Trading dengan Broker Terbaik

Perbedaan Wallet Kripto Pribadi dan Bursa

Meskipun saat ini Kripto sudah mulai diterima dan banyak digunakan secara Global, terutama saat memasuki 2020-2021. tidak sedikit orang yang masih bingung bagaimana cara berinverstasi Kripto yang benar.

Bahkan masih saja ada yang sampai terkena Scam / Penipuan

Hal ini cenderung karena belum memahami betul lingkup teknologi pada Fasilitas yang digunakan, seperti perihal kontrol / kendali, tingkat Keamanan, dsb.

Berikut akan saya jelaskan beberapa point mengenai Wallet Kripto yang mungkin bisa membantu anda dalam memilih cara Berinvestasi Kripto yang sesuai dengan kenyamanan anda.

Cara Membeli dan Menyimpan Aset Kripto saat ini, sederhananya terbagi dalam 2 jenis, yaitu melalui Wallet Pribadi dan Bursa. 

Saya sebut Wallet Pribadi untuk kemudahan penjelasan, karena pengkategorian dan penyebutan Wallet Kripto saat ini tampaknya masih rancu.

Selain adanya sebutan Online Wallet, Mobile Wallet, Hardware Wallet, Dekstop Wallet, Paper Wallet, ada lagi penyebutan spesifik seperti Bitcoin Wallet, dsb.

Seiring perkembangan, kini dikategorikan atau disebut dengan Hot Wallet dan Cold Wallet.

Dimana jenis Wallet yang cara kerjanya terkoneksi ke internet akan disebut Hot Wallet, dan Wallet yang cara kerjanya tidak membutuhkan internet disebut Cold Wallet.

Dalam beberapa case Cold Wallet akan tetap membutuhkan internet seperti misalnya Hardware Wallet, yang membutuhkan internet ketika akan digunakan.

Ini memang cukup membingungkan, maka dari itu kita permudah saja penyebutannya berdasarkan cara kerjanya.

Yang selanjutnya Wallet Pribadi bisa disebut DEX Wallet, dan Bursa bisa disebut CEX Wallet.

Saya sebut DEX Wallet karena sifatnya yang akan terdesentralisasi atau tidak terpusat ke entitas tertentu (tidak ada pihak penengah)

Sedangkan penyebutan CEX Wallet karena sifatnya yang akan tersentralisasi atau terpusat ke entitas tertentu (ada pihak penengah) 

WALLET PRIBADI / DEX WALLET

Wallet Pribadi / DEX Wallet ini sendiri terbagi dalam 2 bentuk, yaitu dalam bentuk Software / Applikasi dan dalam bentuk Hardware (Perangkat keras / fisik).

Contoh Wallet Pribadi dalam bentuk Software adalah : Trustwallet, Metamask, dan Safepal. yang merupakan Wallet Kripto dalam bentuk Sofware / Applikasi.

Yang bisa anda download langsung pada Playstore untuk Android atau di Appstore untuk Perangkat iOS.

Disarankan untuk mendapatkan Link Download atau Scan Barcode langsung pada situs Penyedia Wallet.

Dan contoh untuk Wallet Pribadi dalam bentuk Hardware adalah : Safepal, Ledger, dan Trezor. yang dapat anda beli langsung di situs Resmi Penyedia :

BURSA / CEX WALLET

Sedangkan Wallet ini adalah Wallet yang disediakan oleh Bursa Kripto untuk para Penggunanya.

Contoh Bursa Kripto adalah : BinanceTokocrypto, Indodax, dll. yang memerlukan pembuatan Akun dan Verifikasi Identitas (KYC) terlebih dahulu sebelum bisa menggunakan walletnya.


KENDALI

Wallet Pribadi / DEX Wallet dalam bentuk Software maupun Hardware tentu akan lebih unggul karena Akses Penuh yang dimiliki untuk melakukan Transaksi kapanpun-dimanapun tanpa diperlukannya peran pihak penengah.

Sedangkan Wallet Bursa / CEX Wallet memiliki kelemahan apabila Bursa sedang melakukan Maintenance atau kondisi lainnya yang menghambat pengguna ketika ingin melakukan transaksi.

Software Wallet yang saat ini banyak digunakan adalah Trustwallet, Metamask dan Safepal. sedangkan untuk Hardware Wallet adalah SafepalLedger, dan Trezor.


KEAMANAN

Melihat sifatnya yang terdesentralisasi, maka Wallet Pribadi / DEX Wallet sepenuhnya merupakan Tanggung Jawab pengguna, baik DEX Wallet dalam bentuk Software maupun Hardware.

Untuk Software Wallet, pengguna akan mendapatkan Kode Sandi dalam bentuk Frasa Kata Acak sebagai Bukti Kepemilikan Wallet.

Jika lupa Frasa Kata Acak, atau jatuh ke tangan yang salah, maka sama dengan kehilangan semua Asset Kripto yang ada didalamnya.

Sedangkan untuk Wallet Bursa / CEX Wallet, keamanan Wallet para pengguna akan menjadi Tanggung Jawab Bursa (diluar kesalahan pengguna).

Tidak ada Kode Sandi dalam bentuk Frasa Kata Acak sebagai Bukti Kepemilikan Wallet.

Pengguna akan memiliki Akses Akun layaknya Sosial Media (Email dan Password). sebagai pengaman biasanya akan dilengkapi dengan 2FA seperti Google Authenticator dan sejenisnya.

