Trading dengan Broker Terbaik

Baik itu Saham, Forex ataupun Kripto, yang penting pastikan dulu hal ini!

Pastikan dulu anda Trader atau Investor

Trader ataupun Investor memang merupakan sama-sama pelaku pasar, namun keduanya memiliki sudut pandang yang sangat berbeda dalam memperlakukan pasar, dan ini menjadi penting dipastikan untuk mencapai hasil yang maksimal di pasar.

Adapun karakter trader sejatinya adalah tidak peduli dengan harga instrument naik atau turun, karena trader memang memerlukan volatilitas atau pergerakan harga yang terus terjadi untuk mencari peluang dan meraup keuntungan. dan cenderung bereaksi berdasarkan analisa teknikal atau pola pergerakan harga yang terjadi (yang dalam praktiknya juga menggunakan dasar-dasar fundamental sebagai keputusan membuka posisi trading)

Sedangkan Investor adalah pelaku pasar yang memiliki mindset jangka panjang yang cenderung bereaksi atas dasar fundamental, dan lebih sedikit terpengaruh terhadap pergerakan harga.

Maka dengan karakteristik diatas inilah sewaktu-waktu pasar bisa memiliki volatilitas yang mengejutkan, yang dimana saat para investor besar (apalagi institusi) melakukan aksi taking profit atau keluar dari pasar dengan jumlah besar setelah trader-trader retail baru saja masuk, yang akhirnya membuat pergerakan pasar melibas stop loss para trader-trader retail ini (tidak melulu karena hal ini ya, ini hanya merupakan salah satu contoh logis mengapa sewaktu-waktu  pasar bisa drop sangat kencang, terdapat beberapa alasan-alasan lainnya seperti misalnya gejolak politik, regulasi, dsb yang terkait dengan instrument tersebut.). 

Atau sebaliknya, yang setelah para trader-trader retail membuka posisi trading sell yang disisi lain harga instrument tersebut merupakan level yang bagus bagi pandangan investor untuk masuk, ditambah kemungkinan adanya fundamental yang menjanjikan pada instrument tersebut untuk jangka panjang, maka para investor besar ini akan masuk dengan melakukan aksi buy besar-besaran, yang lagi-lagi trader-trader retail yang baru saja membuka posisi trading sell berakhir dengan terlibas lagi semua stop lossnya.

Dan karena karakter ini juga mengapa trader akan lebih cenderung memasuki dunia trading forex dibandingkan saham. tentunya karena instrument-instrument investasi di pasar forex yang jauh lebih volatil dibandingkan pasar saham (semakin volatil sebuah instrument maka akan semakin banyak peluang yang ada)

Ditambah dengan hadirnya instrument atau aset kripto di broker forex yang seperti kita ketahui aset kripto ini memiliki volatilitas yang sangat tinggi, jika saham atau komuditas emas bergerak 1-2% saja sudah menjadi hal yang menegangkan, berbeda dengan aset kripto yang pergerakan hingga puluhan persen sudah menjadi hal yang biasa.

Baca : Trading Aset Kripto dengan Exness

Sedangkan para investor akan cenderung lebih menyukai aset yang tidak terlalu volatil namun teruji pertumbuhannya dalam jangka panjang, seperti saham, komuditas emas, dsb.

Dalam kasus ini aset Kripto telah menunjukkan performa yang bisa dikatakan telah merevolusi pasar, aset yang luar biasa volatil namun pada akhirnya berhasil membuktikan hasil pertumbuhan yang tidak main-main hingga ribuan persen. maka tidak heran jika satu-persatu para investor besar mulai memasukkan aset kripto kedalam portfolionya.

Dari contoh kasus pergerakan pasar yang sewaktu-waktu sangat volatil dan melibas stop loss para trader retail, sebenarnya secara tidak langsung itu bisa menggambarkan bahwa investor besar seringkali berhasil merespon pasar dengan emosi atau kesabaran yang lebih baik dibandingkan trader, mereka benar-benar sabar menunggu waktu yang tepat untuk kapan masuk dan keluar pasar. mereka tidak akan terlalu terpengaruh terhadap volatilitas yang terjadi secara sementara. perhitungan mereka adalah jangka panjang.

Berbeda dengan trader retail yang cenderung lebih emosional dalam merespon pergerakan pasar, pergerakan harian (timeframe D1) akan menjadi hal penting untuk diperhatikan, apalagi untuk trader dengan strategi scalping yang menggunakan timeframe H1 (perjam) kebawah. semua reaksi tersebut karena trader retail benar-benar meletakkan emosi dan reaksi berdasarkan pola-pola pergerakan harga yang sedang terjadi.

Namun bukan berarti investor akan selalu lebih berhasil di pasar dibandingkan trader, emosi dan reaksi atau cara memperlakukan pasar-lah yang menjadi kunci keberhasilan pelaku pasar, jadi bukan masalah trader atau investor, apa intrument investasi atau asetnya, tapi penyesuaian untuk menentukan mana yang lebih cocok dengan pengendalian emosi dan reaksi masing-masing pelaku pasar itu sendiri.

Misalnya anda adalah tipikal yang lebih nyaman dengan buy & hold untuk jangka panjang, misalnya 10 tahun keatas, maka saham, komuditas, dan kripto akan lebih tepat untuk anda. (sejauh kondisi saat ini, kripto berada pada tingkat resiko yang lebih tinggi dibandingkan saham dan komuditas) silahkan baca : Lebih dari 12rb Kripto, mana yang Bagus ?

Tapi jika anda adalah tipikal yang lebih nyaman untuk keluar dan masuk pasar dengan cepat (harian, mingguan, bulanan), maka istrument atau pair mata uang pada trading forex akan lebih cocok untuk anda, dan juga aset kripto (baik itu ditradingkan pada broker forex maupun melalui bursa kripto), saham seharusnya tidak cocok untuk dibawah 10 tahun. silahkan baca juga : Saran ketika memulai Trading Forex

Semoga Bermanfaat :)