Trading dengan Broker Terbaik

Perlakukan Trading layaknya Bisnis

Salah satu pondasi penting dalam Trading adalah memperlakukan "Trading layaknya sebuah Bisnis"

Namun disayangkan seringkali pada faktanya tidak seperti itu, tidak ada rencana dan target yang jelas. ini dikarenakan kurangnya edukasi dan tujuan trading yang sudah salah sejak awal.

Sederhananya, langkah untuk bisa mempresepsikan trading sebagai bisnis adalah mekanisme untung ruginya yang sama seperti bisnis pada umumnya, bisa dikatakan untung apabila memperoleh pendapatan yang melebihi pengeluaran, sedangkan mengalami kerugian apabila pengeluaran lebih besar dari pendapatan yang diperoleh

Pengeluaran :
  • Posisi yang merugi (loss) : merupakan pengeluaran utama dalam bisnis trading, jika bisa memahami loss dengan konsep ini. maka anda akan lebih bisa mengurangi pengaruh emosi negatif ketika mengalami loss. seperti halnya pengusaha warung makan yang tidak perlu bersedih jika sebagian makanannya tidak laku terjual, tapi harus tetap membeli bahan baku dan membayar para pekerja karena mengerti bahwa hal tersebut adalah pengeluaran wajib dalam menjalankan bisnis warung makan tersebut. setiap trader, pemula maupun yang sudah profesional, pasti memiliki sejumlah order yang loss.
  • Biaya Order : seperti Spread yang merupakan selisih biaya yang harus ditanggung trader pada saat melakukan order (biaya jasa layanan), biaya komisi atau swap (biaya order yang menginap), dsb. semakin sering melakukan order maka otomatis semakin sering membayar biaya ini.
  • Biaya Operasional : meliputi peralatan untuk menjalankan trading seperti pc atau laptop, biaya internet, buku, dll.

Dari ketiga kategori pengeluaran diatas, besaran biaya pengeluaran signifikan yang bisa anda atur adalah resiko pada setiap order, anda bisa menentukan besarnya resiko atau kerugian dengan konsep money management, seperti salah satunya penggunaan stop loss, jika anda tidak membatasi resiko maka potensi pengeluaran bisa sangat besar dan tidak terkendali, bahkan bisa berakhir dengan habisnya seluruh modal. 

Baca : Pentingnya Stop Loss dan Take Profit pada Trading Forex

Sama dengan bisnis lain pada umumnya, anda tentu berharap bisa menekan pengeluaran sekecil mungkin dan memaksimalkan keuntungan. nah untuk hal ini, kembali pada point diatas, dimana fokus atau yang perlu diperhatikan adalah besarnya resiko pada setiap order, berikut ini adalah hal-hal yang harus anda perhatikan demi mendukung hal tersebut :
  • Tentukan besarnya Resiko : gunakan stop loss, biasanya trader menentukan stop loss hanya dengan perkiraan tanpa memperhitungkan besaran kerugian, bahkan kadang tidak menentukan stop loss, atau baru menentukan setelah mengalami floating loss atau kerugian yang cukup besar.
  • Sebaiknya Ratio Risk / Reward lebih dari 1:1 : setelah menentukan besaran resiko, tentukan target profit sebagai kelipatan dari besarnya resiko. disarankan untuk menentukan risk / reward dengan ratio lebih dari 1:1 untuk mendukung pertumbuhan modal yang sehat.
  • Pastikan memiliki Trading Plan : Trading yang direncanakan akan membuat anda lebih mantap dalam mengurangi keterlibatan emosi, jangan sampai overtrading dengan melakukan order-order yang bahkan kurang anda yakini apa dasarnya, disamping beresiko, seperti yang sudah disampaikan diatas, semakin sering melakukan order maka akan semakin besar  pengeluaran.
  • Buat Jurnal : seperti bisnis pada umumnya, akan lebih baik jika anda membuat jurnal untuk mengevaluasi kondisi trading, dengan ini anda bisa mengetahui kinerja trading, tidak harus detail seperti statement pada platform trading, cukup sesederhana mungkin, minimal anda bisa membaca tingkat pencapaian target anda dalam trading dengan mudah.

Semoga Bermanfaat, Happy Trading & Good Luck!