Kemungkinan terburuk pada sisi Keamanan yang diluar kendali pengawasan pengguna adalah jika Bursa tersebut melakukan Scam atau mengalami Peretasan.

Maka dari itu berhati-hatilah dalam memilih Bursa Kripto, pastikan jejak rekam Bursa jauh dari Potensi Scam dan memiliki Sistem Keamanan yang mumpuni.

Bursa yang saat ini banyak digunakan oleh Investor Kripto Indonesia adalah BinanceTokocrypto, dan Indodax.


TAMBAHAN

 

Wallet Bursa / CEX Wallet biasanya merupakan Wallet yang harus dimiliki terlebih dahulu untuk bisa melakukan pembelian Aset Kripto, yang baru kemudian setelahnya dipindahkan ke DEX Wallet. atau untuk kebutuhan saat ingin mengkonversi Aset Kripto menjadi Uang Fiat.

Dalam beberapa kasus, kebanyakan orang atau pemula akan cenderung menggunakan Bursa saja karena faktor kemudahan dalam penggunaan. dan disatu sisi promosi Bursa memang jauh lebih masif dibandingkan DEX Wallet. karena pendapatan utama Bursa adalah Biaya Transaksi.

Pengguna yang banyak sama dengan Volume Transaksi yang besar, maka semakin besar Biaya Transaksi / Pendapatan Bursa.

Biaya transaksi pada Bursa biasanya memang lebih kecil dibandingkan DEX Wallet.

Sedangkan Wallet Pribadi / DEX Wallet cenderung digunakan lebih dominan oleh orang yang sudah lama di dunia Kripto, Bursa hanya untuk kebutuhan konversi Kripto to Fiat.

Untuk DEX Wallet, maka anda akan bisa melakukan pembelian di Pertukaran Kripto yang sifatnya terdesentralisasi juga, seperti Pancakeswap, SushiSwap, Uniswap, dsb. penjelasan terkait mengenai hal ini silahkan baca : Amankah membeli Kripto yang belum terlisting di Bursa ?

Wallet Pribadi / DEX Wallet  cenderung digunakan untuk melakukan pembelian Kripto yang belum terlisting atau tersedia pada Bursa (curi start).

Karena biasanya ketika Kripto tersebut listing atau masuk ke Bursa, harganya berpotensi akan naik ratusan hingga ribuan persen, seperti contohnya Fenomena DOGE dan Shiba Inu pada mei 2021 lalu.

Orang-orang yang sudah membelinya melalui DEX Wallet pada tahun-tahun sebelumnya, telah menerima Return yang luar biasa pada mei 2021 lalu karena kenaikan harganya hingga ratusan ribu bahkan jutaan persen ketika DOGE dan Shiba inu terlisting di Bursa ternama seperti  BinanceTokocrypto, dan Indodax.

Namun jangan mudah tergiur dengan hal-hal seperti ini, berhati-hatilah, ini berlaku pada investasi jenis apapun.

Saat ini ditulis, 9 oktober 2021, tidak sedikit dari sekian banyak kripto yang meroket pada mei 2021 lalu lalu tersebut, kini telah terjun rata-rata lebih dari 50% hingga 90% bahkan ada yang hampir 100% dari All Time High (ATH) atau harga tertinggi pada mei 2021 lalu.

Mei 2021 lalu adalah momentum massal untuk Kripto, dimana Pasar Kripto secara keseluruhan memang sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa diluar dugaan.

Jadi hampir semua Aset Kripto memang mengalami kenaikan harga yang signifikan, tidak hanya DOGE dan Shiba Inu.

Sangat banyak Aset Kripto lainnya yang juga meroket pada saat itu, namun memang tidak sepopuler DOGE dan Shiba inu.

Dimana spesifiknya DOGE menjadi populer karena cuitan Twitter Elon Musk yang direspon secara Dramatis oleh Publik dan Komunitasnya yang sangat besar dan aktif untuk menjadikannya semakin Hype.

Ditambah dengan DOGE yang memang memiliki umur serta teknologi yang masuk akal untuk masuk dalam pertimbangan investor besar.

DOGE sudah dimulai sejak desember 2013. berbeda dengan Shiba Inu yang muncul pada agustus 2020, yang menjadi populer dengan cepat dan digadang-gadang sebagai Doge Killer.

Meskipun DOGE menjadi populer dengan konten memenya, untuk saya pribadi DOGE ini terlalu serius untuk dijajarkan pada Kategori Kripto Meme, apalagi semenjak ditunjuknya Elon Musk dan Vitalik Buterin (pendiri Ethereum) sebagai dewan penasihat DOGE.

Kini ratusan Kripto atau Project yang meniru DOGE dan Shiba Inu bertebaran dengan nama blablabla DOGE, blablabla INU, dsb.

Dengan menggadang-gadang kekuatan komunitas dan menggunakan Youtuber atau Influencer terkenal untuk menarik perhatian.

Hingga kondisi ini membuat salah satu pendiri DOGE beberapa waktu lalu mengatakan bahwa saat ini sangat banyak Kartel di dunia Kripto. 

Jadi harap berhati-hati ya, dibutuhkan pengalaman dan kemampuan lebih dalam untuk meriset Project atau Kripto yang belum listing pada Bursa.