : Token yang nilainya dipatok berdasarkan Mata Uang Fiat seperti misalnya Token USDT yang nilainya dipatok berdasarkan US Dollar (1 USDT = 1 USD Dollar)
  • Non-Fungible Token (NFT) : Token ini merupakan Perwakilan dari Benda Unik / Langka yang ada di Dunia nyata, seperti Karya Seni, dsb.

Pada beberapa Kasus, Token juga bisa digunakan sebagai Voting atau Pemungutan Suara pada tujuan tertentu.

Biasanya Voting ini dilakukan antar Pengguna pada Platform penyedia Token untuk menentukan sebuah Kebijakan.

Contoh Koin atau Kripto yang memiliki Blockchainnya sendiri adalah Bitcoin, Ethereum, Binance Coin (BNB), Ripple, Litecoin, Cardano, EOS, dan Tezos.

Dan contoh Token adalah : Basic Attention Token (BAT) yang menggunakan Blockchain Binance Smart Chain, dan Chainlink yang yang menggunakan Blockchain Ethereum.

Token juga bisa berada dalam beberapa Blockchain (Multichain), seperti misalnya Token Basic Attention Token (BAT) yang selain menggunakan Blockchain Binance Smart Chain, juga berada pada Xdai Chain dan Avalance C-Chain.

Disamping sisi positif  adanya Project yang memperbolehkan Blockchain mereka digunakan oleh Project lain. pada faktanya tidak sedikit pihak-pihak yang menyalahgunakan kemudahan ini dengan menggunakannya untuk melakukan tindakan Penipuan.

Terlebih untuk token-token yang diluncurkan oleh Project Meme yang tidak jelas apa Projectnya.

Contoh penyalahgunaan : setelah sebagian Tokennya berhasil terjual, Project tidak dilanjutkan. mereka tiba-tiba pergi begitu saja atau secara dramatis seolah diretas, terjadi masalah internal, dsb.

Dimana pada akhirnya berujung Project menjadi tidak jelas arahnya atau tidak dilanjutkan dan membuat semua Investornya Merugi.

Maka dari itu, setelah memahami perbedaan Koin dan Token, penting untuk meriset lebih dalam lagi Aset Kripto yang berupa Token.

Perhatikan orang-orang yang berada dibelakangnya dan apa Utilitas dan Visi Misi yang Project tersebut miliki.

Sederhananya secara Fundamental : jika sebuah Project memang memiliki Utilitas yang berpotensi menciptakan Demand atau permintaan yang tinggi terhadap Tokennya, maka Token tersebut sudah memiliki Fundamental yang baik untuk Prospek Jangka Panjang.

KESIMPULAN :

  • Memahami perbedaan Koin dan Token akan mempermudah anda untuk apa yang perlu diriset lebih jauh pada Aset Kripto terkait.
  • Koin seharusnya memiliki tingkat resiko yang lebih kecil untuk hal scam, karena tentu tidak sedikit biaya dan waktu yang dikeluarkan untuk Project bisa memiliki Blockchainnya sendiri dan menaungi Token-Token yang berada didalam Blockchainnya.
  • Tidak bisa memukul rata Token lebih beresiko, meskipun faktanya memang banyak disalahgunakan. jadi hal terbaik yang bisa dilakukan adalah meriset lebih mendalam Aset Kripto yang berupa Token.
  • Tidak sedikit Aset Kripto yang dulunya Token kini sudah memiliki Blockchainnya sendiri, seperti misalnya TRON (TRX).
  • Baik itu Koin atau Token, tetap lakukan Riset pada hal-hal yang paling mendasar, seperti siapa orang-orang dibalik Projectnya, apa Visi Misi dan Utilitasnya, dan bagaimana Potensi Jangka Panjangnya secara Fundamental.
  • Terlepas dari Fundamental yang sudah baik, Skenario Buruk yang tidak bisa dihindari adalah Manipulasi para Top Holder atau Investor Besar dalam melakukan Pump dan Dump, masalah internal pada Project terkait, hantaman regulasi secara spesifik pada utilitas yang diandalkan, dsb yang berpotensi menghancurkan Harga.

Baca Juga

HARGA BITCOIN SAAT INI : 


HARGA ETHEREUM SAAT INI : 



Tertarik untuk memiliki Bitcoin atau Ethereum ? Anda bisa membelinya di BinanceTokocrypto, dan Indodax, 3 Bursa Kripto yang saat ini paling banyak digunakan oleh Investor / Trader di Indonesia.

Bursa Kripto lainnya silahkan lihat DISINI